Konten Media Partner

Strategi Paslon Bajo Hadapi Gibran: Sekasur, Sedapur, Sesumur

Bengawan Newsverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasangan Independen Bagyo Wahyono dan FX Supardjo (Bajo) telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi putra Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo 2020
zoom-in-whitePerbesar
Pasangan Independen Bagyo Wahyono dan FX Supardjo (Bajo) telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi putra Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo 2020

SOLO - Pasangan Independen Bagyo Wahyono dan FX Supardjo (Bajo) telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi putra Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo 2020.

Ditemui di posko pemenangan Bajo yang berada di Penumping, Laweyan, Solo, Selasa (04/08), Ketua Ormas Tikus Pithi Hanoto Baris, Tuntas Subagyo mengatakan bahwa ada sebuah sistem strategi yang telah disiapkan yaitu bernama sekasur, sedapur, sesumur.

"Jadi sistem sekasur sedapur sesumur ini adalah sekasur itu merupakan istri dan suami. Sedapur itu adalah keluarga, sesumur itu adalah teman kerabat, dan lain sebagainya. Saya yakin dengan kapasitas yang saya miliki ini dengan jumlah keanggotaan yang kami miliki, kami bisa memenangkan Pilkada Solo 2020," ungkap Tuntas Subagyo.

Walaupun tanpa partai politik, karena memang sudah diniatinya dari awal. Pasangan Independen Bajo berusaha menyuguhkan sebuah demokrasi sejati.

Ketua Ormas Tikus Pithi Hanoto Baris, Tuntas Subagyo mengatakan bahwa ada sebuah sistem strategi yang telah disiapkan yaitu bernama sekasur, sedapur, sesumur

"Jadi demokrasi yang sesungguhnya tanpa ‘money politic’ dan kami akan menyuguhkan bagaimana sebenarnya independen. Independen yang murni tanpa korelasi partai politik. Tidak ada kontrak politik dengan siapa pun hanya ada kontrak politik dengan masyarakat," jelas Tuntas Subagyo.

Tuntas Subagyo sudah berkomitmen jika memang murni independen dan tidak akan menerima berapa pun bayaran jika ada dari partai politik. "Saya bilang juga sama Pak Parjo dan Pak Bagyo kalau berdua sampai diam-diam menerima, maka saya akan hentikan Pilkada ini. Jadi itu sudah saya beritahukan seperti itu," tegasnya.

Menurut ketua Tikus Pithi Hanoto Baris, Tuntas Subagyo, perjuangan independen tidaklah instan. Perjuangan untuk mencari KTP sudah dilakukan selama kurang lebih setahun.

"Kami itu tidak instan, Tikus Pithi ini terbentuk sejak Mei 2014, kemudian perjuangan mencari KTP ini kurang lebih setahun. Jadi bukan dalam waktu sebulan, tahu-tahu muncul itu tidak," pungkasnya. (Fernando Fitusia)