kumparan
26 Maret 2020 10:56

Nana Mirdad Berteman Dekat dengan Bapak yang Kabur dari Karantina di Bali

Nana Mirdad
Nana Mirdad. Foto: Munady Widjaja
Beberapa waktu lalu, ada bapak dan anak di Bali yang kabur dari tempat karantina virus di UPTD Bapelkesmas. Artis Nana Mirdad mengetahui mengenai kejadian tersebut.
ADVERTISEMENT
Lewat Instagram Story, Nana Mirdad menceritakan kronologi kejadian itu. Ia mengetahuinya karena berteman dekat dengan keluarga bapak yang dianggap kabur dari tempat karantina.
Nana Mirdad mengatakan bahwa bapak dan anak itu bukanlah pasien yang terjangkit virus corona. Awalnya sang ayah menjemput kedua anaknya yang baru pulang dari Inggris.
“Tony menjemput anak-anaknya (Isis dan Erica) yang baru tiba dari UK di airport. Pada saat itu mereka berdua melalui pemeriksaan temperatur dan keduanya menunjukkan temperatur normal. Pada saat itu temperatur Isis adalah 36,3 celcius,” tulis Nana.
Pharmaton bersama kumparan
Nana Mirdad dan Andrew White di acara Pharmaton bersama kumparan bertajuk "Stamina Prima, Tubuh Tetap Fit Terjaga". Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Isis dan Erica menggunakan maskapai Qatar Airways. Entah kenapa, dari 40 penumpang yang ada malam itu hanya Isis yang dipanggil ke ruang imigrasi meski temperaturnya normal. Bahkan, Erica diperbolehkan pulang.
ADVERTISEMENT
“Imigrasi mengatakan kalau Isis harus menjalani tes rapid meskipun tidak ada symptom apa-apa, namun mereka enggak punya alat tes itu, jadi mereka akan menahan Isis di karantina sampai test itu didapat,” tulis Nana Mirdad.
Nana mengatakan Tony ikut ke tempat karantina karena ia tidak mungkin meninggalkan anak perempuannya yang masih remaja seorang diri. Sampai tempat karantina, dikatakan bahwa alat tes baru akan tersedia setelah Nyepi.
Nana Mirdad
Nana Mirdad. Foto: Munady Widjaja
Nana menuturkan setelah sekian lama berada di tempat karantina, Tony yang tanpa dibekali alat pelindung diri memutuskan untuk membawa anaknya pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, kata Nana, Tony langsung memanggil dokter. Dokter menyatakan Isis berada dalam kondisi sehat. Sang dokter memberikan health certificate kepada Isis.
ADVERTISEMENT
Namun, menurut Nana, malam itu rumah Tony didatangi oleh lebih dari 100 orang. Tony sudah menunjukkan health certificate, namun tidak diterima. Tony dan Isis dipaksa untuk balik ke tempat karantina.
“Melewati hari Nyepi di karantina tanpa pemeriksaan kesehatan ataupun standar APD yang seharusnya,” tulis Nana.
nana mirdad
Nana Mirdad menceritakan mengenai bapak dan anak yang dianggap kabur dari tempat karantina corona di Bali. Foto: ig @nanamirdad
Dalam unggahanya tersebut, Nana menyayangkan peristiwa yang dialami oleh Isis. Apalagi Isis berada dalam kondisi sehat.
“Jika mereka sakit maka petugas berhak menahan. Tapi jika mereka sehat? Pemerintah strongly advise self quarantine. Bukan pengambilan paksa dan acak di airport seperti ini. Apalagi anak ini baru 17 tahun. Dipisah dari kakaknya di airport meskipun dia sehat?” tulis istri Andrew White ini.
“Dari mana saya tahu kronologis ini? Karena Tony sekeluarga adalah teman dekat saya dan Andrew. Saya sangat prihatin melihat mereka diperlakukan seperti ini,” lanjutnya.
Pharmaton bersama kumparan
Nana Mirdad dan Andrew White di acara Pharmaton bersama kumparan bertajuk "Stamina Prima, Tubuh Tetap Fit Terjaga". Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Menurut Nana, seharusnya tidak boleh dilakukan pengambilan secara acak, seperti yang dialami oleh Isis.
ADVERTISEMENT
“Metode ini rasanya tidak adil dan tidak tepat menurut saya. Kita enggak bisa seenaknya saja mengambil orang yang tidak menunjukan gejala di airport dan memisahkannya dari keluarganya,” tulis Nana Mirdad.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan