35 Contoh Soal Tes Kebanksentralan PCPM BI dan Kisi-kisinya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 14 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mempelajari contoh soal tes kebanksentralan PCPM BI (Penerimaan Pendidikan Calon Pegawai Asisten Manajer Bank Indonesia) menjadi langkah krusial yang perlu dilakukan. Langkah ini akan memperbesar peluang lulus, karena peserta dapat mengukur kesiapan diri.
Proses latihan yang konsisten sangat penting agar para pelamar terbiasa dengan karakteristik dan pola pertanyaan yang diujikan.
Dengan persiapan belajar, peserta diharapkan dapat mengerjakan seluruh rangkaian tes secara lebih percaya diri dan optimal.
Kisi-Kisi Soal Tes Kebanksentralan PCPM BI
Melansir laman Rekrutmen PCPM Bank Indonesia Angkatan 41, materi kebanksentralan merupakan bagian dari seleksi pengetahuan teknis. Tes ini diujikan secara daring (online) bersamaan dengan dua materi lain, meliputi pengetahuan umum dan bahasa Inggris.
Seleksi pengetahuan teknis dijadwalkan terlaksana pada pekan ketiga September 2026. Tes ini diselenggarakan setelah seleksi potensi dasar, di mana calon asisten manajer yang dapat mengikutinya harus lolos dua tes sebelumnya, yaitu seleksi administrasi dan potensi dasar.
Dirangkum dari berbagai sumber, Tes Pengetahuan Kebansentralan (TPK) terdiri dari 70 soal dengan durasi pengerjaan selama 50 menit. Soal-soal yang diuji disebut-sebut memiliki kemiripan dengan Tes Pengetahuan Umum (TPU).
Materi ujian kebansentralan mencakup regulasi, seperti Undang-Undang tentang Bank Indonesia dan mekanisme pelaporan lembaga kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Seluruh bahan dasar mengenai materi ini dapat dipelajari melalui laman resmi Bank Indonesia.
Peserta disarankan untuk rajin membaca berita ekonomi dan perbankan. Pemahaman mengenai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004 tentang Bank Indonesia dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan beserta amandemennya juga diperlukan.
Contoh Soal Tes Kebanksentralan PCPM BI
Sebagai bahan untuk melatih diri, berikut beberapa contoh soal tes kebanksentralan PCPM BI dan kunci jawabannya:
1. Evolusi Bank Sentral
1. Salah satu pemicu utama evolusi fungsi bank sentral di dunia dari sekadar bank sirkulasi menjadi lembaga penjaga stabilitas sistem keuangan adalah...
a. Meningkatnya kebutuhan cetak uang kertas untuk ekspansi wilayah
b. Terjadinya krisis keuangan global dan kegagalan sistem perbankan
c. Munculnya teknologi perbankan modern dan transaksi digital
d. Adanya dominasi perdagangan internasional antar negara
e. Keinginan pemerintah untuk membatasi hak monopoli penerbitan uang
Kunci jawaban: b.
2. Pada awal berdirinya setelah proses nasionalisasi De Javasche Bank, fungsi utama Bank Indonesia difokuskan pada...
a. Pengawasan penuh terhadap seluruh pasar modal dan lembaga keuangan nonbank
b. Penerbitan mata uang tunggal dan pelaksanaan fungsi sebagai bank sirkulasi
c. Mengatur alokasi anggaran belanja pemerintah pusat dan daerah
d. Menjadi lembaga penjamin simpanan tunggal bagi nasabah perbankan
e. Mengelola utang luar negeri seluruh perusahaan swasta di Indonesia
Kunci jawaban: b.
3. Dinamika perubahan lingkungan strategis global, seperti integrasi pasar keuangan internasional menuntut Bank Sentral untuk...
a. Mengurangi tingkat transparansi dalam merumuskan kebijakan moneter
b. Mengubah peran mendasar menjadi lembaga komersial pencari keuntungan
c. Memperkuat kerangka kebijakan makroprudensial dan pengawasan kehati-hatian
d. Membatasi kerja sama dengan lembaga keuangan Internasional
e. Menghentikan penggunaan instrumen moneter modern
Kunci jawaban: c.
4. Transformasi kelembagaan Bank Indonesia yang menegaskan kedudukannya sebagai lembaga negara yang independen bebas dari campur tangan pemerintah diatur dalam...
a. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1968
b. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999
c. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004
d. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2009
e. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023
Kunci jawaban: b.
5. Perkembangan teknologi finansial dan digitalisasi ekonomi sebagai bentuk perubahan lingkungan strategis direspons oleh Bank Indonesia melalui...
a. Penutupan akses transaksi keuangan berbasis internet
b. Penerbitan inovasi sistem pembayaran dan pengembangan mata uang digital
c. Penghentian seluruh perizinan penyedia jasa pembayaran baru
d. Penyerahan wewenang sistem pembayaran ke bank umum
e. Pemisahan fungsi pengawasan sistem pembayaran dari fungsi moneter
Kunci jawaban: b.
2. Kelembagaan Bank Sentral
1. Tujuan utama Bank Indonesia sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang telah beberapa kali diubah adalah...
a. Mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah
b. Mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara sepihak
c. Mengawasi kinerja operasional seluruh bank umum secara langsung
d. Membiayai seluruh pengeluaran APBN pemerintah
e. Menghimpun dana dari masyarakat umum dalam bentuk simpanan
Kunci jawaban: a.
2. Dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, Bank Indonesia merupakan lembaga negara yang independen dan bebas dari campur tangan...
a. Pemerintah dan pihak lain
b. Dewan Perwakilan Rakyat saja
c. Lembaga pemeringkat internasional
d. Organisasi masyarakat dan media
e. Sektor perbankan swasta saja
Kunci jawaban: a.
3. Kebijakan yang ditetapkan dan dilaksanakan oleh Bank Indonesia untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar dan suku bunga dalam perekonomian dinamakan...
a. Kebijakan fiskal
b. Kebijakan moneter
c. Kebijakan investasi
d. Kebijakan perdagangan
e. Kebijakan perpajakan
Kunci jawaban: b.
4. Badan yang memegang kekuasaan tertinggi di Bank Indonesia dalam menetapkan kebijakan umum dan memimpin pelaksanaan tugas bank sentral adalah...
a. Dewan Pengawas
b. Dewan Komisaris
c. Dewan Gubernur
d. Direksi Utama
e. Komite Manajemen
Kunci jawaban: c.
5. Salah satu bentuk hubungan Bank Indonesia dengan pihak internasional adalah...
a. Wajib menerima seluruh arahan kebijakan moneter dari organisasi asing
b. Dapat melakukan kerja sama dengan bank sentral negara lain dan lembaga internasional
c. Menjadi penjamin seluruh utang luar negeri sektor swasta
d. Mengatur sistem perpajakan di negara-negara mitra
e. Menentukan nilai tukar mata uang negara lain secara sepihak
Kunci jawaban: b.
3. Kebijakan Moneter
1. Konsep trilema kebijakan moneter menyatakan bahwa suatu negara tidak dapat secara bersamaan mencapai tiga kondisi, yaitu nilai tukar tetap, mobilitas modal bebas, dan...
a. Tingkat inflasi nol
b. Kebijakan moneter yang independen
c. Keseimbangan neraca perdagangan
d. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi
e. Kebijakan fiskal yang ekspansif
Kunci jawaban: b.
2. Dalam kerangka kerja kebijakan moneter di Indonesia, Bank Indonesia menerapkan kerangka pencapaian sasaran inflasi yang fleksibel. Penerapan strategi ini dikenal dengan istilah...
a. Fixed Exchange Rate Framework
b. Money Targeting Framework
c. Flexible Inflation Targeting Framework
d. Monetary Aggregate Targeting
e. Dual Currency System
Kunci jawaban: c.
3. Instrumen utama yang digunakan oleh Bank Indonesia dalam melakukan operasi moneter guna mengendalikan likuiditas pasar uang dan mencapai sasaran operasional, yaitu...
a. Penetapan tarif pajak korporasi
b. Suku bunga acuan BI-Rate
c. Penyesuaian bea masuk impor
d. Pengawasan perbankan secara mikroprudensial
e. Pemberian subsidi energi nasional
Kunci jawaban: b.
4. Pengelolaan aliran modal asing dan nilai tukar dilakukan oleh Bank Indonesia untuk mendukung kestabilan perekonomian. Salah satu indikator utama yang digunakan untuk mengukur ketahanan eksternal dari aspek moneter, yaitu...
a. Nilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
b. Tingkat pengangguran terbuka
c. Kecukupan cadangan devisa
d. Jumlah kas tunai di bank umum
e. Nilai investasi domestik bruto
Kunci jawaban: c.
5. Mekanisme transmisi kebijakan moneter menggambarkan bagaimana perubahan instrumen kebijakan mempengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Jalur transmisi yang bekerja melalui perubahan biaya pinjaman dan perolehan dana masyarakat, yaitu...
a. Jalur suku bunga
b. Jalur nilai tukar
c. Jalur harga aset
d. Jalur ekspektasi
e. Jalur kredit
Kunci jawaban: a.
4. Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial di Indonesia
1. Manakah dari pilihan berikut yang paling tepat menggambarkan definisi dari sistem keuangan?
a. Kumpulan lembaga keuangan yang hanya bertugas mengumpulkan dana dari masyarakat
b. Tatanan dalam perekonomian yang terdiri atas lembaga keuangan, pasar keuangan, infrastruktur keuangan, dan perusahaan nonkeuangan serta rumah tangga yang saling berinteraksi
c. Lembaga pemerintah yang berwenang mencetak uang tunai dan mengatur suku bunga
d. Pasar modal yang menjadi tempat khusus perdagangan saham dan obligasi pemerintah
e. Sistem pembayaran elektronik yang memfasilitasi transaksi jual beli antarnegara
Kunci jawaban: b.
2. Elemen utama sistem keuangan yang berfungsi sebagai tempat dilakukannya transaksi jual beli instrumen keuangan, seperti obligasi dan saham adalah...
a. Lembaga keuangan
b. Pasar keuangan
c. Infrastruktur keuangan
d. Otortas pengawas
e. Sistem pembayaran
Kunci jawaban: b.
3. Apa perbedaan utama antara fokus instrumen kebijakan makroprudensial dan kebijakan mikroprudensial?
a. Kebijakan makroprudensial berfokus pada risiko sistemik dan stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan, sedangkan mikroprudensial berfokus pada kesehatan individu lembaga keuangan
b. Kebijakan makroprudensial hanya mengatur bank swasta, sedangkan mikroprudensial mengatur bank milik negara
c. Kebijakan makroprudensial bertujuan mengatur suku bunga, sedangkan mikroprudensial mengatur pajak usaha
d. Kebijakan makroprudensial diawasi oleh Lembaga Penjamin Simpanan, sedangkan mikroprudensial diawasi oleh Kementerian Keuangan
e. Kebijakan makroprudensial berfokus pada transaksi luar negeri, sedangkan mikroprudensial berfokus pada pasar domestik
Kunci jawaban: a.
4. Instrumen kebijakan makroprudensial yang diterapkan oleh Bank Indonesia untuk membatasi rasio pinjaman terhadap nilai agunan pada sektor properti dinamakan...
a. Rasio Giro Wajib Minimum
b. Capital Countercyclical Buffer
c. Loan to Value Ratio
d. Loan to Deposit Ratio
e. Secondary Reserve Requirement
Kunci jawaban: c.
5. Forum antarotoritas yang menjadi wadah koordinasi antara Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan di Indonesia adalah...
a. Lembaga Koordinasi Perbankan Nasional
b. Komite Stabilitas Sistem Keuangan
c. Dewan Moneter dan Jasa Keuangan
d. Badan Pengawas Pasar Modal dan Keuangan
e. Majelis Pengarah Kebijakan Moneter
Kunci jawaban: b.
5. Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah
1. Sistem pembayaran merupakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi. Unsur utama yang membedakan sistem pembayaran dari aktivitas keuangan lainnya adalah keterlibatan instrumen, lembaga, mekanisme, dan infrastruktur dalam memproses perpindahan dana tersebut.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku di Indonesia, wewenang untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran berada di tangan...
a. Kementerian Keuangan
b. Otoritas Jasa Keuangan
c. Bank Indonesia
d. Lembaga Penjamin Simpanan
e. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi
Kunci jawaban: c.
2. Dalam kerangka kebijakan pengelolaan uang Rupiah di Indonesia, Bank Indonesia senantiasa memastikan ketersediaan uang dalam jumlah yang cukup, nominal yang sesuai, dan kualitas yang baik.
Salah satu pilar penting dalam pengelolaan uang Rupiah yang menjamin distribusi uang mencakup seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah...
a. Pilar Ketersediaan Uang Rupiah
b. Pilar Pengedaran Uang Rupiah
c. Pilar Pemusnahan Uang Rupiah
d. Pilar Pencetakan Uang Rupiah
e. Pilar Perencanaan Uang Rupiah
Kunci jawaban: b.
3. Bank Indonesia memiliki peran sentral dalam memastikan stabilitas sistem pembayaran dan efisiensi alur transaksi ekonomi. Manakah dari pilihan berikut yang merupakan landasan hukum utama dalam mengatur sistem pembayaran di Indonesia...
a. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011
b. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia
c. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992
d. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100 Tahun 2020
e. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2015
Kunci jawaban: b.
4. Tahapan pengelolaan uang Rupiah dilakukan secara akuntabel dan transparan melalui beberapa urutan proses. Urutan tahapan pengelolaan uang Rupiah yang tepat dimulai dari perencanaan hingga akhir siklus hidup uang adalah...
a. Perencanaan, Pencetakan, Pengeluaran, Pengedaran, Pencabutan dan Penarikan, Pemusnahan
b. Pencetakan, Perencanaan, Pengeluaran, Pengedaran, Pemusnahan, Pencabutan dan Penarikan
c. Perencanaan, Pengeluaran, Pencetakan, Pengedaran, Pencabutan dan Penarikan, Pemusnahan
d. Perencanaan, Pencetakan, Pengedaran, Pengeluaran, Pemusnahan, Pencabutan dan Penarikan
e. Pencetakan, Perencanaan, Pengedaran, Pengeluaran, Pencabutan dan Penarikan, Pemusnahan
Kunci jawaban: a.
5. Untuk mendukung kedaulatan ekonomi nasional, setiap transaksi yang dilakukan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib menggunakan uang Rupiah.
Gerakan yang digaungkan oleh Bank Indonesia guna menumbuhkan kesadaran dan kebanggaan masyarakat terhadap mata uang nasional dinamakan...
a. Indonesia Mandiri Rupiah
b. Gerakan Bersama Rupiah
c. Cinta Bangga Paham Rupiah
d. Rupiah Kedaulatan Bangsa
e. Edukasi Uang Rupiah
Kunci jawaban: c.
6. Bauran Kebijakan Bank Indonesia
1. Mengapa bank sentral perlu menerapkan bauran kebijakan pasca terjadinya Krisis Keuangan Global (GFC)?
a. Kerangka inflasi tunggal dinilai tidak cukup untuk mengatasi risiko stabilitas sektor keuangan.
b. Bauran kebijakan merupakan satu-satunya cara untuk menghapuskan inflasi secara total.
c. Kebijakan moneter tradisional terbukti tidak dapat digunakan untuk mengatur suku bunga.
d. Sektor keuangan tidak memiliki keterkaitan dengan stabilitas ekonomi makro.
e. Bank sentral tidak lagi memiliki wewenang dalam mengatur kebijakan suku bunga acuan.
Kunci jawaban: a.
2. Pelajaran utama yang diperoleh dari peristiwa Krisis Keuangan Global (GFC) dalam pengelolaan ekonomi makro adalah...
a. Stabilitas harga secara otomatis menjamin stabilitas sistem keuangan.
b. Kebijakan suku bunga tunggal sudah memadai untuk mengatasi seluruh ketidakseimbangan ekonomi.
c. Integrasi antara stabilitas moneter dan stabilitas sistem keuangan sangat krusial.
d. Krisis keuangan hanya disebabkan oleh faktor eksternal yang tidak dapat diprediksi.
e. Bank sentral harus menyerahkan wewenang pengawasan keuangan kepada pemerintah.
Kunci jawaban: c.
3. Dalam menavigasi trilema kebijakan moneter, bauran kebijakan bank sentral berfungsi untuk...
a. Menghilangkan keterbukaan lalu lintas modal secara mutlak.
b. Memberikan fleksibilitas dalam mengelola stabilitas nilai tukar, independensi moneter, dan mobilitas modal.
c. Memaksa negara untuk menerapkan sistem kurs tetap tanpa batasan modal.
d. Mengurangi keterlibatan instrumen makroprudensial dalam menjaga stabilitas pasar.
e. Memastikan bahwa suku bunga domestik selalu mengikuti suku bunga luar negeri.
Kunci jawaban: b.
4. Salah satu pilar utama dalam kerangka Bauran Kebijakan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan adalah kombinasi antara...
a. Kebijakan suku bunga, kebijakan nilai tukar, dan kebijakan makroprudensial.
b. Kebijakan pajak, kebijakan moneter, dan kebijakan subsidi energi.
c. Kebijakan perdagangan, kebijakan tarif, dan kebijakan suku bunga.
d. Kebijakan operasional pasar, kebijakan impor, dan kebijakan fiskal.
e. Kebijakan penetapan harga barang, kebijakan moneter, dan kebijakan ekspor.
Kunci jawaban: a.
5. Bentuk sinergi dan koordinasi Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dilakukan melalui kerja sama erat dengan...
a. Bank-bank swasta asing di wilayah regional.
b. Lembaga pemeringkat internasional dan investor asing.
c. Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
d. Organisasi perdagangan internasional dan bursa efek.
e. Perusahaan multinasional dan lembaga penyedia pinjaman luar negeri.
Kunci jawaban: c.
7. Kebijakan Pendukung
1. Kerangka kebijakan internasional Bank Indonesia dirancang untuk memperkuat ketahanan sektor eksternal dan mendukung stabilitas makroekonomi nasional.
Salah satu fokus utamanya adalah pengelolaan risiko yang timbul dari dinamika perekonomian global. Apa tujuan utama dari pelaksanaan kerja sama internasional bilateral oleh Bank Indonesia?
a. Memperluas ketergantungan pasar domestik terhadap komoditas impor negara mitra
b. Mengurangi jumlah cadangan devisa nasional melalui transaksi internasional
c. Memperkuat hubungan perdagangan dan stabilitas keuangan antar dua negara
d. Menggantikan peran mata uang domestik dengan mata uang asing secara menyeluruh
e. Menghapuskan seluruh regulasi tarif impor barang dari negara mitra
Kunci jawaban: c.
2. Bank Indonesia secara aktif berpartisipasi dalam berbagai forum ekonomi global untuk memberikan kontribusi nyata. Pengaruh dan peran aktif Indonesia dalam forum internasional bertujuan untuk membawa manfaat langsung bagi perekonomian nasional.
Apa bentuk manfaat dari kontribusi aktif tersebut?
a. Menolak seluruh bentuk investasi asing yang masuk ke dalam negeri
b. Memperkuat posisi tawar dan menyuarakan kepentingan negara berkembang
c. Mengisolasi sistem keuangan domestik dari perkembangan teknologi global
d. Mendorong kenaikan biaya transaksi perdagangan lintas negara
e. Membatasi kerja sama investasi dengan negara-negara di kawasan regional
Kunci jawaban: b.
3. UMKM memiliki peran penting dalam struktur perekonomian Indonesia karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan usahanya.
Apa masalah utama yang sering dihadapi oleh UMKM saat ini?
a. Ketersediaan tenaga kerja ahli yang terlalu melimpah di pasar
b. Keterbatasan akses pembiayaan dan pemanfaatan teknologi digital
c. Rendahnya minat masyarakat lokal terhadap produk hasil UMKM
d. Tingginya pajak ekspor yang dikenakan khusus untuk usaha kecil
e. Terlalu banyaknya fasilitas pendaftaran usaha gratis dari pemerintah
Kunci jawaban: b.
4. Bank Indonesia menetapkan Kebijakan Pengembangan UMKM sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Strategi ini dijalankan melalui korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pembiayaan.
Apa tujuan akhir dari strategi korporatisasi UMKM tersebut?
a. Mengubah status seluruh UMKM menjadi perusahaan milik negara
b. Meningkatkan skala usaha dan efisiensi kelompok usaha UMKM
c. Mengurangi keterlibatan Bank Indonesia dalam pembinaan UMKM
d. Membatasi pemasaran produk UMKM hanya pada lingkup lokal
e. Menghajibkan UMKM untuk melakukan pinjaman luar negeri
Kunci jawaban: b.
5. Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia didasarkan pada blueprint yang disusun oleh Bank Indonesia dan pihak terkait.
Program ini memiliki tiga pilar utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Manakah yang termasuk ke dalam pilar utama blueprint tersebut?
a. Penguatan rantai nilai halal dan penguatan keuangan syariah
b. Penutupan akses modal bagi industri halal berbasis komunitas
c. Penghentian edukasi masyarakat mengenai literasi keuangan syariah
d. Pembatasan digitalisasi pada ekosistem industri halal nasional
e. Pengurangan peran lembaga zakat dan wakaf dalam perekonomian
Kunci jawaban: a.
Perlu diingat bahwa contoh soal tes kebanksentralan PCPM BI di atas disajikan hanya sebagai bahan pembelajaran dan gambaran umum. Naskah soal resmi dari seluruh rangkaian seleksi tidak pernah dipublikasikan oleh pihak Bank Indonesia kepada publik.
Baca Juga: Materi Kebanksentralan PCPM BI dan Daftar Contoh Soalnya
(MDP)
