Konten Media Partner

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Aria Bima Sebut Toleransi Adalah Hal Mutlak

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di GKJ Manahan, Solo, Sabtu (26/03/2022). FOTO: Fernando Fitusia
zoom-in-whitePerbesar
Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di GKJ Manahan, Solo, Sabtu (26/03/2022). FOTO: Fernando Fitusia

SOLO - Toleransi menjadi 1 hal yang tidak bisa dihindarkan dan kebhinekaan menjadi sesuatu yang harus disyukuri, bukan untuk dijadikan perbedaan.

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima, dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di GKJ Manahan Solo, Sabtu (26/3/2022).

“Saat ini banyak kelompok yang melihat kebhinekaan sebagai kutukan dari Tuhan, dengan membuat komunitas homogen dan mengkafirkan kelompok lain. Termasuk agamanya sendiri,” ungkap Aria Bima kepada sekitar 100 pendeta anggota BAGKS (Badan Antar Gereja Kota Solo) yang mengikuti sosialisasi secara daring.

Akibatnya, banyak konflik sosial yang justru lahir dari internal 1 agama.

“Gereja di Kota Solo sudah tidak menjadi masalah. Tetapi sekarang ortodoksi agama muncul dimana-mana, baik di Islam, Kristen, Hindu. Ini muncul karena implikasi berbagai sikap intoleran yang dilakukan oleh sebagian umat. Terlihat dari cross cutting informasi yang demikian cepat, sehingga menguatkan sikap saling memusuhi antara kelompok 1 dengan kelompok lain dalam aspek agama,” urai dia.

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu berharap, masyarakat mampu menjadikan Pancasila sebagai way of life dalam menghadapi konflik sosial.

"Kita memiliki naluri kemanusiaan yang tinggi dibandingkan perbedaan-perbedaan yang ada. Itu terwujud dari sikap kita membentuk negara ini, yaitu Pancasila," tegasnya.

Staf Bale Rakyat Aria Bima, Heni Prihartoyo, mengatakan usai sosialisasi 4 pilar ini diharapkan para pendeta bisa memberikan solusi dan menyejukkan jemaatnya. Terutama di tengah isu disintegrasi melalui media sosial dan isu-isu SARA.

"Selama Pancasila adalah ideologi dasar dan kebhinekaan adalah anugerah bagi rakyat Indonesia. Jika ini disampaikan kepada jemaat, alangkah indahnya Indonesia karena akan penuh kerukunan dan kesejukan,” terang dia.

(Fernando Fitusia)