Konten dari Pengguna

5 Strategi Investasi saat Rupiah Melemah

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi strategi investasi saat rupiah melemah. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi strategi investasi saat rupiah melemah. Foto: Pexels

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah. Tak heran bila banyak orang mulai mempelajari strategi investasi saat rupiah melemah agar kekayaannya tetap terjaga dan terhindar dari pengikisan daya beli akibat inflasi.

Adapun Forbes menyebut rupiah sebagai salah satu mata uang paling lemah pada 2026. Mata uang Indonesia ini menempati urutan kelima, setelah rial Iran, pound Lebanon, dong Vietnam, dan Kip Laos.

Lantas, bagaimana strategi investasi yang tepat ketika nilai tukar rupiah anjlok?

Daftar Strategi Investasi saat Rupiah Melemah

Ilustrasi mengimplementasikan strategi investasi saat rupiah melemah. Foto: Pexels

Melansir jurnal Reaksi Pasar Modal Indonesia terhadap Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS (Event Study yang Terdaftar di BEI) karya Gregorius Paulus Tahu, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS adalah peristiwa ekonomi yang bisa memengaruhi kegiatan pasar modal Indonesia.

Berikut ini kiat-kiat investasi yang dapat diterapkan selama penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS:

1. Pertimbangkan Komoditas Ekspor

Berdasarkan laporan Pengaruh Pelemahan Nilai Tukar Mata Uang Lokal (IDR) terhadap Nilai Ekspor (Studi pada Ekspor Crude Palm Oil (CPO) Indonesia Tahun 2009-2013) karya Dio Putra Perdana, saat terjadi pelemahan mata uang lokal, komoditas ekspor menjadi lebih mahal. Pelaku usaha ekspor akan meningkatkan produksinya untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, karena selisih kurs yang terjadi.

2. Diversifikasi Portofolio

Merujuk pada buku Model Keputusan Investasi: Pendekatan Praktis untuk Mengelola Risiko dan Pengembalian karya Susanti Widhiastuti dkk., diversifikasi portofolio adalah strategi investasi yang bertujuan untuk mengurangi risiko dengan membagi investasi ke berbagai aset atau instrumen keuangan. Cara ini didasari pada prinsip bahwa kinerja berbagai aset tidak selalu bergerak searah.

3. Membeli Emas

Emas merupakan aset yang nilainya cenderung stabil bahkan meningkat saat kondisi ekonomi sedang bergejolak dan nilai mata uang menurun.

Karena harga emas dunia dipatok dalam dolar AS, memiliki emas saat rupiah melemah memberi keuntungan ganda dari kenaikan harga komoditas sekaligus selisih kurs.

4. Reksa Dana Pasar Uang

Instrumen ini menjadi pilihan aman, karena memiliki risiko yang rendah dan likuiditas yang sangat tinggi di tengah ketidakpastian pasar saham.

Selain itu, kenaikan suku bunga yang biasanya menyertai pelemahan rupiah akan cenderung meningkatkan imbal hasil dari deposito.

5. Obligasi

Membeli obligasi, terutama obligasi pemerintah, memberikan kepastian pendapatan tetap melalui kupon di saat nilai mata uang tidak menentu.

Investor dapat memanfaatkan momen ini untuk mengunci imbal hasil yang lebih kompetitif, sebelum harga obligasi di pasar sekunder mengalami penyesuaian lebih lanjut akibat kebijakan moneter.

Dampak Negatif saat Rupiah Melemah

Selain berefek pada iklim investasi, nilai tukar rupiah yang melemah juga menyebabkan beberapa hal berikut:

  • Bertambahnya beban utang luar negeri yang berbentuk dolar AS.

  • Memperlambat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

  • Meningkatnya harga barang dan jasa yang diimpor.

  • Pembengkakan biaya operasional industri.

  • Risiko tekanan inflasi.

  • Defisit anggaran pemerintah.

  • Kenaikan suku bunga.

Itulah beberapa strategi investasi saat rupiah melemah yang bisa diterapkan. Meski kondisi ekonomi sedang penuh tantangan, pemilihan instrumen investasi yang tepat dapat memberikan perlindungan terhadap nilai aset sekaligus peluang keuntungan jangka panjang.

Baca Juga: Rekomendasi Investasi yang Cocok untuk Wujudkan Impian di Masa Depan

(MDP)