Konten Media Partner

Relawan Pemakaman Jenazah COVID-19 Ungkap Dugaan Adanya Pungli

Bengawan Newsverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto doc. Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Foto doc. Kumparan

SUKOHARJO - Seorang relawan pemakaman jenazah COVID-19 mengungkap dugaan adanya Pungutan Liar (Pungli) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Daksinoloyo atau TPU Danyung, Sukoharjo. Pungutan liar tersebut mencapai jutaan rupiah.

Relawan Sar Perum Jasa Tirta 1, Riyadi Bayu mengaku mengetahui kejadian tersebut saat salah satu keluarga yang meninggal dunia di rumah sakit di Kota Solo, dan memberitahu dirinya bahwa ada dugaan permintaan uang kepada keluarga.

"Ada salah satu keluarga yang meninggal di rumah sakit, hasil PCR dua kali tetap positif. Pak RT yang saat itu mendampingi mengatakan bahwa ada dugaan permintaan uang," katanya saat dihubungi wartawan, Jumat (30/07/2021).

Menurutnya, dari pengakuan RT, pihak keluarga diduga dimintai uang sebesar Rp 6 juta, namun keluarga melakukan negosiasi dan deal di angka Rp 5 juta. "Tapi saat itu baru dibayar oleh keluarga sekitar Rp 2 juta," ungkapnya.

Riyadi akhirnya meminta keluarga untuk tidak memberikan uang pelunasan pembayaran tersebut. Dirinya menjelaskan ke pendamping jenazah bahwa pemakaman COVID-19 sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.

Ia mengaku, selama melakukan pemakaman pasien COVID-19 tidak pernah dimintai biaya apa pun. Ia baru menemui kejadian tersebut beberapa hari yang lalu. Menurutnya, ada beberapa rekannya yang menemukan kejadian itu.

"Saat saya buka kasus ini, teman-teman ada yang menghubungi saya, katanya ada dugaan yang menemukan 4 kasus, tapi apa daya kita harus mengurus ke mana," ucapnya.

Dikatakannya, diduga yang meminta uang tersebut merupakan penggali kubur. Ia menjelaskan uang itu digunakan untuk berbagai alasan, salah satunya alasan adanya standar khusus untuk pemakaman COVID-19.

Selain kasus tersebut, ia menyaksikan praktik pungli saat mengantarkan jenazah ke TPU Daksinoloyo pada malam hari. Ia melihat satu mobil jenazah yang berhenti karena terkendala dan tidak ada petugas yang menurunkan jenazah ke liang lahat. (Tara Wahyu)