Konten Media Partner

Video: Jelang New Normal, Toko Sepeda di Solo Ramai Diserbu Pembeli

Bengawan Newsverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
video youtube embed

SOLO - Toko Sepeda Polygon Rukun Makmur yang beralamatkan di Jln. Slamet Riyadi No. 147 Kemlayan, Kecamatan Serengan, Surakarta sejak Sabtu pagi (06/06/2020) ramai oleh antrean pembeli yang ingin membeli sepeda.

Salah satu pembelinya adalah Muhammad Luqman Hakim yang sudah datang di toko sepeda tersebut sejak pukul 09.00 pagi. Ditemui di depan toko, dirinya mengaku membeli sepeda polygon primier 4 seharga Rp3.900.000 untuk olahraga tiap pagi hari.

"Ini buat dipakai sendiri untuk olahraga setiap pagi, apalagi sekarang sudah banyak orang yang sepedaan di pagi hari, jadi biar sehat. Kebetulan di rumah sudah ada satu, jadi ini beli satu lagi buat sepedaan di dekat rumah," ucap Muhammad Luqman.

Toko Sepeda Polygon Rukun Makmur yang beralamatkan di Jln. Slamet Riyadi No. 147 Kemlayan, Kecamatan Serengan, Surakarta sejak Sabtu pagi (06/06/2020) ramai oleh antrean pembeli yang ingin membeli sepeda

Menurut Meiko Rahadi Wijaya, pemilik Toko Sepeda Polygon Rukun Makmur, bahwa peningkatan jumlah pembeli sepeda mengalami puncaknya usai lebaran.

"Waktu KLB pertama sempat drop selama 10 hari. Setelah itu, penjualan sepeda semakin meningkat hingga puncaknya usai lebaran," terang Meiko.

Lanjut Meiko menjelaskan bahwa peningkatan pembelian sepeda saat ini meningkat hingga 2 kali lipat. Di mana rata-rata seharinya bisa menjual 50-80 sepeda.

"Bulan April lalu sebenarnya sudah memasuki puncaknya, namun saat ini lebih ke momen THR. Di bulan April pada saat pandemi COVID-19 memang terasa bosan, jadi ingin sepedaan. Maka, peralihannya olahraga pagi dengan sepedaan," ucap Meiko.

Meiko Rahadi Wijaya, pemilik Toko Sepeda Polygon Rukun Makmur mengatakan bahwa peningkatan jumlah pembeli sepeda mengalami puncaknya usai lebaran

Tren sepeda yang diminati saat ini menurut Meiko masih dipegang oleh sepeda gunung atau mountain bike.

"Harganya sekitar 2-5 juta, merek polygon. Walaupun sepeda lipat ini ada peningkatan dari tahun sebelumnya, namun sepeda sepanjang masa itu ada di mountain bike," papar Meiko.

Meski tokonya ramai diserbu pembeli di tengah masa pandemi COVID-19, namun dirinya mengaku tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Kita tetap membatasi pembeli untuk masuk ke dalam toko sekitar 20 sampai 30 orang. Kalau di luar toko ya diharapkan antre dengan tetap jaga jarak. Bilamana di luar toko terlalu penuh, diharapkan datang keesokan harinya," pungkas Meiko. (Fernando Fitusia)

Pemilik Toko Sepeda Polygon Rukun Makmur tetap membatasi pembeli untuk masuk ke dalam toko sekitar 20 sampai 30 orang

*kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!