Resep Pembuatan Empon-empon, Minuman Penangkal Virus Corona dari Sukoharjo

SUKOHARJO - Empon-empon yang konon katanya dipercaya oleh masyarakat Indonesia sebagai penangkal Virus Corona dan dipercaya sebagai minuman yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Sebagai pembuktian, Bengawan News mencoba menelusuri tentang khasiat dan resep pembuatan empon-empon ini kepada salah satu warga Klaruan, Mojolaban, Sukoharjo bernama Titik Wahyuni, yang memproduksi empon-empon ditengah merebaknya Virus Corona di masyarakat.
Ditemui di rumahnya yang beralamatkan di Klaruan RT 02 RW 14 Mojolaban, Sukoharjo, Titik mengaku membuat empon-empon ini karena terinspirasi dengan berita yang disiarkan di televisi. Sehingga membuatnya ingin membuat dan pada akhirnya sekarang Titik dapat memproduksinya dalam jumlah yang banyak.
"Saya melihat berita di televisi bilangnya kalau minuman empon-empon itu bisa menangkal Virus Corona sama membuat daya tahan tubuh kita jadi kuat, dari situ coba-coba ternyata banyak yang suka. Awalnya testernya keluarga bilangnya enak. Karena saya juga sering membuat makanan semacam getuk dan kripik, saya coba share ke whatsapp reseller saya. Dari reseller saya malah di share gantian hingga mereka pada akhirnya tertarik semua," terang Titik.
Lebih lanjut, Titik kemudian menjelaskan komposisi dan bahan empon-empon yang biasa dibuatnya setiap hari.
"Bahannya itu jahe 150 gram, kunyit 15 gram, temulawak 50 gram, serai 2 batang, kayu manis 1 lonjor, gula jawa 150 gram, dan air 1300 ml," jelas Titik.
"Untuk langkah pembuatannya, bahan-bahan tadi dicuci bersih lalu serainya di geprek. Jahe, temulawak, dan kunyitnya di blender. Kemudian kita masak air hingga mendidih, lalu dimasukan bahan-bahannya tadi mulai dari gula jawa, serai, temulawak, jahe, dan kunyit yang sudah di blender. Tunggu dulu hingga tanak atau matang, kalau sudah tanak diamkan sebentar hingga dalam kondisi hangat baru dimasukkan ke dalam botol," paparnya.
Menurut Titik, usai minum empon-empon ini badan jadi terasa lebih segar, lebih ringan, dan juga lebih terasa hangat dibadan.
"Ini saya jual dengan harga dengan harga Rp. 8.000, dengan kemasan botol 250 ml. Permintaannya banyak di lingkungan sekitar sini dan juga banyak anak-anak muda dari kampus-kampus," pungkas Titik.
(Fernando Fitusia)
