Konten dari Pengguna

3 Contoh Negosiasi dalam Bekerja yang Bisa Dipelajari

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi negosiasi. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi negosiasi. Foto: Pexels

Keterampilan negosiasi sangat diperlukan di mana saja, terutama di tempat kerja. Sebab, di tempat kerja akan terjadi proses interaksi antara dua negosiator atau lebih, yang saling berusaha untuk menemukan titik temu dalam kepentingan bersama.

Maka dari itu, penting untuk mempelajari contoh negosiasi dalam bekerja agar tidak merugikan diri sendiri. Simak terus uraian artikel Berita Bisnis berikut ini untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut seputar negosiasi dan contoh penerapannya di dunia kerja.

Pengertian Negosiasi

Ilustrasi negosiasi. Foto: Pexels

Negosiasi secara umum diartikan sebagai tawar-menawar yang dilakukan untuk mendapatkan kesepakatan bersama. Biasanya, hal ini dilakukan dalam dunia bisnis, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di beberapa bidang kehidupan lainnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak yang lain.

Menurut Robbins dalam buku Komunikasi Bisnis karya Reza Nurul Ichsan, negosiasi adalah sebuah proses yang di dalamnya ada dua pihak atau lebih bertukar barang dan jasa dan berupaya menyepakati tingkat kerja sama tersebut bagi mereka.

Berdasarkan pengertian di atas, disimpulkan bahwa negosiasi adalah proses tawar-menawar atau perundingan antara dua atau lebih pihak yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan bersama dalam hal-hal tertentu, seperti harga, waktu, atau kualitas produk atau layanan.

Baca juga: 3 Contoh Negosiasi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Tujuan Negosiasi

Tujuan utama negosiasi adalah mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dan memuaskan bagi kedua belah pihak yang terlibat dalam proses negosiasi atau perundingan. Adapun tujuan lainnya, yaitu:

  • Mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dan memuaskan bagi kedua belah pihak

  • Meningkatkan hubungan antara kedua belah pihak

  • Meningkatkan kepercayaan antara kedua belah pihak

  • Mengatasi perbedaan dan mencari solusi bersama terhadap masalah atau konflik

  • Meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam hubungan bisnis atau organisasi

  • Meningkatkan keuntungan atau mengurangi kerugian finansial

  • Mempertahankan reputasi baik dan meminimalkan risiko dalam keputusan bisnis atau organisasi

  • Meningkatkan pemahaman dan kesadaran antara kedua belah pihak tentang isu-isu yang dibahas dalam proses negosiasi.

Contoh Negosiasi dalam Bekerja

Contoh negosiasi dalam bekerja. Foto: Pexels

Agar semakin paham, berikut beberapa contoh negosiasi dalam bekerja yang dapat dipelajari sebagaimana dihimpun dari buku Komunikasi dan Negosiasi Bisnis Berbasis HOTs oleh Lenti Susanna Saragih, dkk.

1. Negosiasi Gaji

Proses ini biasanya terjadi pada saat interview kerja, di mana pelamar dan pemberi kerja berunding untuk mencapai kesepakatan tentang jumlah gaji yang akan diterima oleh pekerja.

Negosiasi gaji umumnya melibatkan diskusi tentang tingkat pengalaman, keterampilan dan tanggung jawab pekerja, serta anggaran perusahaan.

2. Negosiasi Mengambil Cuti Kerja

Setiap karyawan memiliki hak untuk mendapatkan cuti dengan alasan-alasan tertentu. Saat mengajukan permohonan cuti kerja, seorang karyawan juga perlu memiliki skill negosiasi untuk meyakinkan atasan agar disetujui.

Dalam negosiasi ini, karyawan harus menjelaskan alasan ia membutuhkan cuti dan memastikan tugas-tugasnya tetap terselesaikan saat ia tidak bekerja.

Sementara itu, atasan harus mempertimbangkan kebutuhan bisnis dan apakah cuti karyawan tersebut akan mempengaruhi tugas-tugas lain atau tidak.

3. Negosiasi Mengajukan Permintaan Kenaikan Jabatan

Dalam berkarier tentunya seseorang ingin naik jabatan agar mendapat keuntungan lebih baik ke depannya. Jika memiliki skill negosiasi, seorang karyawan boleh saja mengajukan permintaan kenaikan jabatan kepada atasan.

Namun, hal ini juga harus tetap dibarengi dengan memahami pola karier perusahaan dan membuat daftar prestasi serta kontribusi yang telah dilakukan selama bekerja di perusahaan.

Keberhasilan negosiasi permintaan kenaikan jawaban tergantung pada keterbukaan antara karyawan dan atasan untuk bekerja sama menemukan solusi yang sesuai.

(NDA)