Konten dari Pengguna

Tradisi Banjar Mendunia! Mahasiswa UMBJM Bawa Bapukung ke Ajang PKM

bepukungrem project

bepukungrem project

Kegiatan kami ialah melakukan penelitian mengenai bapukung yang di liha dari budaya dan kesehatan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari bepukungrem project tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

TIM BAPUKUNG
zoom-in-whitePerbesar
TIM BAPUKUNG

Tradisi bapukung dalam budaya Banjar merupakan warisan leluhur yang memiliki makna praktis, kesehatan, dan spiritual. Dahulu, kebiasaan ini dilakukan karena para ibu sibuk dengan aktivitas rumah tangga seperti bertani, berdagang, atau memasak. Dengan memukung bayi, mereka dapat bekerja tanpa terganggu karena bayi tidur lebih tenang. Selain itu, bapukung diyakini bermanfaat untuk kesehatan bayi, seperti membantu pembentukan postur tubuh, menjaga kekuatan leher, serta mencegah cedera atau keseleo.

Menurut tokoh adat, bapukung bukan sekadar menidurkan bayi, tetapi juga sarat dengan nilai etika dan pendidikan. Ketika bayi dipukung, biasanya disertai dengan lantunan nyanyian bernuansa religius yang dipercaya dapat menanamkan rasa kasih sayang, memperkuat ikatan batin antara ibu dan anak, menumbuhkan kedisiplinan, efisiensi, serta pengenalan nilai agama sejak dini. Tradisi ini mencerminkan media pendidikan yang diwariskan turun-temurun untuk menanamkan nilai kasih sayang.

Dari sisi teknis, posisi bayi saat dipukung harus tepat: kaki sedikit ditekuk, tangan ditata dengan rapi, dan punggung disangga agar tidak bungkuk. Ikatan kain tidak boleh terlalu kencang agar bayi tetap leluasa bergerak dan menyesuaikan posisi. Bayi yang dipukung biasanya tidur lebih lama, sekitar 3–4 jam. Namun, tidak semua orang mampu mempraktikkan bapukung dengan benar karena dibutuhkan keterampilan dan pengalaman.

Secara keseluruhan, wawancara ini menegaskan bahwa bapukung bukan hanya cara untuk menidurkan bayi, tetapi juga tradisi yang memuat nilai kesehatan, keamanan, pendidikan, kasih sayang, serta unsur budaya dan religius yang patut dilestarikan.