4 Perbedaan Wirausaha dan Pedagang yang Menarik Diketahui

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masyarakat umumnya menganggap bahwa wirausaha sinonim atau sama saja dengan pedagang. Padahal, wirausaha dan pedagang memiliki sejumlah perbedaan mendasar. Apa perbedaan wirausaha dan pedagang?
Perbedaan wirausaha dan pedagang dapat dilihat dari pengertian, sistem kerja, perencanaan usaha, hingga sudut pandangnya terhadap konsumen. Untuk mengetahui masing-masing penjelasannya, simak uraian di bawah ini.
Perbedaan Wirausaha dan Pedagang
Secara etimologi, wirausaha berasal dari kata “wira” yang berarti pejuang, dan “usaha” yang artinya perbuatan untuk mencapai sebuah tujuan. Dengan kata lain, wirausaha adalah seorang pejuang yang melakukan perbuatan untuk mencapai sebuah tujuan tertentu.
Mengutip buku Kewirausahaan yang diterbitkan oleh CV. Mitra Cendekia Media, wirausaha dapat dimaknai sebagai seseorang yang mampu bertransformasi, berinovasi, memiliki kreativitas tinggi, serta peka terhadap lingkungan sekitar.
Baca juga: Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta dalam Dunia Bisnis
Hal tersebut tentunya berbeda dengan wirausaha, pedagang adalah seseorang yang menjual suatu barang untuk mendapat keuntungan. Berikut beberapa perbedaan wirausaha dan pedagang lainnya, yang dirangkum dari berbagai sumber.
1. Sistem kerja
Dalam melakukan usahanya, pedagang akan mencari barang yang memiliki harga lebih murah atau di bawah harga jual dan akan dijual lagi dengan selisih harga yang akan menjadi keuntungan dari pedagang itu.
Hal tersebut tentunya berbeda dengan wirausaha, yang mana mereka bekerja dengan cara melihat dan menilai kesempatan dari suatu bisnis. Setelah itu, wirausaha akan mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk menciptakan bisnis dan mengambil tindakan yang tepat untuk mencapai kesuksesan.
2. Perencanaan usaha
Bagi seorang pedagang, perencanaan bisnis yang dilakukan tidak harus serumit atau sedetail wirausaha. Pedagang biasanya hanya mementingkan barang dagangannya untuk laku, lalu keuntungan akan didapatkan.
Sementara seorang wirausaha sudah pasti akan merencanakan usahanya dengan matang, baik dalam jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang, tergantung tingkat kesulitan bisnis tersebut untuk dibangun atau dikembangkan.
3. Waktu kerja
Sudah menjadi hal umum apabila pedagang menjalankan aktivitas usahanya sendiri dan tidak ada campur tangan orang lain. Hal ini membuat pedagang membutuhkan waktu yang banyak untuk menjalankan usahanya. Mereka pun juga hanya memiliki sedikit waktu untuk berinteraksi dengan relasi karena waktu yang digunakan hanya untuk berdagang.
Berbeda dengan wirausaha yang mana mereka memiliki sistem kerja dengan manajemen yang baik. Pengusaha tidak menjalankan bisnisnya sendiri, tetapi dibantu dengan tim yang membantu mengembangkan usahanya tersebut.
Dengan sistem kerja tersebut, bukan berarti pengusaha memiliki banyak waktu, justru pengusaha menghabiskan banyak waktunya untuk membangun relasi bisnis di mana-mana. Maka itu, waktu yang disediakan untuk mengawasi tim didelegasikan kepada tim manajemennya.
4. Sudut pandang terhadap konsumen
Seorang pedagang biasanya menganggap konsumen sebagai pembeli. Maka itu, pedagang akan berusaha untuk mendapatkan pembeli sebanyak-banyak untuk mendapatkan keuntungan.
Lain halnya dengan pengusaha, mereka lebih menjaga hubungan baik dengan konsumen dengan berusaha memberikan harga terbaik kepada konsumen dengan harapan konsumen puas dan menjadi pelanggan setia baginya.
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan wirausaha?

Apa yang dimaksud dengan wirausaha?
Wirausaha adalah seorang yang mampu bertransformasi, berinovasi, dan memiliki kreativitas tinggi untuk mencapai sebuah tujuan tertentu.
Apa yang dimaksud dengan pedagang?

Apa yang dimaksud dengan pedagang?
Pedagang adalah seseorang yang menjual suatu barang untuk mendapat keuntungan.
Bagaimana sistem kerja seorang pedagang?

Bagaimana sistem kerja seorang pedagang?
Dalam melakukan usahanya, pedagang akan mencari barang yang memiliki harga lebih murah atau di bawah harga jual dan akan dijual lagi dengan selisih harga yang akan menjadi keuntungan dari pedagang itu.
