Rekonstruksi Kasus Diksar Menwa UNS: Panitia Panggil Dosen Hingga Paranormal
·waktu baca 1 menit

SOLO-Polresta Solo menggelar rekonstruksi kasus dugaan kekerasan dalam kegiatan Diklat Menwa Universitas Sebelas Maret (UNS), Kamis (18/11/2021).
Rekonstruksi itu dilakukan untuk melengkapi berkas perkara kedua tersangka dalam kasus yang menewaskan seorang peserta diklat, Gilang Endi Saputra.
Dalam rekonstruksi tersebut, terlihat bahwa tersangka memukul korban beberapa kali dalam kegiatan tersebut. Pukulan dilakukan dalam bentuk tamparan, poporan dengan replika senapan serta dengan gulungan matras.
"Kegiatan lantas dihentikan setelah korban mengeluh sakit," kata Kasatreskrim Polresta Solo, AKP Djohan Andika usai rekonstruksi tersebut.
Usai menerima tindakan kekerasan tersebut, Gilang merasa lemas dan beberapa kali mengalami kejang.
Bukannya membawa ke rumah sakit, panitia justru memanggil paranormal untuk menolong Gilang. Hanya saja, kondisinya tidak segera membaik.
Selanjutnya, panitia memanggil salah satu dosen yang kemudian memberikan air minum kepada Gilang. Kondisi mahasiswa itu sempat membaik. Namun tak lama kemudian kondisinya kembali melemah.
Setelah itu barulah panitia akhirnya memanggil taksi online untuk membawa korban ke rumah sakit.
Hanya saja, korban akhirnya tewas di dalam perjalanan ke rumah sakit yang hanya berjarak kurang dari 3 kilometer itu.
(Agung Santoso)
