Satgas PPKS UNS Solo Terkendala Kumpulkan Informasi Dugaan Pelecehan Seksual

Konten Media Partner
17 Oktober 2022 17:17
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Mahasiswa Sekolah Vokasi (SV) UNS Solo diduga alami pelecehan seksual. FOTO: Fernando Fitusia
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa Sekolah Vokasi (SV) UNS Solo diduga alami pelecehan seksual. FOTO: Fernando Fitusia
ADVERTISEMENT
SOLO - Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UNS Solo menyebut mengalami beberapa kendala saat mengumpulkan informasi dugaan pelecehan seksual sesama jenis. Pasca adanya pelaporan korban yang masuk diwakili BEM dan DEMA Sekolah Vokasi (SV) UNS, Senin (10/10/2022) lalu.
ADVERTISEMENT
"Ya, kendalanya itu jelas ada. Salah satunya itu menyamakan kesesuaian waktu misalnya saja. Kemudian saya belum tahu pihak-pihak yang kami panggil itu mengatakan segala sesuatu sesuai dengan kenyataan yang berlangsung atau tidak. Itu Kan juga perlu dijustifikasi," kata Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, Ketua Satgas PPKS UNS, Senin (17/10/2022).
Menurut Ismi proses akan berlangsung cepat jika semua dapat berkata jujur dan kooperatif. "Kalau semuanya berkata jujur dan kooperatif sebenarnya bisa cepat. Asal kami mendapatkan informasi secara cukup dan valid ya segera diproses. Tapi saya tidak bisa menyebut sekian hari sekian minggu takutnya meleset," imbuhnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Pihaknya mengaku saat ini masih dalam proses pengumpulan informasi yang valid. "Jadi ini memastikan apa yang dikatakan benar sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. Kalau jumlah orang
ADVERTISEMENT
yang sudah diperiksa sampai saat ini tidak bisa saya sebutkan. Yang jelas sesuai dengan prosedur yang ada dalam proses pelaporan terhadap satgas," jelasnya.
Ismi bahkan menegaskan bahwa korban tetap akan mendapatkan pendampingan dari satgas. "Iya, kami memantau semua informasi yang masuk pada kami. Kebutuhannya apa, kalau butuh pendampingan ya didampingi. Yang jelas semua satgas melakukan semua komunikasi yang dibutuhkan," terangnya.
(Fernando Fitusia)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020