Konten dari Pengguna

1 Lot Saham Berapa Lembar, Ini Penjelasan Lengkapnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi 1 Lot Saham Berapa Lembar. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi 1 Lot Saham Berapa Lembar. Foto: Shutter Stock

Berapa lembar 1 Lot saham? pertanyaan ini yang banyak dicari pemula saat baru terjun di dunia saham. Lantas, Lot saham itu apa sih? simak penjelasan berikut ini.

Saat akan membeli saham, kamu akan mengisi jumlah satuan saham yang dibeli dengan satuan lembar. Berdasarkan aturan Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi jual beli saham minimal dilakukan dalam 1 lot saham.

Lot adalah satuan standar untuk menyebut nominal instrumen keuangan yang diperjualbelikan dalam bursa.

1 Lot Berapa Lembar Saham di Indonesia

Sebelum tahun 2014, Bursa Efek Indonesia menetapkan standar 1 lot saham berapa lembar, yakni sebanyak 500 lembar. Akan tetapi, berdasarkan kebijakan terbaru, standar jumlah lembar 1 lot saham setara dengan 100 lembar saham.

Jumlah lembar saham dalam satu lot diperkecil dengan alasan agar pasar modal Indonesia menjadi lebih likuid. Dengan jumlah lot yang lebih kecil, harapannya investor ritel juga bisa berinvestasi di pasar modal.

Di Indonesia, BEI telah menetapkan batasan minimal 1 Lot pembelian saham. 1 Lot saham sama dengan 100 saham. Lalu berapakah harga yang dibandrol tiap 1 Lot?

Berapa Harga 1 Lot lembar?

Ilustrasi 1 Lot Saham Berapa Lembar. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Harga yang ditawarkan tiap perusahaan sekuritas berbeda-beda, kamu dapat mengecek harga saham langsung di laman resmi BEI. BEI menyediakan informasi dari berbagai perusahaan hingga terdapat ratusan perusahaan saham.

Mengutip dari kumparan (12/4), sebagai contoh, harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berada di level Rp 30.625 per lembar. Untuk bisa berinvestasi di BBCA investor harus membeli minimal 1 lot saham yang berisi 100 lembar. Artinya kamu harus menyiapkan dana Rp 3.062.500 hanya untuk memiliki 1 lot saham BBCA. Bagi sebagian investor ritel, nilai tersebut cukup besar dan butuh modal.

3 Tips Berinvestasi 1 Lot Saham Bagi Pemula

Penetapan 1 lot saham berapa lembar oleh bursa efek kesannya memberatkan, terutama bagi investor pemula. Berikut tiga tips berinvestasi saham dengan mudah dan tetap menguntungkan.

1. Yuk, ketahui harga lot saham

Sebelum membeli saham suatu perusahaan, hal penting yang perlu kamu pelajari adalah berapa rata-rata harga 1 lot saham dari perusahaan target investasi. Faktanya, makin tinggi reputasi perusahaan, harga saham per lotnya juga akan semakin besar.

2. Menabung agar bisa beli 1 lot saham atau lebih

Langkah kedua mengakali harga 1 lot saham dengan menabung terlebih dulu. Jika perusahaan target investasi kamu punya harga saham per lot yang tinggi, kamu bisa menyimpan alokasi dana terlebih dulu dan menabungnya sampai cukup untuk beli saham 1 lot.

3. Mulailah dari saham perusahaan kecil

Banyak investor pemula punya impian memiliki persentase saham perusahaan blue chip. Akan tetapi, masalahnya harga 1 lot saham blue chip bisa mencapai belasan ribu hingga jutaan rupiah.

Maka dari itu, sebagai pemula sebaiknya kamu mulai investasi saham di perusahaan kecil terlebih dulu. Setelah dana tabungan investasi makin banyak, kamu bisa memberanikan diri membeli saham perusahaan lainnya yang lebih besar.

Jadi sekarang sudah tahu kan 1 lot saham berapa lembar? Yuk, mulai melakukan perhitungan berapa budget yang harus kamu kumpulkan sebelum membeli saham. Semangat berinvestasi, ya!

Frequently Asked Question Section

Apa itu lot saham?

chevron-down

Lot adalah satuan standar untuk menyebut nominal instrumen keuangan yang diperjualbelikan dalam bursa.

Apa alasan satu lot saham diperkecil menjadi 100 lembar?

chevron-down

Jumlah lembar saham dalam satu lot diperkecil dengan alasan agar pasar modal Indonesia menjadi lebih likuid. Dengan jumlah lot yang lebih kecil, harapannya investor ritel juga bisa berinvestasi di pasar modal.

Bagaimana tips membeli saham?

chevron-down

Sebagai pemula sebaiknya kamu mulai investasi saham di perusahaan kecil terlebih dulu. Setelah dana tabungan investasi makin banyak, kamu bisa memberanikan diri membeli saham perusahaan lainnya yang lebih besar.

(SRS)