Viking (Masih) Ingin Djadjang Nurdjaman Diberi Kesempatan

Persib bergejolak, Bandung tengah memanas. Semua itu terjadi setelah laga melawan Bhayangkara FC, Minggu (4/6) lalu di Stadion Patriot. Kala itu, Persib menelan kekalahan dengan skor 0-2.
Dalam laga tersebut --tepatnya setelah gol kedua Bhayangkara FC, puncak protes dari para Bobotoh terjadi. Beberapa Bobotoh turun ke lapangan, melakukan protes langsung kepada para pemain Persib. Sementara cerawat terus menyala di tribun Stadion Patriot. Mereka menyatakan kekecewaannya setelah kurang lebih selama satu bulan ini tim kesayangannya urung meraih kemenangan.
Puncaknya kemudian sang pelatih, Djadjang Nurdjaman, menyampaikan niatnya untuk mundur. Djadjang memang merupakan salah satu pihak yang paling disalahkan terkait hasil buruk itu dan Bobotoh meminta ia segera bisa memperbaiki situasi. Tapi karena Persib kalah, Bobotoh pun semakin kesal.
[Baca Juga: Djadjang Nurdjaman Berniat Mundur dari Persib]
"Itu bentuk kekecewaan mendalam dari Bobotoh," ujar Yana Umar, dirijen salah satu organisasi Bobotoh, Viking Persib Club (VPC), seperti dilansir dari situs resmi klub.
"Itu bentuk kecintaan kepada Persib yang diharapkan bisa memetik kemenangan setelah sebelumnya kalah. Tapi yang terjadi berturut-turut harus kembali kalah. Ini bentuk perhatian. Kalau tidak ada respons dari kami, berarti kami tidak peduli," tambah dia.

Menanggapi pengunduran Djadjang sendiri, Yana mengungkapkan apabila ia tidak terlalu setuju. Menurutnya, pelatih berusia 52 tahun itu masih pantas diberikan kesempatan. Terlebih menurut Yana, pihak manajemen diharapkannya juga tak melakukan intervensi. Artinya, Djadjang harus bekerja sebagai pelatih dengan kewenangan penuh.
"Kalau menurut saya coba kasih kesempatan pada pertandingan berikutnya. Buktikan, dan jangan ada intervensi. Supaya pelatih leluasa meramu tim. Selain pelatih dan pemain, alangkah baiknya manajemen juga dievaluasi. Sehingga didapatkan satu solusi untuk memperbaiki tim yang begitu dicintai Bobotoh ini," jelas dia.
Sementara itu, VPC sendiri sebagai salah satu organisasi suporter Persib dengan jumlah anggota yang sangat banyak juga mengeluarkan sikapnya. Berdasar rapat internal yang mereka lakukan pada Senin (5/6) mereka mengeluarkan lima poin terkait niat pengunduran diri Djanur dan juga Umuh Muchtar sebagai manajer.
Lima poin itu, pertama, VPC meminta Djadjang Nurdjaman dan Umuh Muchtar tidak tergesa-gesa untuk menyatakan mundur. Kedua, VPC tetap memberikan dukungan kepada Djadjang dan Umuh sesuai dengan fungsinya agar tidak mundur dari Persib selama putaran pertama Liga 1 2017 masih berjalan.
Ketiga, Bilamana pada akhir putaran pertama prestasi dan performa Persib masih stagnan, demi tim kebangaan, VPC tidak akan menahan Djadjang dan Umuh untuk mundur. Keempat, VPC meminta awak Persib beserta jajaran manajerial menjadikan rapor minor di pertengahan putaran pertama Liga 1 2017 ini sebagai bahan evaluasi.

[Baca Juga: Persib, Ferrari yang Tak Lagi Melaju Kencang]
Dan terakhir, sebagaimana yang telah diungkapkan Yana sebelumnya, VPC meminta pelatih yang karib disapa Djanur itu diberikan kebebasan untuk meramu tim. Dalam hal ini, VPC tidak mengindahkan pihak manapun yang hendak mengintervensi kewenangan pelatih. Begitu lima poin yang mereka sampaikan dalam situs resminya.
Gejolak yang dialami Persib ini sebenarnya tidaklah terlalu baik untuk mereka. Tentu hal seperti itu akan sedikit-banyak mengganggu kondisi tim. Padahal kita tahu saat ini Persib berada di papan tengah dan target yang mereka usung di kompetisi Liga 1 adalah menjadi juara. Apabila tidak ada penyelesaian, bisa jadi justru hasil buruk bisa terus menaungi "Maung Bandung".
