Konten dari Pengguna

Sinopsis Film Gara-gara Warisan, Tayang di Bioskop 30 April 2022

Berita Artis

Berita Artis

Membicarakan apa saja seputar artis

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Artis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Poster film Gara-gara Warisan. Foto: Instagram/@starvisionplus
zoom-in-whitePerbesar
Poster film Gara-gara Warisan. Foto: Instagram/@starvisionplus

Film Gara-gara Warisan akan tayang di bioskop pada 30 April 2022. Ini merupakan film perdana yang digarap Muhadkly Acho sebagai sutradara.

Film Gara-gara Warisan dibintangi di antaranya oleh Indah Permatasari, Oka Antara, Yayu Unru, Ira Wibowo, dan Ge Pamungkas.

Sementara itu, Ernest Prakasa dan Chan Parwez bertindak sebagai produser dalam film Gara-gara Warisan.

Sinopsis Film Gara-gara Warisan

Adegan dalam film Gara-gara Warisan. Foto: Youtube/@StarvisionPlus

Film Gara-gara Warisan menceritakan tentang sebuah keluarga dengan tiga orang anak, yaitu Adam (Oka Antara), Laras (Indah Permatasari), dan Dicky (Ge Pamungkas).

Mereka bertiga diminta untuk pulang dan ikut membantu mengelola sebuah Guest House milik Dahlan (Yayu Unru), ayah mereka.

Dengan imbalan, barang siapa yang membantu mengelola dengan baik akan mendapatkan keuntungan 70% dari pendapatan Guest House tersebut. Ketiganya merasa dapat menjalankan permintaan sang ayah, hingga saling berebut satu sama lain.

embed from external kumparan

Mengetahui kesempatan tersebut, Adam dan Laras saling berlomba mempersiapkan hal-hal untuk memajukan Guest House milik Dahlan itu agar mendapatkan keuntungan yang lebih. Adam yang sebelumnya bekerja di bank memutuskan untuk resign dan mengelola Guest House keluarga tersebut.

Namun, perjalanan mereka tak selamanya mulus. Suatu ketika, Dicky yang merupakan anak bungsu, mengalami masalah keuangan, hingga Dahlan memutuskan untuk menjual Guest House yang menjadi warisannya itu. Keputusan sang ayah membuat kedua anaknya, Laras dan Adam, marah besar.

Keberadaan ibu sambung mereka (Ira Wibowo) yang selalu mendukung keputusan penjualan dari harta warisan satu-satunya yang dimiliki oleh Dahlan membuat konflik keluarga tersebut semakin memuncak.