Konten Media Partner

Risma: Data Keluarga Penerima Manfaat di 40 Daerah Bermasalah

Bengawan Newsverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Sosial Tri Rismaharini menyerahkan bantuan sosial di Solo
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Sosial Tri Rismaharini menyerahkan bantuan sosial di Solo

SOLO-Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma menyebut terdapat masalah dalam data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 40 daerah. Dia berjanji untuk menertibkan data itu dalam waktu secepatnya.

"Ada beberapa masalah yang ditemukan," kata Risma usai penyerahan bantuan sosial dan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kelurahan Jebres, Kota Solo, Jum'at (29/01).

Masalah yang ditemukan berupa ketidaksesuaian data penerima bantuan dengan data kependudukan. Ketidaksesuaian data itu terjadi di 40 daerah di Indonesia.

Risma menyebut sudah berupaya menyelesaikan permasalahan itu. "Daerah-darah itu sudah kami surati untuk melakukan perbaikan," katanya. Sebab, perbedaan data itu bisa menyebabkan kerawanan.

Saat ini Kementerian Sosial tengah melakukan pendataan ulang masyarakat yang akan menerima bantuan sosial dari pemerintah. Menurut Risma, terdapat penambahan jumlah penerima sekitar 560 ribu warga. "Itu di luar 40 daerah yang bermasalah," katanya.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menyebut ada 4 ribu penerima BPNT di kotanya yang sempat tercoret. Namun, saat ini 1.000 diantaranya sudah kembali menerima bantuan tersebut.

"Kami berharap mereka yang pernah dicoret bisa memperoleh bantuan itu kembali," katanya. Alasannya, banyak warga miskin yang semakin berat bebannya lantaran dampak dari pandemi COVID-19.

(Agung Santoso)