Berikan Protein Gandeng 8 Kementerian & Perguruan Tinggi Ciptakan Wirausaha Muda

Berikan Protein Initiative
Dengan Kemandirian Protein, Bersama Cerdaskan Indonesia.
Konten dari Pengguna
4 November 2021 10:43 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berikan Protein Initiative tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kick-Off & Executive Keynote Berikanpreneur 2021 pada 2 November 2021 dihadiri oleh 8 Kementerian, BUMN dan 33 rektor perguruan tinggi.
zoom-in-whitePerbesar
Kick-Off & Executive Keynote Berikanpreneur 2021 pada 2 November 2021 dihadiri oleh 8 Kementerian, BUMN dan 33 rektor perguruan tinggi.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan kualitas atau level pembangunan sebuah negara. Sejak tahun 2010, IPM Indonesia terus menerus mengalami pertumbuhan secara konsisten. Namun sejak tahun 2020, pertumbuhan IPM di tingkat nasional dan daerah menghadapi tantangan besar dengan tumbuh melambat akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan sebagian besar negara di dunia. Hal ini menjadi tantangan bagi Indonesia untuk bisa meningkatkan kualitas SDM Indonesia untuk menjemput momentum bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045 melalui pengembangan wirausaha muda berkualitas dengan berkolaborasi lintas sektor antara pemerintah, bisnis, komunitas, perguruan tinggi dan masyarakat.
ADVERTISEMENT
Pada 2 November 2021, Berikan Protein Initiative bekerjasama dengan Kemendikbudristek, KemenkopUKM, BRIN, KSP, KKP, Kemenkes, Kemenperin, Kemenkomarves dan PT. Kimia Farma Tbk untuk menyelenggarakan kegiatan Kick-Off Event Berikanpreneur 2021 dengan tema Berikan Wirausaha Muda Berkualitas. Kegiatan ini hadiri oleh 33 rektor perguruan tinggi, tenaga pendidik, akademisi dan komunitas di seluruh Indonesia untuk bergerak bersama-sama mewujudkan SDM unggul untuk kemajuan Indonesia.
Dalam sambutannya, Founder dari Berikan Protein Initiative, Yogie Arry, menyampaikan bahwa “Indeks Pembangunan Manusia Indonesia pada tahun 2020 menempatkan Indonesia di peringkat 107 dari 189 negara dan kondisi ini tak banyak berubah dalam 5 tahun terakhir. Salah satu penyebabnya karena kita masih harus berjuang dalam pengentasan masalah gizi buruk dan stunting yang berdampak buruk pada produktivitas kerja SDM Indonesia karena menjadi rentan masalah kesehatan.”
Yogie Arry, Founder Berikan Protein Initiative
Ia juga menambahkan bahwa dampak kerugian dalam bidang kesehatan yang juga menghambat pembangunan manusia, mengakibatkan kemiskinan intergenerasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. “Indonesia dirugikan lebih dari US$ 5 Milliar per tahun atau setara hilangnya 2-3% dalam produk domestik bruto. Kecukupan konsumsi kalori dan protein menjadi kunci status gizi masyarakat. Data protein meter kami menggambarkan realitas yang menunjang, yaitu 82% responden mengalami kekurangan gizi protein (defisit protein).”, ujar Yogie.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam kelautan dan perikanan sebagai sumber protein yang sangat melimpah yang bisa menjadi solusi permasalahan gizi dan upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat luas.
Pandangan yang sama juga disampaikan oleh Kepala Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, Doddy Izwary, menyebutkan, “Masalah gizi buruk sudah sebaiknya menjadi perhatian bersama. Saat ini Indonesia tengah membuat RUTF secara mandiri yang berasal dari Hidrolisat Protein Ikan (HPI) yang kedepannya ini bisa menjadi solusi pengentasan masalah stunting”
Dalam kegiatan ini, Berikan Protein Initiative mengajak pemerintah, akademisi, media dan seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam misi besar mewujudkan Wirausaha Muda Berkualitas berbasis sociotechnopreneur di bidang bioteknologi hasil perikanan dan kelautan berbasis HPI sebagai akselerator peningkatan persentase kewirausaan bangsa, penumbuhan pusat ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan nelayan melalui hilirisasi produk perikanan, peningkatan nilai tambah produk, peningkatan gizi masyarakat serta peningkatan kualitas SDM anak bangsa.
ADVERTISEMENT
Salah satu wujud konkritnya adalah dengan meluncurkan kompetisi bisnis nasional, Berikanpreneur: Start-Up Activation yang bekerja sama dengan Departemen Teknologi Pangan IPB. Kompetisi bisnis ini terbuka secara umum untuk seluruh mahasiswa program sarjana maupun diploma di seluruh Indonesia untuk mendapatkan pelatihan dan inkubasi bisnis untuk mengangkat produk pangan lokal unggulan bergizi dengan total hadiah berupa modal usaha sebesar 250 juta rupiah
“Berikanpreneur: Startup Activation hadir untuk mengajak anak muda untuk berani berwirausaha dengan produk berkualitas dan memiliki dampak sosial yang tinggi khususnya untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia melalui berbagai inovasi diversifikasi produk pangan lokal unggulan”, ujar Maqbulatin Nuha selaku Co-Founder dan CEO Berikan Protein Initiative.