3 Cara Menghitung Margin Keuntungan Perusahaan

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengetahui cara menghitung margin keuntungan dalam suatu perusahaan atau bisnis lainnya, merupakan hal yang penting. Selain mengetahui cara menghitungnya, mengetahui pengertian margin keuntungan pun juga sama pentingnya.
Dalam dunia bisnis, margin sendiri pasti berkaitan dengan keuntungan. Untuk bisa mengetahui apakah suatu perusahaan mengalami keuntungan atau malah sebaliknya, diperlukan cara menghitung margin suatu bisnis tersebut.
Pada dasarnya, margin bisnis terdiri atas tiga jenis, yaitu margin laba bersih (Profi Margin), margin laba kotor (Gross Margin), dan margin laba operasional (Operaing Margin). Ketiga jenis perhitungan ini tentunya memiliki cara atau rumus yang berbeda. Namun sebelum mengetahuinya, kita perlu membahas terlebih dahulu terkait pengertian margin.
Apa Itu Margin Keuntungan dalam Bisnis
Istilah margin tak hanya berkaitan dengan dunia bisnis saja. Tetapi juga berkaitan dengan dunia investasi. Jika margin dalam bisnis punya arti sebagai persentase keuntungan yang diterima suatu usaha dari kegiatan produksinya atau jasa yang ditawarkannya.
Maka, margin dalam dunia investasi atau juga disebut sebagai margin trading memiliki arti sebagai fasilitas pinjaman dari broker perusahaan sekuritas kepada para investor. Hal tersebut bertujuan agar para investor dapa melakukan transaksi saham lebih dari modal awal yang dimilikinya.
Dalam artikel kali ini, Berita Bisnis akan membahas margin keuntungan, bukan margin trading. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) margin ialah tingkat selisih antara biaya produksi dan harga jual di pasar.
Sementara itu mengutip buku Passion to Profits, margin keuntungan merupakan patokan yang digunakan bagi banyak bidang usaha guna mengukur keuntungan atau kesuksesan suatu usaha. Ukuran keuntungan ini dilihat dari uang yang dihasilkan dengan uang yang membebankan suatu usaha.
Namun, jika mengutip buku Smart Leadership – Being A Decision Maker #1, margin keuntungan ialah profitabilitas atau indikator strategi penetapan harga dari perusahaan, dan seberapa baik perusahaan dapat mengendalikan biaya. Penghitungan margin berguna untuk mengetahui keuntungan atau laba bersih dari total pendapatan yang diterima suatu usaha.
Jenis-jenis Margin Keuntungan dan Cara Menghitungnya
Jenis-jenis Margin Keuntungan dan Cara Menghitungnya
Seperti yang sudah dijabarkan di atas. Margin keuntungan terdiri atas tiga jenis, yakni margin laba bersih (Profi Margin), margin laba kotor (Gross Margin), dan margin laba operasional (Operaing Margin). Untuk lebih jelasnya, sebagai berikut:
1. Margin Laba Bersih
Bagi Anda yang ingin menghitung keuntungan dengna menggunakan margin laba bersih, bisa menghitungnya dengan total pendapatan dikurangi harga pokok penjualan (HPP), dan biaya utilitas lainnya, seperti pajak, sewa, investasi, dan lain-lain. Berikut rumusnya: Margin Bersih = (Total Pendapatan – HPP – Biaya Operasional – Biaya Pajak – Biaya Lain-lain) / Total Pendapatan) x 100%
2. Margin Laba Kotor
Untuk bisa menghitung margin laba kotor, Anda bisa menghitungnya dengan cara total pendapatan dikurangi dengan harga pokok penjualan (HPP), yang kemudian dibagi dengan total pendapatan, lalu dikali 100 persn. Berikut rumusnya: Margin Kotor = (Total Pendapatan – HPP) / Total Pendapatan x 100%
3. Margin Laba Operasional
Tujuan dari perhitungan menggunakan margin laba operasional ialah menghitung keuntungan perusahaan dari pendapatan, dengan biaya operasional yang mencakup seluruh total penjualan, utilitas, administrasi, serta yang lainnya. Namun perhitungan ini tidak termasuk pajak, utang, dan biaya di luar operasional. Berikut rumusnya: Margin Operasional = (Total Pendapatan / Pendapatan Operasional) x 100%
(NNR)
