10 Saham Dividen Terbesar 2026 yang Menarik untuk Dilirik

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mendapatkan penghasilan tambahan tanpa harus aktif bekerja setiap hari merupakan impian bagi banyak orang. Melalui strategi yang tepat, mengumpulkan keuntungan dari daftar 10 saham dividen terbesar 2026 bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk mewujudkan rencana tersebut.
Memilih saham dari jajaran emiten ini akan menjaga stabilitas modal dalam jangka panjang. Selain itu, perusahaan yang sehat juga akan memberikan potensi keuntungan berupa bagi-bagi laba yang rutin setiap tahunnya.
Daftar Saham Dividen Terbesar 2026
Seluruh data emiten di bawah ini diambil dari laporan indeks IDX High Dividend 20 (IDXHIDIV20) per April 2026 oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Indeks ini merupakan kumpulan 20 saham di bursa yang sudah disaring, karena rajin membagikan dividen selama 3 tahun berturut-turut dan mempunyai persentase keuntungan yang tinggi.
Urutan peringkatnya disusun berdasarkan besarnya bobot atau pengaruh saham di dalam indeks. Hal ini mencerminkan ukuran raksasa perusahaan dan kelancaran transaksinya di pasar.
Berikut ini 10 emiten yang paling menguasai porsi indeks dividen per April 2026:
1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
Bank Mandiri menduduki peringkat pertama dengan porsi bobot indeks sebesar 15,11%. Bank milik pemerintah ini selalu mencetak laba bersih yang sangat besar dari tahun ke tahun.
2. PT Astra International Tbk (ASII)
ASII berada di urutan kedua dengan kontribusi bobot indeks sebesar 13,83%. Perusahaan raksasa ini memiliki banyak cabang bisnis, mulai dari otomotif, perkebunan, hingga jasa keuangan.
3. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
BBRI menempati posisi ketiga dengan porsi bobot indeks sebesar 13,51%. Fokus utamanya dalam menyalurkan kredit ke pengusaha kecil yang membuat bisnis bank ini terus tumbuh subur.
4. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
BBCA berada di peringkat keempat dengan kepemilikan bobot indeks sebesar 12,46%. Bank swasta terbesar di Indonesia ini sangat terkenal karena manajemennya dan teknologi layanannya.
5. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
Telkom Indonesia mengisi urutan kelima dengan porsi bobot indeks sebesar 10,20%. Sebagai pemimpin pasar di bidang telekomunikasi dan internet, perusahaan ini menjadi salah satu pilihan para investor yang ingin menanamkan modal.
6. PT United Tractors Tbk (UNTR)
UNTR berada di posisi keenam dengan sumbangan bobot indeks sebesar 7,99%. Bisnis utama perusahaan ini adalah menjual alat berat dan menjalankan pertambangan.
7. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
ADRO menduduki peringkat ketujuh dengan nilai bobot indeks sebesar 4,74%. Saham perusahaan energi ini mencatatkan kinerja harga yang baik sepanjang tahun berjalan.
8. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
BBNI menempati urutan kedelapan dengan porsi bobot indeks sebesar 4,62%. Langkah pembenahan internal yang dilakukan manajemen diketahui dapat mendongkrak perolehan laba bersih perusahaan.
9. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
PT Bukit Asam Tbk berada di posisi kesembilan dengan kontribusi bobot indeks sebesar 3,66%. Perusahaan tambang batu bara milik negara ini sangat terkenal di kalangan investor, karena tidak pernah absen membagikan labanya.
10. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN menutup jajaran sepuluh besar dengan kepemilikan bobot indeks sebesar 2,91%. Sebagai pengelola jaringan gas bumi nasional, usaha yang dijalankannya memiliki peran yang sangat penting bagi industri.
Daftar Sektor Penguasa Dividen 2026
Berdasarkan data IDX High Dividend 20 (IDXHIDIV20) per April 2026, dividen mengalir dari beberapa bidang usaha. Berikut ini tiga sektor utama yang paling mendominasi porsi indeks dividen:
Sektor keuangan (finance) sebesar 45,7% dari total indeks.
Sektor industri (industrials) sebesar 21,8% dari total indeks.
Sektor energi (energy) sebesar 15,4% dari total indeks.
Demikian daftar 10 saham dividen terbesar 2026 yang dikumpulkan berdasarkan performa nyata di pasar modal. Perlu dipahami bahwa setiap keputusan investasi sepenuhnya tetap berada di tangan diri-sendiri. Data dalam artikel hanya bersifat edukasi dan informasi.
Baca Juga: 7 Tips Membeli Saham untuk Para Investor Pemula
(MDP)
