10 Aplikasi Investasi Jangka Pendek yang Terdaftar di OJK

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dengan berkembangnya teknologi, investasi kini dapat dilakukan secara daring (online) melalui situs web dan aplikasi ponsel. Tidak selalu bermodal besar, masyarakat bisa menanamkan dana dengan nominal kecil melalui aplikasi investasi jangka pendek yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kemudahan akses ini memungkinkan siapa saja untuk mulai mengelola uang dan memantau pertumbuhan aset kapan saja dan di mana saja. Terlebih lagi, kehadiran berbagai platform digital resmi ini turut memperluas kesempatan bagi berbagai kalangan untuk belajar berinvestasi dengan risiko yang lebih terukur.
Apa itu Investasi Jangka Pendek?
Berdasarkan Buku Referensi Investasi Pasar Modal karya Destina Paningrum, investasi jangka pendek merupakan investasi yang dapat segera dicairkan selama setahun atau kurang. Tujuannya untuk memberdayakan kas agar memperoleh keuntungan dari penjualan surat berharga di kemudian hari.
Apabila harga surat berharga yang dimiliki kursnya lebih tinggi daripada kurs beli, maka investor akan mendapatkan keuntungan atau disebut sebagai capital gain. Selain itu, investasi jangka pendek juga dilakukan agar tidak terjadi kas menganggur (idle cash).
Contoh Instrumen Investasi Jangka Pendek
Menurut Modul Akuntansi Keuangan 2 oleh Dy Ilham Satria, instrumen yang dapat digolongkan sebagai investasi jangka pendek, di antaranya:
Deposito berjangka waktu 3-12 bulan dan/atau yang dapat diperpanjang secara otomatis (revolving deposits).
Pembelian Surat Utang Negara (SUN) pemerintah jangka pendek dan pembelian Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
Daftar Aplikasi Investasi Jangka Pendek
Adapun beberapa aplikasi investasi jangka pendek yang terdaftar di OJK:
1. Ajaib
Ajaib merupakan aplikasi investasi untuk membeli reksa dana, saham, obligasi, aset kripto, saham Amerika Serikat (AS), dan aset global lainnya.
Aplikasi yang dikembangkan oleh PT Ajaib Teknologi Indonesia ini bisa digunakan untuk berinvestasi dengan modal mulai dari Rp10.000 untuk reksa dana atau satu lot saham untuk pasar saham.
2. Pluang
Pluang adalah aplikasi jual, beli, dan trading saham AS maupun saham Indonesia.
Selain itu, aplikasi yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Bumi Santosa Cemerlang ini juga bisa digunakan untuk investasi beragam aset, mulai dari kripto, emas, hingga reksa dana.
3. Bibit
Bibit merupakan aplikasi reksa dana yang membantu investor pemula untuk mulai menanamkan modal.
Dengan menggunakan riset pemenang Nobel Prize dan Modern Portfolio Theory, aplikasi ini dapat menyesuaikan investasi reksa dana yang cocok dengan profil risiko, usia, hingga keadaan finansial investor.
4. Bareksa
Bareksa merupakan marketplace finansial dan investasi yang telah mendapatkan lisensi resmi sebagai Agen Penjual Reksadana dari OJK sejak 2016.
Selain menawarkan produk reksa dana, aplikasi yang dikembangkan PT Bareksa Marketplace Indonesia ini menjadi salah satu mitra distribusi Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara daring dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
5. Pintu
Pintu adalah aplikasi yang dapat digunakan untuk membeli, menjual, menyimpan, dan mengirim aset kripto, seperti Bitcoin, Ethereum, dan ratusan token digital lainnya.
Aplikasi yang dirilis PT Pintu Kemana Saja ini didesain agar mudah digunakan oleh pemula hingga para investor profesional.
6. Stockbit
Berizin dan diawasi oleh OJK, PT Stockbit Sekuritas Digital meluncurkan aplikasi Stockbit sejak 2013 lalu.
Tak hanya untuk berinvestasi, aplikasi Stockbit juga bisa digunakan bagi para pemula yang ingin berdiskusi dan memperoleh hasil analisis profil risiko sesuai keadaan finansial.
7. Growin’ by Mandiri Sekuritas
Growin’ adalah aplikasi digital trading yang dirilis PT Mandiri Sekuritas pada awal 2025 silam.
Aplikasi Growin’ menawarkan berbagai fitur yang mendukung strategi trading, seperti Simple Investing untuk saham, reksa dana, obligasi, dan syariah, hingga Cutiing-Edge Stock Chart yang mampu menganalisis secara teknikal untuk mendukung keputusan investasi.
8. tanamduit
tanamduit merupakan aplikasi investasi yang menyediakan beragam pilihan instrumen, mulai dari reksa dana, SBN ritel, dan emas. Platform digital yang dimiliki PT Mercato Digital Asia ini berizin dan diawasi oleh OJK.
9. IPOT
IPOT (Indo Premier Online Technology) adalah aplikasi keuangan terintegrasi yang dikembangkan oleh PT Indo Premier Sekuritas.
Melalui aplikasi ini, investor dapat menikmati berbagai fitur pendukung, termasuk tools analisis dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang membantu otomatisasi dalam memantau dan bertransaksi.
10. MotionTrade
MotionTrade merupakan aplikasi besutan PT MNC Sekuritas untuk transaksi trading dan investasi saham. Selain itu, aplikasi MotionTrade juga menawarkan layanan transaksi produk pasar modal lainnya, seperti reksa dana, obligasi, ETF (Exchange-Traded Fund), dan Waran Terstruktur.
Itulah beberapa aplikasi investasi jangka pendek yang terdaftar di OJK. Kehadiran platform-platform ini tentu menjadi solusi praktis bagi para pemula yang ingin mengoptimalkan dana menganggur dalam kurun waktu singkat.
Baca Juga: 5 Platform Aplikasi Trading yang Aman untuk Mulai Investasi
(MDP)
