Para Jagoan MotoGP Musim 2017

kumparanSPORTverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Aksi para pembalap MotoGp di tikungan. (Foto: Dok. MotoGp)
zoom-in-whitePerbesar
Aksi para pembalap MotoGp di tikungan. (Foto: Dok. MotoGp)

MotoGP musim 2017 siap dimulai. Balapan pertama yakni Grand Prix Qatar akan bergulir pada Minggu (26/3) mendatang. Musim ini, ada 23 pebalap dari 12 tim yang siap bertarung di 18 Grand Prix guna menjadi yang tercepat untuk merengkuh gelar juara dunia.

Jika berbicara mengenai unggulan, mungkin Anda akan menyebut nama-nama seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, atau sang juara bertahan, Marc Marquez. Namun tunggu dulu, kami dari kumparan (kumparan.com) mencoba mengumpulkan daftar para jagoan MotoGp musim 2017 ini dan muncul beberapa nama yang siap memberikan kejutan.

Siapa saja? Simak daftar berikut:

Valentino Rossi

Jika berbicara calon kuat juara MotoGP, maka nama Rossi wajib masuk dalam daftar. Bukan tanpa alasan, selama setidaknya dua dekade terakhir, pria Italia ini selalu menjadi unggulan dan berada di papan atas klasemen. Kendati usianya sudah 38, musim lalu saja Rossi mampu berada di peringkat kedua.

Motor Rossi dilengkai kamera OnBoard 2016. (Foto: Dok. MotoGp)
zoom-in-whitePerbesar
Motor Rossi dilengkai kamera OnBoard 2016. (Foto: Dok. MotoGp)

Peraih titel juara dunia MotoGP tujuh kali ini pun diyakini masih akan balapan dengan trengginas dan siap bersaing untuk meraih gelar juara pada musim ini. Terlebih, Rossi saat ini sudah kehilangan "rival" satu tim karena Lorenzo telah hengkang ke Ducati. Mungkin hal tersebut bisa membuatnya lebih fokus bersama Yamaha dan mampu kembali menggegerkan dunia.

Marc Marquez

Marquez siap kembali menjadi kampiun pada musim ini. Musim lalu memang musim yang manis untuknya, bagaimana tidak, ia mampu memenangi lima balapan untuk kemudian keluar sebagai juara di akhir musim. Pada musim ini pun pria Spanyol berharap ia mampu lebih cepat. Marquez pun diuntungkan dengan perbaikan yang dilakukan Honda agar membuatnya lebih kompetitif musim ini.

Marquez enggan jemawa di musim 2017 ini. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Marquez enggan jemawa di musim 2017 ini. (Foto: Pixabay)

Hal terpenting yang harus dilakukan Marquez adalah bagaimana ia harus meminimalisir kesalahan-kesalahan yang bisa membuatnya terpeleset dari jalur juara seperti pada musim 2015 lalu. Selain itu, Marquez juga harus bisa mempertahankan gaya bertarungnya dan daya juangnya di lintasan untuk selalu menjadi yang tercepat.

Jorge Lorenzo

Lorenzo sebenarnya tidak diuntungkan (dan diunggulkan) pada musim ini. Alasannya tentu ia baru saja bergabung dengan Ducati setelah delapan tahun berada di zona nyaman bersama Yamaha. Kini, pria Spanyol seolah-olah sedang kembali ke titik nol kariernya. Lorenzo memang membutuhkan adaptasi dengan Ducati kendati ia sudah cukup baik di tes pramusim.

Pemain MotoGP, Jorge Lorenzo. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pemain MotoGP, Jorge Lorenzo. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Lorenzo adalah pebalap yang mendetail dan perfeksionis dalam hal teknis. Karenanya, jika saja pada musim perdana ini antara dirinya dan Ducati masih belum klop benar, maka mungkin ia akan terpeleset. Namun, jika ternyata kedua pihak sudah saling menyatu, bukan tidak mungkin Lorenzo membawa kesuksesan untuk Ducati pada musim ini seperti era Casey Stoner.

Maverick Vinales

Dialah calon kejutan pada musim ini. Hal itu dikarenakan pada musim ini, Vinales akan memperkuat tim Yamaha dan menjadi rekan Valentino Rossi. Dengan berada di tim unggulan nan "mewah", potensi dan bakat besar Vinales diyakini akan semakin terlihat. Dan itu sudah dipertunjukkannya sejak tes pramusim.

X post embed

Pada tes pramusim Valencia, Sepang, hingga Qatar, pebalap berpaspor Spanyol itu kerap kali menjadi yang tercepat. Mengungguli para seniornya seperti Rossi, Lorenzo, atau Marquez. Karenanya, setelah musim lalu mampu mengejutkan dan berhasil menduduki peringkat empat di akhir musim, pebalap berusia 22 tahun itu siap tampil menggila dan meraih hasil yang lebih maksimal dari sekadar empat besar.

Dani Pedrosa

Pedrosa sebenarnya tak pernah tampil begitu baik dalam suatu musim. Namun ia juga tak pernah tampil buruk. Boleh dibilang, performa pria Spanyol itu konsisten dalam setiap musimnya. Dia memang belum pernah meraih gelar juara. Namun selama 11 musim kariernya di MotoGP, Pedrosa tak pernah keluar dari enam besar klasemen. Karena konsistensinya itulah ia layak masuk daftar ini.

X post embed

Tapi lebih dari itu, pada musim ini diyakini Pedrosa bakal tampil dan balapan dengan lebih baik dibanding musim lalu. Hal itu juga diperkuat oleh perbaikan di pelbagai aspek yang dilakukan oleh timnya, Repsol Honda. Karenanya, Pedrosa bisa saja tak lagi hanya sekadar konsisten, namun ia juga bisa mengejutkan publik dan lawan-lawannya.

Andrea Dovizioso

Dovi --sapaan akrab sang pebalap-- semakin nyetel bersama Ducati. Setelah pada musim lalu mengakhiri musim di peringkat kelima, pria Italia itu jelas menginginkan prestasi yang lebih baik pada musim ini. Kedatangan Jorge Lorenzo sebagai rekan satu tim bisa juga membuatnya lebih termotivasi.

instagram embed

Yang dibutuhkan mantan juara kelas 125cc ini tinggal menambah konsistensinya dan mengurangi kesalahan-kesalahan yang membuatnya kerap terpeleset pada musim lalu. Karena sebenarnya, satu kemenangan plus empat podium yang diraihnya menunjukkan kualitas Dovi memang bagus dan masih bisa lebih baik.

Cal Crutchlow

Crutchlow adalah kejutan berikutnya pada daftar ini. Ia diyakini bakal kembali tampil sebagai "perusak" dalam setiap balapan yang bisa membuat pebalap-pebalap unggulan lain kewalahan. Pada musim lalu, pebalap Britania Raya ini mampu mengakhiri musim di peringkat ketujuh klasemen. Yang menarik, hasil itu ia raih setelah mampu memenangi dua balapan.

X post embed

Ya, Grand Prix Ceko dan Grand Prix Austria mampu dirajai oleh Crutchlow musim lalu. Sementara pada Grand Prix Jerman dan Grand Prix Britania --kandangnya sendiri-- pebalap berusia 31 tahun itu mampu berada di urutan kedua. Dan pencapaian-pencapaian tak terduga seperti itulah yang diyakini bisa membuat Crutchlow terus mencuat.

Andrea Iannone

Sama seperti Lorenzo, permasalahan Iannone pada musim ini adalah adaptasi. Pasalnya, pebalap Italia itu baru hengkang dari Ducati menuju Suzuki pada musim ini. Akan tetapi, Iannone masih memiliki kesempatan untuk tetap tampil baik seperti musim lalu di mana ia berhasil memenangi satu balapan dan berdiri tiga kali di podium.

X post embed

Iannone pun diuntungkan dengan berpartner dengan pebalap muda, Alex Rings, di Suzuki. Hal ini bisa membuat fokus pabrikan asal Jepang itu lebih mengarah ke Iannone. Pebalap berusia 27 tahun pun diharapkan mampu melebihi sukses Vinales yang membawa Suzuki ke peringkat empat musim lalu.