5 Investasi Aman saat Rupiah Melemah

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sedang tertekan, sehingga memicu kekhawatiran di tengah masyarakat luas. Tak heran bila banyak orang yang mencari tahu instrumen investasi aman saat rupiah melemah.
Pasalnya, penurunan nilai mata uang domestik berpotensi menggerus daya beli masyarakat akibat lonjakan harga barang impor atau inflasi. Oleh sebab itu, memilih instrumen yang tepat sangat diperlukan agar dapat mengamankan nilai kekayaan.
Daftar Investasi Aman saat Rupiah Melemah
Berikut ini investasi yang bisa menjadi pilihan tepat ketika pelemahan nilai rupiah:
1. Emas
Berdasarkan jurnal Persepsi Masyarakat Indonesia terhadap Kenaikan Harga Emas sebagai Instrumen Investasi Jangka Panjang: Sebuah Tinjauan Literatur karya Riza Rasyid Al-Aufa Siagian, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dolar AS (USD), memengaruhi keputusan investasi masyarakat.
Ketika nilai tukar rupiah (IDR) melemah, harga emas di pasar nasional cenderung naik lantaran diperdagangkan dalam dolar AS. Masyarakat Indonesia pun cenderung menambah jumlah pembelian emas saat nilai tukar IDR melemah sebagai langkah mitigasi untuk melindungi nilai kekayaan.
2. Obligasi Negara Ritel (ORI)
Melansir jurnal Inflasi dan Tingkat Bunga terhadap Harga Obligasi Negara Ritel yang Diterbitkan Pemerintah karya Asih Widajati, obligasi merupakan surat janji sanggup membayar (promisissory note) jangka panjang yang diterbitkan dengan janji pembayaran suatu nilai bunga tetap setiap tahun.
Jadi, obligasi adalah utang jangka panjang yang berperan penting di pasar modal, karena perusahaan atau pemerintah membutuhkan permodalan yang besar.
Adapun Obligasi Negara Ritel atau ORI tidak memiliki risiko, karena pemerintah Indonesia setiap tahunnya menjamin pembayaran imbal hasil dan pokok hingga jatuh tempo. Artinya, risiko gagal bayar sangat kecil atau bahkan nihil.
3. Valuta Asing (Valas)
Menyimpan dana dalam mata uang dolar AS bisa menjadi opsi terbaik saat rupiah terdepresiasi.
Nilai aset akan otomatis meningkat seiring dengan kenaikan kurs mata uang asing tersebut. Langkah ini sangat efektif untuk melindungi daya beli dari dampak inflasi global.
4. Saham Perusahaan Ekspor
Emiten yang menjual produk ke luar negeri biasanya menerima pendapatan dalam bentuk dolar.
Ketika rupiah melemah, keuntungan bersih perusahaan tersebut justru berpotensi melonjak tajam. Investor bisa memanfaatkan hal ini dengan mengincar saham sektor komoditas atau manufaktur berorientasi ekspor.
5. Reksa Dana Pasar Uang
Reksa dana pasar uang menempatkan modal investor pada deposito bank dan surat berharga jangka pendek. Risikonya sangat rendah dan likuiditasnya tinggi, sehingga mudah dicairkan kapan saja.
Daftar Kesalahan Investasi saat Rupiah Melemah
Selain memilih instrumen investasi yang tepat, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan agar Anda tidak mengambil keputusan dengan gegabah.
Berikut ini beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan investor pemula ketika nilai tukar rupiah melemah:
Menjual seluruh aset investasi yang merah karena panik (panic selling).
Membeli valas di harga tertinggi, karena mengikuti tren, yang justru berisiko menimbulkan kerugian saat rupiah kembali menguat.
Tergiur janji keuntungan tinggi dan instan dari instrumen tidak resmi.
Itulah beberapa instrumen investasi saat rupiah melemah yang bisa dijadikan pertimbangan.
Penting bagi para investor untuk lebih jeli melirik produk investasi yang mampu memberikan imbal hasil di atas laju pelemahan kurs mata uang.
Baca Juga: 4 Strategi Cerdas Investasi Emas di 2026
(MDP)
