5 Peluang Bisnis Nasi Goreng yang Perlu Diperhatikan Pebisnis Kuliner

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peluang bisnis nasi goreng banyak menjadi pilihan lantaran cukup menjanjikan. Nasi goreng merupakan makanan khas Tiongkok yang cukup diminati oleh masyarakat Indonesia.
Beberapa jenis olahan nasi goreng yang terkenal, di antaranya nasi goreng kambing, nasi goreng seafood, dan masih banyak lagi. Tertarik untuk mencoba buka usaha nasi goreng?
Untuk mengetahui beberapa hal yang dapat menjadi peluang bisnis nasi goreng, simak uraian artikel Berita Bisnis di bawah ini hingga tuntas.
Peluang Bisnis Nasi Goreng
Penyajiannya yang cepat, praktis, dan tidak membutuhkan banyak bahan baku membuat nasi goreng cocok untuk dijadikan sebagai peluang bisnis di bidang kuliner.
Berdasarkan informasi yang dituliskan dalam buku 20 Peluang Bisnis Makanan karangan Redaksi AgroMedia, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan apabila ingin memulai usaha nasi goreng.
1. Bahan dan Cara Membuat
Bahan baku yang digunakan untuk membuat nasi goreng sangat mudah diperoleh, baik di pasar tradisional maupun di pasar swalayan. Adapun bahan baku utamanya yaitu beras atau nasi putih.
Sementara bahan lain yang dibutuhkan adalah bumbu yang terbuat dari campuran cabai merah, bawang merah, bawang putih, terasi, gula, garam, dan kecap manis.
Nasi goreng biasanya dilengkapi dengan sayuran seperti sawi atau kol. Bisa juga ditambah dengan toping irisan daging, bakso, sosis, ikan asin, hati dan ampela ayam, atau telur (bisa didadar, dicampurkan dengan nasi goreng, atau dibuat telur mata sapi).
Untuk membuat nasi goreng, dapat dilakukan dengan cara menumis bumbu halus hingga harum, lalu tambahkan telur dan masak hingga matang. Setelah itu, masukkan nasi dan bahan pelengkap lainnya.
Nasi goreng ini diaduk-aduk hingga bumbu dan bahan lainnya tercampur merata. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat nasi goreng sekitar 5-10 menit.
2. Tempat Usaha
Apabila ingin memiliki tempat usaha yang menetap atau tempat mangkal sebaiknya memilih tempat yang sudah ada penjual lain, seperti penjual gorengan, martabak, atau yang lainnya.
Ketika memilih tempat, perhatikan juga tingkat keramaian dan jumlah pembeli dari para pedagang makanan yang ada di lokasi tersebut. Hal ini dapat digunakan sebagai indikator konsumen yang ada di lokasi usaha tersebut suka atau tidak dengan makanan jajanan.
Dari survei tempat juga bisa didapatkan informasi lainnya, seperti biaya sewa tempat, biaya listrik, biaya kebersihan, keamanan, dan lainnya. Survei sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari sebelum usaha dijalankan.
Apabila usaha nasi goreng ingin dijajakan secara keliling, sebaiknya memilih tempat di sekitar kompleks perumahan atau lingkungan kos mahasiswa. Di lingkungan seperti ini kemungkinan besar bisa mendapatkan pelanggan yang lebih banyak.
Baca juga: Cara Membangun Bisnis Start-Up, Begini Penjelasannya
3. Perlengkapan Usaha dan Karyawan
Perlengkapan yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha nasi goreng di antaranya gerobak, kompor, tabung minyak, penggorengan 2 buah, meja kayu, kursi plastik, peralatan makan (piring, sendok, dan garpu), serta spanduk.
Karyawan yang dibutuhkan pun tidak banyak, umumnya hanya satu orang. Karyawan yang dipilih sebaiknya yang memiliki kemampuan memasak nasi goreng dan jujur. Gaji yang diberikan sekitar Rp500.000-700.000 per bulan.
4. Promosi
Promosi bisa dilakukan dengan cara membuat spanduk atau memberikan potongan harga bagi pemesanan dalam jumlah besar dan pelanggan tetap. Pemesanan nasi goreng dalam jumlah besar biasanya dilakukan untuk kegiatan arisan atau kegiatan lain di rumah yang mengundang orang banyak.
Dengan kata lain, memberikan pelayanan yang baik dan memberikan produk yang berkualitas bisa menjadi sarana promosi yang efektif. Pembeli yang merasa puas dengan pelayanan dan rasa nasi goreng tentu akan dengan sendirinya menyebarkan informasi ke orang lain dan menyarankan untuk membelinya.
5. Kalkulasi Pembiayaan
Berikut ini perkiraan biaya dan pendapatan yang bisa dijadikan sebagai referensi oleh para pebisnis kuliner apabila ingin membuka usaha nasi goreng.
Biaya investasi
Gerobak: Rp 1.500.000
Gas dan kompor: Rp 400.000
Peralatan menggoreng (wajan, sothil, dan lainnya): Rp 500.000
Meja dan kursi: Rp 1.000.000
Peralatan makan (piring, gelas, sendok, dan garpu): Rp 300.000
Lain-lain: Rp 200.000
Jumlah investasi: Rp 3.900.000
Modal kerja per bulan
Bahan makanan untuk 50 porsi x 30 hari x Rp 4.500: Rp 6.750.000
Sewa tempat: Rp 800.000
Plastik, kertas bungkus, dan lain-lain: Rp 250.000
Transportasi: Rp 350.000
Jumlah modal per bulan: Rp 8.150.000
Perkiraan pendapatan
Proyeksi penjualan per hari sebanyak 50 porsi x 30 hari x Rp 15.000: Rp 22.000.000
Pengeluaran selama satu bulan: Rp 8.1500.000
Laba usaha per satu bulan: Rp 22.000.000 – Rp 8.150.000 = Rp 14.350.000
(NDA)
