4 Cara Menghitung Harga Wajar Saham untuk Pemula dan Rekomendasi Aplikasinya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghitung harga wajar saham untuk pemula bisa menggunakan berbagai metode perumusannya. Dalam menghitung nilai wajar (fair value), kamu harus mengetahui terlebih dahulu faktor penentu nilainya.
Mengutip dari laman Bursa Efek Indonesia, saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling populer. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrumen investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.
Maka, untuk mendapatkan profit berupa keuntungan, seorang pemula wajib mengetahui cara menghitung harga wajar saham (stock valuation) agar tidak mengalami kerugian saat investasi. Mari simak rekomendasi aplikasi pemantau saham berikut.
Parameter Penentu Nilai Wajar Saham
Mengutip dari buku Nilai Wajar Seluruh Saham listed di BEI (517 Emiten) yang ditulis oleh Buddy Setianto, berikut 9 hal-hal yang menjadi dasar dalam menentukan nilai wajar saham, yakni.
Pertumbuhan pendapatan rata-rata emiten per tahun.
Tingkat pengembalian (return) Surat Utang Negara (SUN). Kenaikan Yield Sun menyebabkan penurunan valuasi nilai wajar saham emiten begitu pula sebaliknya.
Belanja modal untuk ekspansi dan pengembangan dalam pembelian harta tak bergerak (fixed asset).
Laba bersih setelah pajak sudah dikurangi keuntungan atau kerugian pendapatan atas kepemilikan minoritas.
Utang jangka panjang karena nilai wajar optimis (nilai tertinggi) tidak memperhitungkan utang jangka panjang sebagai parameter.
Utang jangka pendek karena nilai wajar conservative (nilai terendah) menggunakan total utang.
Nilai wajar diskon tiap emiten hanya 30 persen dari full value (nilai penuh)
Jumlah saham yang beredar (listed stock) di bursa efek.
Dividen atau laba bersih emiten yang telah dikurangi jumlah laba yang ditahan. Dividen ditetapkan per lembar saham dan ada beberapa emiten yang tidak membagikan dividen.
Cara Menghitung Harga Wajar Saham
Cara Menghitung Harga Wajar Saham
Untuk mengetahui perhitungan harga wajar saham, terdapat beberapa metode yang dilakukan. Simak langkah-langkahnya.
1. Earnings Per Share (EPS)
EPS yaitu pendapatan bersih dari perusahaan dalam setahun setelah dikurangi saham preferen kemudian dibagi dengan jumlah saham yang beredar, atau singkatnya disebut dengan istilah laba per lembar saham. Dari perhitungan EPS kamu dapat mengetahui prospek pendapatan perusahaan dari tahun ke tahun. Sebagai ilustrasi, misalnya diketahui Perusahaan XYZ memiliki saham dengan nilai EPS Rp 775, maka saham tersebut menghasilkan laba sebesar Rp 775 di setiap lembar sahamnya. Earning Per Share (EPS) = (Laba bersih – Dividen preferen) / Jumlah saham yang beredar pada akhir periode
2. Price Book Value (PBV)
PBV atau Price to Book Value merupakan rasio harga saham terhadap pada nilai buku (nilai aset dalam pembukuan) dari suatu perusahaan. Nilai buku yang diperoleh dari Aktiva sampai kewajiban. Price book Value (PBV) = Harga Saham / Nilai Buku perlembar saham Contohnya, PT Aneka Tambang memiliki harga saham 2.660 dan nilai buku per lembar saham 846. Maka perhitungannya ialah: Nilai PBVnya adalah 2.660 / 846 = 3.14
3. Return on Equity (ROE)
Mengutip Jurnal Return on Asset, Return on Equity, dan Earning Per Share Berpengaruh Terhadap Return Saham karya Ni Putu Alma Kalya Almira dan Ni Luh Putu Wiagustini (2020), ROE menjadi cerminan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari setiap rupiah yang ditanamkan oleh pemegang saham. Return on Equity ROE = Laba bersih setelah pajak/ Total ekuitas saham x 100% Sebagai contoh, perusahaan ABC menggunakan pembiayaan dari modal investornya Rp 750.000.000 dan menghasilkan laba bersih sebesar Rp 450.000.000. Maka ROE nya adalah sebagai berikut : Rp. 450.000.000 / Rp. 750.000.000 X 100% = 60% ROE. Maka, rasio dari pengembalian modal pada perusahaan ABC sebesar 60%.
4. Price to Earnings Ratio
Metode PER adalah salah satu cara menghitung berapa harga wajar yang cocok untuk pemula. Untuk mencari harga wajar saham menggunakan PER sebaiknya dengan membandingkan PER dengan industri yang sejenis. Apabila PER perusahaan lebih besar dari rata-rata perusahaan sejenis, maka harga saham dianggap mahal dan sebaliknya semakin kecil nilai PER perusahaan dibandingkan yang lain, maka harga saham dianggap murah. Price To Earnings Ratio (PER) = Harga Saham / Laba Per Saham (EPS)
REO merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan modal sendiri yang dimiliki. ROE yang tinggi menggambarkan perusahaan yang berhasil menghasilkan keuntungan dari modal sendiri. Peningkatan ROE akan meningkatkan nilai jual perusahaan yang kemudian akan berimbas juga pada harga saham.
ROE yang rendah mencerminkan perolehan laba bersih suatu perusahaan yang rendah. Hal ini dapat berakibat kepada saham perusahaan yang kurang diminati investor sebagai akibat pembagian dividen yang rendah. Sehingga minat investor pada saham tersebut berkurang yang otomatis memengaruhi return saham.
Sebaliknya, ROE yang tinggi mencerminkan perusahaan yang sukses menghasilkan keuntungan dari modal sendiri. Peningkatan ROE turut menaikkan nilai jual perusahaan yang berkaitan dengan harga saham.
Return on Equity ROE = Laba bersih setelah pajak/ Total ekuitas saham x 100%
Aplikasi Menghitung Harga Wajar Saham
Untuk melihat dan menghitung harga wajar saham, kamu dapat menggunakan aplikasi berikut untuk pemantauan.
1. IDX Watch
IDX Watch merupakan aplikasi yang bekerja dengan cara menghitung Nilai Wajar (Fair Value) dari saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
2. Stockbit
Stockbit adalah aplikasi saham terpercaya. Semua transaksi saham dilakukan melewati perusahaan sekuritas, Stockbit Sekuritas, yang sudah dipercaya dan diawasi oleh OJK. Aplikasi ini sangat direkomendasikan untuk pemula yang ingin berinvestasi menggunakan saham.
3. RTI
Aplikasi ini sangat berguna bagi investor saham yang ingin menggunakan data dasar dalam analisisnya. RTI menyediakan data yang cukup lengkap, mulai dari data dasar hingga profil perusahaan dan pemilik.
(SRS)
