Konten dari Pengguna

5 Alasan Krisis Moneter Jadi Penyebab Kegagalan Pemerintahan Soeharto Orde Baru

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi memahami alasan krisis moneter menjadi penyebab kegagalan pemerintahan Soeharto pada Orde Baru. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memahami alasan krisis moneter menjadi penyebab kegagalan pemerintahan Soeharto pada Orde Baru. Foto: Pexels

Memahami alasan krisis moneter menjadi penyebab kegagalan pemerintahan Soeharto pada Orde Baru sangatlah krusial bagi masyarakat Indonesia.

Dengan begitu, setiap orang dapat memetik pelajaran terkait tata kelola negara pada krisis 1997-1998 serta mengidentifikasi bahaya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Pengetahuan terhadap sejarah ini juga berperan penting dalam membangun sistem pengawasan yang lebih ketat terhadap jalannya roda pemerintahan. Melalui kesadaran bersama, bangsa Indonesia diharapkan mampu terhindar dari terulangnya peristiwa krisis ekonomi dan politik serupa di masa depan.

Kronologi Krisis Moneter di Indonesia

Ilustrasi kronologi krisis moneter di Indonesia. Foto: Pexels

Melansir jurnal Krisis Ekonomi Indonesia karya Elly Karmeli dan Siti Fatimah, krisis moneter yang terjadi di Indonesia bermula sejak Juli 1997. Ini ditandai dengan tertekannya nilai tukar rupiah menjadi Rp14.700 per 1 USD.

Pemerintah awalnya berupaya menangani krisis dengan melebarkan rentang intervensi hingga membebaskan kurs rupiah pada Agustus 1997. Namun, tekanan pasar yang tak terbendung memaksa Indonesia meminta bantuan International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional.

Sementara itu, upaya penyelamatan perbankan dilakukan melalui pencabutan izin usaha 16 bank, pembentukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), hingga pemberian jaminan simpanan untuk memulihkan kepercayaan publik. Puncak dari krisis ini pun berakhir pada masa transisi kekuasaan Soeharto ke B.J. Habibie.

Alasan Krisis Moneter Menjadi Penyebab Kegagalan Pemerintahan Soeharto Orde Baru

Krisis moneter 1997-1998 disebut sebagai dalang utama kegagalan rezim Orde Baru, karena memicu rentetan dampak negatif. Berikut alasan mengapa krisis ini menjadi pemicu jatuhnya pemerintahan Soeharto:

1. Timbulnya Krisis di Berbagai Bidang

Mengacu pada Modul Pembelajaran SMA Sejarah Indonesia Kelas XII karya Nansy Rahman, krisis moneter 1997-1998 memicu krisis multidimensi. Hal ini membuat pemerintah kehilangan kepercayaan dari rakyat.

2. Peningkatan Jumlah Keluarga Miskin

Berdasarkan buletin Krisis Moneter Indonesia: Sebab, Dampak, Peran IMF, dan Saran karya Lepi T. Tarmidi, dampak dari krisis ekonomi yang berkepanjangan adalah peningkatan jumlah keluarga miskin hingga menjadi sekitar 7,5 juta. Peningkatan jumlah penduduk miskin ini tidak terlepas dari jatuhnya nilai tukar rupiah.

3. Memicu Kecemasan di Tengah Masyarakat

Melansir jurnal Fenomena Rush terhadap Perbankan pada Masa Krisis Moneter di Indonesia, 1997-1998 karya Siti Solihah dan Djono, krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia menyebabkan masyarakat mengalami kepanikan.

Banyak nasabah yang mencairkan deposito dan membeli dolar secara besar-besaran, sehingga berdampak pada kondisi perbankan.

4. Lemahnya Keamanan Indonesia

Merujuk jurnal Tragedi Mei 1998: Bara Krisis Moneter, Api Sentimen Rasial, dan Jejak Reformasi yang Terbakar karya Muhammad Ijlal Aziz dkk., krisis moneter yang melanda Indonesia memicu ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintahan Orde Baru. Akibatnya, terjadi kerusuhan, penjarahan, dan kekerasan.

5. Praktik KKN Merajalela

Berdasarkan jurnal Proses Demokrasi di Indonesia Masa Orde Baru (1966-1998) (Kajian pada Mata Pelajaran Sejarah) oleh Marjum, kondisi ekonomi Indonesia terus memburuk seiring dengan krisis keuangan yang melanda Asia sejak 1997.

KKN semakin merajalela, sedangkan kemiskinan meningkat, akibatnya terjadi ketimpangan sosial yang memicu kerusuhan.

Faktor Penyebab Krisis Moneter di Indonesia

Terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya krisis moneter berkepanjangan pada 1997-1998, antara lain:

  • Sistem devisa yang bebas tanpa pengawasan, sehingga arus modal dan valas dapat mengalir keluar-masuk.

  • Tingkat depresiasi rupiah relatif rendah.

  • Utang luar negeri swasta jangka pendek dan menengah.

Demikian penjelasan mengenai alasan krisis moneter menjadi penyebab kegagalan pemerintahan Soeharto pada Orde Baru. Kegagalan dalam meredam gejolak ekonomi pada akhirnya menciptakan gelombang ketidakpercayaan publik sampai melahirkan era Reformasi.

Baca Juga: 5 Krisis Ekonomi Global Terparah Sepanjang Sejarah Dunia

(MDP)