Videonya soal Omicron Viral, Bupati Karanganyar: Biar Warga Semangat
·waktu baca 2 menit

KARANGANYAR - Bupati Karanganyar, Juliyatmono, angkat bicara soal video berisi pidatonya yang mengatakan bahwa COVID-19 varian Omicron itu tidak ada.
Menurut Juliyatmono, video yang viral di media sosial Facebook itu menjadi upaya menyemangati masyarakat lewat gaya bahasanya sendiri.
"Ora perlu ditanggapi, nggak perlu. Saya setiap hari Sabtu atau Minggu mendapat undangan hajatan di manapun, tidak sekali 2 kali, saya selalu menyemangati,” kata pria yang biasa disapa Yuli ini.
Namun, lanjutnya, pesan menggugah semangat itu disampaikan dengan cara berbeda-beda.
“Gaya bahasa metodologinya lain-lain, sesuai situasi dan kondisi. Itu cuma metodologi, cara kita menyampaikan pesan.”
Yuli mengklaim, publik salah memahami isi pesan yang disampaikannya.
"Menangkapnya tidak begitu (dianggap meniadakan varian Omicron). Pesan yang disampaikan, supaya siapapun tidak boleh terlalu larut dan terganggu pikirannya oleh ketakutan (terhadap Omicron) itu," jelasnya.
Bagi Yuli, isi pikiran itu penting.
“Pikirannya harus dikosongkan, (menganggap) nggak ada COVID, biar semua semangat. Harus semangat dan semangat itu ditentukan oleh cara berpikir,” tegas dia.
Yuli juga tetap mengingatkan masyarakat, untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.
"Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga terus mengingatkan protokol kesehatan. Masing-masing (warga) silakan menjaga dirinya dengan baik.
Sebelumnya, video berisi pidato bahasa Jawa Bupati Karanganyar, Juliyatmono, beredar di Facebook.
Dalam video itu, Juliyatmono meminta warga menganggap COVID-19 varian Omicron tidak ada.
(Tara Wahyu)
