kumparan
KONTEN PUBLISHER
20 Maret 2019 16:13

Sedotan Bambu, Terobosan Baru Kurangi Sampah Plastik

Contoh sedotan bambu produksi Joko Prayitno, saat ditemui tim Bengawan News pada Rabu (20/3/2019). (Tara Wahyu N.V.)
KARANGANYAR – Maraknya penggunaan barang berbahan plastik menimbulkan semakin banyaknya produksi sampah plastik setiap hari. Salah satu sampah plastik yang sulit diuraikan yaitu sedotan plastik. Hal ini membuat prihatin Joko Prayitno, warga yang tinggal di Jalan Nusa Indah No. 5a Perumnas Palur, Solo. Sejak dua tahun lalu, Yitno, panggilan akrabnya, memulai membuat sedotan minuman ramah lingkungan yang tebuat dari bambu. Tanpa disangka, produk buatannya ternyata laris di pasaran.
ADVERTISEMENT
Sedotan produksi Yitno sudah dijual ke beberapa negara, seperti Korea Selatan, Polandia, Jepang dan Australia. Tak hanya diminati di luar negeri, banyak juga masyarakat dari kota-kota di Indonesia yang ikut memesan.
“Kalau dalam negeri ada dari Bogor, Bali, Jakarta, Jogja, Bandung, Semarang dan juga Solo.” cerita Yitno saat ditemui di kediamannya pada Rabu (20/3/2019).
Yitno sudah terjun ke dunia bisnis selama puluhan tahun, sehingga memudahkan untuk mencari relasi dalam berbisnis. Sebelumnya, Yitno sudah pernah menjual mainan yang terbuat dari Bambu Wuluh dengan dibantu sang anak, Donio Prayino Putra (26).
Produk sedotan bambu diminati sampai ke luar negeri. (Tara Wahyu N.V.)
Dalam sehari, Yitno bisa menghasilkan 15.000 potong sedotan. Biasanya Yitno bisa mendapat pesanan sampai 200 ribu sedotan bambu untuk dikirim ke Korea Selatan. Sedotan ini dijual dengan harga Rp3000 per buah.
ADVERTISEMENT
“Kami menjualnya dalam bentuk curah. Kalau sudah jadi, tinggal di packing lalu dikirim. Kami melakukan pemasaran secara online.” tuturnya.
Tak hanya mengurangi sampah plastik, dengan usahanya ini, Yitno juga membuka lapangan pekerjaan untuk orang-orang yang bertempat tinggal di sekitar rumahnya. (Tara Wahyu N.V.)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan