Konten dari Pengguna

Cita-cita Mulia Ustaz Aceng yang Ingin Sembuh dari Penyakit Distonia

BenihBaik

BenihBaik

Tanam Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari BenihBaik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cita-cita Mulia Ustaz Aceng yang Ingin Sembuh dari Penyakit Distonia/Dok: BenihBaik
zoom-in-whitePerbesar
Cita-cita Mulia Ustaz Aceng yang Ingin Sembuh dari Penyakit Distonia/Dok: BenihBaik

Pengobatan yang dilakukan selama ini yaitu dibawa terapi, akupuntur, dan minum obat-obatan. Sayangnya, terapi yang dilakukan tidak ada efek sama sekali. Melakukan pengobatan di RSUD Kota Bogor, dokter tidak menganjurkan operasi karena memang penyakit distonia tidak diperbolehkan operasi.

Penyakit distonia adalah kondisi medis yang memengaruhi gerakan tubuh. Kondisi ini terjadi ketika otot-otot berkontraksi tanpa sadar sehingga menyebabkan gerakan berulang atau memutar. i

Ini dapat memengaruhi satu bagian tubuh (distonia fokal), dua atau lebih bagian yang berhubungan (distonia segmental), atau seluruh bagian tubuh (distonia general). Kontraksi otot (spasme) dapat ringan atau berat dan dapat mempengaruhi kinerja atau aktivitas seseorang.

Berawal saat Ustaz Aceng (52 tahun) sedang membawa motor dan tiba-tiba jatuh hingga tak sadarkan diri karena kedua tangannya kaku tidak bisa digerakan.

Terhitung kurang lebih sudah 12 tahun dari kejadian awal Ustaz Aceng berjuang untuk sembuh dari penyakit distonia. Saat ini kondisinya sungguh memprihatinkan karena kekurangan biaya untuk berobat rutin ke rumah sakit.

Cita-cita Mulia Ustaz Aceng yang Ingin Sembuh dari Penyakit Distonia/Dok: BenihBaik

Parahnya, apabila telat minum obat sehari saja, maka Ustaz Aceng akan terkapar tidak bisa duduk, badannya langsung kaku semua. Ustaz Aceng yang saat ini tinggal di Leuwisadeng, Bogor bingung mencari biaya untuk pengobatan. Apalagi ia masih memiliki 4 orang anak yang kini masih sekolah.

Keinginan Ustaz Aceng untuk bisa kembali mengajar ngaji anak santrinya sangat besar. Namun harus terhalang karena kondisinya saat ini. Ada beberapa pengobatan ditanggung oleh BPJS, sehingga sedikit meringankan biaya pengobatan.

Namun ada obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, sehingga Ustaz Aceng membutuhkan bantuan biaya dari TemanBaik. Ustaz Aceng juga membutuhkan biaya setidaknya Rp 55 juta untuk pembelian kursi roda, tongkat jalan, hingga biaya transportasi untuk pergi berobat.

TemanBaik, mari wujudkan keinginan Ustaz Aceng agar bisa kembali mengajar ngaji santrinya. Yuk! Bantu kesembuhan Ustaz Aceng melalui BenihBaik.com/Ustaz Aceng.

embed from external kumparan