3 Contoh Permintaan Potensial Berdasarkan Daya Beli dalam Kehidupan Sehari-hari

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam konsep ekonomi, permintaan merujuk pada jumlah barang atau jasa yang diminta konsumen dalam tingkatan, harga, dan periode tertentu. Permintaan ini merupakan wujud dari pemenuhan kebutuhan sehari-hari setiap manusia.
Besarnya jumlah permintaan biasanya dipengaruhi oleh harga jual barang atau jasa. Semakin murah harga jual barang atau jasa yang ditawarkan, permintaan pasti akan bertambah, begitu pula sebaliknya.
Menurut Dwika Lodia Putri, dkk dalam Buku Ajar Pengantar Ekonomi Mikro, permintaan dapat dibedakan berdasarkan daya beli konsumennya. Salah satu jenis permintaan berdasarkan daya belinya adalah permintaan potensial.
Simak uraian artikel Berita Bisnis di bawah ini untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut beserta contoh permintaan potensial berdasarkan daya beli.
Pengertian Permintaan Potensial Berdasarkan Daya Beli
Nana Supriatna, dkk, menjelaskan dalam buku IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah), permintaan potensial adalah permintaan yang disertai dengan kemampuan konsumen untuk membeli, tetapi belum melakukan transaksi.
Sederhananya, seorang konsumen telah memiliki daya beli atau kemampuan untuk membeli suatu barang atau jasa, namun ia belum melaksanakannya. Tertundanya transaksi pembelian ini bisa dipengaruhi beberapa faktor, baik internal maupun eksternal.
Misalnya, individu tidak membeli suatu barang meski memiliki uang lantaran memang belum membutuhkannya. Contoh lainnya, seseorang tidak akan membeli suatu barang yang sudah dimilikinya, kecuali barang itu rusak.
Baca juga: Permintaan Agregat: Pengertian, Komponen, dan Rumusnya
Contoh Permintaan Potensial Berdasarkan Daya Beli
Dikutip dari buku Sukses UN SMA/MA IPS 2016 yang ditulis oleh Tim Study Center, berikut contoh permintaan potensial berdasarkan daya beli dalam kehidupan sehari-hari:
Bambang ingin membeli sepeda motor, ia juga memiliki uang sesuai harga motor tersebut, tetapi ia akhirnya menggunakan uang itu untuk membeli keperluan lain yang lebih penting.
Ida memiliki uang yang cukup untuk membeli televisi baru, tetapi ia belum mempunyai keinginan untuk membeli televisi.
Adi mempunyai uang 10 juta. Uang itu bisa digunakan untuk membeli laptop yang diinginkannya. Namun, karena ia masih punya laptop, Adi memutuskan untuk tidak membelinya.
(NDA)
