Konten dari Pengguna

5 Langkah Awal Pengembangan Pengolahan Produk Makanan Fungsional

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi makanan fungsional. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makanan fungsional. Foto: Pixabay

Makanan fungsional atau disebut juga sebagai nutraceutical adalah makanan yang terbuat dari bahan-bahan dengan kandungan zat gizi dan senyawa bioaktif yang sangat berperan dalam menjaga kesehatan tubuh.

Merujuk situs resmi Universitas Gajah Mada, istilah makanan fungsional pertama kali diperkenalkan pada tahun 1980 di Jepang. Di sana, makanan fungsional dikenal dengan istilah Foods for Specified of Health Use (FOSHU).

Sementara di Indonesia, makanan fungsional baru ditetapkan pada tahun 2005 melalui Peraturan Kepala Badan Pengawas Makanan dan Obat (BPOM) Nomor: HK.00.05.52.0685 tentang Ketentuan Pokok Pengawasan Pangan Fungsional.

Adapun langkah awal pengembangan pengolahan produk makanan fungsional tidak jauh berbeda dengan bisnis kuliner lainnya. Tertarik untuk membuka usaha produk makanan fungsional? Simak tips awal mengembangkan pengolahan produknya di bawah ini.

Langkah Awal Pengembangan Pengolahan Produk Makanan Fungsional

Ilustrasi makanan fungsional. Foto: Pixabay

Merujuk buku Ragam Ide Bisnis Kuliner Berbahan Singkong oleh Lasti Kirani dan sumber lainnya, langkah awal pengembangan pengolahan produk makanan fungsional adalah sebagai berikut:

1. Melakukan riset

Hal pertama yang perlu Anda lakukan dalam mengembangkan pengolahan produk makanan fungsional adalah melakukan riset. Anda bisa cek kondisi masyarakat di sekitarmu, termasuk daya beli dan minat terhadap makanan fungsional.

2. Menentukan produk

Secara umum, makanan fungsional terbagi menjadi dua kelompok, yaitu berdasarkan sumbernya dan cara pengolahannya. Berikut penjelasan beserta contohnya, sebagaimana dikutip dari buku Dasar-Dasar Ilmu Gizi oleh Wardawati.

Berdasarkan sumbernya

Sumber makanan fungsional terbagi lagi menjadi dua, yaitu sumber makanan yang berasal dari nabati dan hewani. Makanan yang berasal dari nabati, contohnya seperti anggur, tomat, beras merah, kacang kedelai, dan lain-lain.

Sedangkan sumber makanan yang berasal dari hewani, misalnya seperti ikan salmon, ikan tuna, ikan bandeng, dan lain-lain. Bukan hanya ikan, sumber makanan hewani juga berasal dari daging sapi, daging kambing, dan sebagainya.

Berdasarkan cara pengolahannya

Ada tiga cara pengolahan makanan fungsional, yaitu secara alami, tradisional, dan modern. Berikut penjelasan dan contoh makanan fungsionalnya.

  1. Secara alami: Makanan yang langsung bisa dimakan atau diolah menjadi suatu hidangan. Misalnya seperti sayur kangkung, bayam, brokoli, dan lain-lain. Buah-buahan juga termasuk makanan fungsional secara alami, seperti buah jeruk, semangka, pir, jambu, dan sebagainya.

  2. Secara Tradisional: Makanan tradisional tentu sudah tidak asing lagi di Indonesia. Makanan fungsional yang diolah secara tradisional, di antaranya seperti beras kencur, bandrek, tape, dali, dan lain-lain.

  3. Secara Modern: Makanan fungsional yang pengolahannya dilakukan dengan cara modern. Contohnya seperti pasta, minuman isotonik, sosis, jus kemasan, dan lain-lain.

Anda bisa menentukan salah satu jenis makanan fungsional di atas dengan memanfaatkan hasil riset. Dalam menentukan produk, pastikan juga bahan baku pembuatannya mudah dicari di area sekitarmu.

Ilustrasi makanan fungsional. Foto: Pixabay

3. Tentukan estimasi biaya atau modal

Jika sudah memutuskan mau menjual makanan fungsional jenis apa, maka langkah selanjutnya adalah tentukan estimasi biaya atau modal yang dibutuhkan.

Pastikan untuk tidak terlalu memaksakan diri membuat makanan fungsional yang bahan bakunya mahal apabila modal yang dimiliki hanya sedikit.

4. Menentukan cara berjualan

Memiliki toko merupakan impian banyak orang, termasuk toko atau kedai yang menyajikan menu makanan fungsional. Semua itu bisa Anda awali dengan langkah kecil, yaitu membuka usaha makanan fungsional dari rumah.

Anda bisa menerapkan cara berjualan dengan membuka gerai di depan rumah, menitipkan makanan ke warung, membuat produk hanya jika ada pesanan, atau mengkombinasikan ketiganya.

5. Melakukan promosi

Setelah menentukan cara berjualan, Anda juga perlu melakukan promosi agar produk jualanmu semakin dikenal khalayak luas. Jangan hanya promosi dengan menggunakan foto produk, tetapi masukkan pula video proses pembuatannya untuk menunjukkan bahwa produk asli buatanmu. Anda bisa memanfaatkan sosial media sebagai tempat untuk melakukan promosi.

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan makanan fungsional?
chevron-down

Makanan fungsional atau disebut juga sebagai nutraceutical adalah makanan yang terbuat dari bahan-bahan dengan kandungan zat gizi dan senyawa bioaktif yang sangat berperan dalam menjaga kesehatan tubuh.

Apa saja makanan fungsional tradisional?
chevron-down

Makanan fungsional yang diolah secara tradisional, di antaranya seperti beras kencur, bandrek, tape, dali, dan lain-lain.

Apa istilah makanan fungsional di Jepang?
chevron-down

Makanan fungsional di Jepang dikenal dengan istilah Foods for Specified of Health Use (FOSHU).