News
·
20 November 2020 16:54

Sejumlah Warga di Desa Balerante Masih Bertahan di Rumah

Konten ini diproduksi oleh Bengawan News
Sejumlah Warga di Desa Balerante Masih Bertahan di Rumah (33110)
Sejumlah warga di lereng Gunung Merapi di Desa Balerante masih bertahan di rumah masing-masing. Desa tersebut berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Merapi dengan jarak 4 km
KLATEN - Sejumlah warga di lereng Gunung Merapi di Desa Balerante masih bertahan di rumah masing-masing. Warga yang berada di Dukuh Ngipiksari masih mengusung di rumah mereka. Desa Balerante sendiri berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Merapi dengan jarak 4 kilometer dari puncak Merapi.
ADVERTISEMENT
Salah satu warga yang masih tinggal di rumah ialah Marji, warga Ngipiksari RT 02/ RW 01. Menurutnya, status Merapi masih Siaga dan warga masih melakukan aktivitasnya. Namun bila nanti pemerintah mengintruksikan untuk turun, maka warga akan turun. Ia mengatakan masih ada 2 KK yang masih tinggal di rumah.
"Nanti bila pemerintah meminta turun, ya kami turun. Kalau saya merasa masih aman. Untuk guguran kebanyakan ke arah Magelang," ujar Marji, Jumat (20/11).
Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa pada hari Rabu melihat guguran dari Gunung Merapi. Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, masyarakat aktif dalam melakukan ronda.
"Kemarin malam itu, masih ada yang longsor ke arah Balerante, namun kami masih di posko melakukan siaga dan ronda setiap hari. Yang kebayang masih ada, tapi juga tetap was-was," ungkapnya.
Sejumlah Warga di Desa Balerante Masih Bertahan di Rumah (33111)
Salah satu warga yang masih tinggal di rumah ialah Marji, warga Ngipiksari RT 02/ RW 01. Menurutnya, status Merapi masih Siaga dan warga masih melakukan aktivitasnya. Namun bila nanti pemerintah mengintruksikan untuk turun, maka warga akan turun
Marji juga mengatakan, selama ini warga Desa Balerante menggunakan Handy Talking (HT) yang menyambungkan dengan seismograf di posko pemantauan Gunung Merapi untuk mendengar aktivitas Merapi.
ADVERTISEMENT
Terkait hal tersebut, Kepala BNPB, Doni Monarno mengatakan butuh kerja sama antara semua pihak untuk memastikan masyarakat dalam keadaan aman.
"Yang saat ini situasinya dalam kontrol relatif aman, maka prioritas mereka kelompok rentan tadi," jelas Doni.
Sedangkan untuk kelompok yang secara fisik masih sehat, kemudian yang usianya masih muda bisa menjalankan aktivitas.
"Kunjungan ke pos pemantauan mendapat informasi yang secara real time, intinya bila ada guguran larva atau sisi gunung yang longsor bisa diketahui masyarakat. Saya pikir ini kondisi yang sangat bijak dan tepat," ucapnya. (Tara Wahyu)