Konten dari Pengguna

50 Contoh Soal Tes Pengetahuan Umum PCPM BI dan Kunci Jawabannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 11 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membahas contoh soal tes pengetahuan umum PCPM BI. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membahas contoh soal tes pengetahuan umum PCPM BI. Foto: Pexels

Mempersiapkan diri dengan mempelajari contoh soal tes pengetahuan umum PCPM BI menjadi salah satu langkah krusial bagi pelamar. Dengan memahami pola soal dan topik yang kerap diujikan, calon peserta dapat mengukur tingkat kesiapan diri secara lebih objektif.

Latihan yang teratur juga dapat membangun rasa percaya diri dan melatih efisiensi waktu dalam menyelesaikan setiap pertanyaan. Selain itu, penguasaan materi pengetahuan umum akan menjadi nilai tambah untuk memperbesar peluang lolos ke tahap seleksi berikutnya.

Kisi-Kisi Soal Tes Pengetahuan Umum PCPM BI

Ilustrasi memahami kisi-kisi soal tes pengetahuan umum PCPM BI. Foto: Pexels

Melansir laman Rekrutmen Penerimaan Pendidikan Calon Pegawai Asisten Manajer Bank Indonesia (PCPM BI), pengetahuan umum merupakan salah satu jenis tes yang diujikan dalam seleksi pengetahuan teknis. Materi ini muncul bersamaan dengan tes kebanksentralan dan bahasa Inggris.

Seleksi pengetahuan teknis dilaksanakan secara daring (online). Karena BI menggunakan sistem gugur, hanya peserta yang dinyatakan lolos dua tahap seleksi daring, yakni seleksi administrasi dan seleksi potensi dasar, yang diundang untuk mengikuti seleksi pengetahuan teknis.

Dirangkum dari berbagai sumber, tes pengetahuan umum (TPU) PCPM BI terdiri dari 50 soal yang harus diselesaikan selama 35 menit. Ujian ini berfokus pada pemahaman dasar mengenai BI, mulai dari masa jabatan Gubernur hingga struktur kepemimpinan Dewan Gubernur.

Topik paling krusial yang wajib dikuasai, meliputi fungsi maupun tujuan utama Bank Indonesia sebagai bank sentral. Seluruh referensi materi dan jawaban untuk subtes ini sebenarnya dapat dipelajari secara langsung melalui situs resmi Bank Indonesia.

Contoh Soal Tes Pengetahuan Umum PCPM BI

Sebagai bahan pembelajaran, berikut beberapa contoh soal tes pengetahuan umum PCPM BI Angkatan 41:

1. Topik Kelembagaan dan Profil Utama Bank Indonesia

1. Bank Indonesia didirikan pada 1 Juli 1953 yang menandai nasionalisasi dari lembaga keuangan kolonial Belanda, yaitu:

a. De Nederlandsche Bank

b. De Javasche Bank

c. Nederlandsch Indische Handelsbank

d. De Factorij

Kunci jawaban: b.

2. Pemimpin tertinggi Bank Indonesia berada di tangan Dewan Gubernur yang dipimpin oleh seorang Gubernur dan didampingi oleh seorang Deputi Gubernur Senior serta sekurang-kurangnya:

a. 3 orang Deputi Gubernur

b. 4 orang Deputi Gubernur

c. 5 orang Deputi Gubernur

d. 6 orang Deputi Gubernur

Kunci jawaban: b.

3. Masa jabatan Gubernur dan Deputi Gubernur Bank Indonesia adalah selama:

a. 3 tahun

b. 4 tahun

c. 5 tahun

d. 6 tahun

Kunci jawaban: c.

4. Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia diangkat oleh Presiden dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari:

a. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)

b. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

c. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

d. Mahkamah Agung (MA)

Kunci jawaban: b.

5. Sesuai dengan undang-undang, Bank Indonesia berkedudukan sebagai lembaga negara yang independen dan bebas dari campur tangan:

a. Investor asing

b. Lembaga keuangan swasta

c. Pemerintah dan/atau pihak lainnya

d. Organisasi internasional

Kunci jawaban: c.

6. Pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan wewenang Bank Indonesia dilaporkan secara berkala kepada:

a. Presiden dan DPR

b. Mahkamah Agung dan BPK

c. Kementerian Keuangan dan OJK

d. DPR dan BPK

Kunci jawaban: a.

7. Dewan Gubernur Bank Indonesia dapat mengusulkan calon Deputi Gubernur kepada Presiden sebanyak:

a. 1 calon untuk setiap jabatan

b. 2 calon untuk setiap jabatan

c. 3 calon untuk setiap jabatan

d. 4 calon untuk setiap jabatan

Kunci jawaban: c.

8. Fungsi audit eksternal terhadap laporan keuangan Bank Indonesia setiap tahunnya dilakukan oleh:

a. Kantor Akuntan Publik Swasta

b. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

c. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

d. Kementerian Keuangan

Kunci jawaban: b.

9. Visi Bank Indonesia adalah menjadi bank sentral yang digital, terintegrasi, dan terdepan dalam berkontribusi nyata terhadap perekonomian nasional serta terbaik di antara negara:

a. ASEAN

b. G20

c. Emerging Markets

d. Asia Pasifik

Kunci jawaban: c.

10. Lembaga pendukung internal Bank Indonesia yang bertugas membantu Dewan Gubernur dalam merumuskan arah kebijakan serta pengawasan internal adalah:

a. Komite Audit BI

b. Badan Pengawas BI (BSBI)

c. Satuan Kerja Pengawasan Intern (SKPI)

d. Komite Etik BI

Kunci jawaban: c.

2. Topik Tujuan Tunggal dan Pilar Tugas Bank Indonesia

11. Tujuan utama Bank Indonesia sebagaimana diatur dalam undang-undang adalah mencapai dan memelihara:

a. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi

b. Kestabilan nilai rupiah

c. Lapangan kerja yang luas

d. Cadangan devisa nasional

Kunci jawaban: b.

12. Kestabilan nilai rupiah yang menjadi tujuan Bank Indonesia mengandung dua aspek utama, yaitu terhadap barang/jasa dan terhadap:

a. Mata uang negara lain

b. Suku bunga obligasi

c. Harga emas dunia

d. Jumlah uang beredar

Kunci jawaban: a.

13. Aspek kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa tecermin pada tingkat:

a. Pertumbuhan ekonomi

b. Inflasi

c. Defisit anggaran

d. Impor

Kunci jawaban: b.

14. Aspek kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang negara lain tecermin pada perkembangan:

a. Suku bunga interbank

b. Nilai tukar (kurs)

c. Neraca pembayaran

d. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Kunci jawaban: b.

15. Untuk mencapai tujuan utamanya, Bank Indonesia memiliki tiga pilar utama tugas, yaitu menetapkan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta:

a. Memungut pajak dari lembaga keuangan

b. Mengatur dan mengawasi perbankan secara mikroprudensial

c. Menjaga stabilitas sistem keuangan (makroprudensial)

d. Mengelola APBN bersama DPR

Kunci jawaban: c.

16. Tugas pengawasan mikroprudensial terhadap individu perbankan dialihkan dari Bank Indonesia kepada OJK sejak tahun:

a. 2011

b. 2013

c. 2014

d. 2015

Kunci jawaban: b.

17. Kebijakan Bank Indonesia yang bertujuan memitigasi risiko sistemik dan mendorong fungsi intermediasi yang seimbang disebut kebijakan:

a. Mikroprudensial

b. Makroprudensial

c. Fiskal

d. Sektoral

Kunci jawaban: b.

18. Dalam menjalankan pilar sistem pembayaran, Bank Indonesia berperan sebagai regulator, fasilitator, pengawas, serta:

a. Investor

b. Operator

c. Penjamin

d. Sponsor

Kunci jawaban: b.

19. Prinsip utama yang dipegang oleh Bank Indonesia dalam menyelenggarakan sistem pembayaran adalah keandalan, efisiensi, perlindungan konsumen, dan:

a. Keuntungan maksimal

b. Keamanan

c. Kerahasiaan mutlak

d. Kemudahan pinjaman

Kunci jawaban: b.

20. Kebijakan moneter Bank Indonesia dirumuskan dan ditetapkan secara rutin melalui forum pertemuan Dewan Gubernur yang disebut:

a. Rapat Kerja Nasional (Rakernas)

b. Rapat Dewan Gubernur (RDG)

c. Sidang Pleno BI

d. Musyawarah Ekonomi

Kunci jawaban: b.

3. Topik Kebijakan Moneter dan Kebanksentralan

21. Suku bunga kebijakan yang dijadikan acuan utama dalam penetapan arah kebijakan moneter Bank Indonesia saat ini adalah:

a. BI Rate

b. BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR)

c. Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR)

d. Indonesia Overnight Index Average (IndONIA)

Kunci jawaban: a.

22. Kerangka kerja kebijakan moneter yang diterpakan BI dengan menargetkan tingkat inflasi sebagai sasaran utamanya disebut:

a. Money Targeting Framework

b. Exchange Rate Targeting Framework

c. Inflation Targeting Framework (ITF)

d. Interest Rate Targeting Framework

Kunci jawaban: c.

23. Kebijakan penjualan atau pembelian surat berharga oleh Bank Indonesia di pasar uang untuk mempengaruhi jumlah uang beredar dinamakan:

a. Operasi Pasar Terbuka (OPT)

b. Fasilitas Diskonto

c. Moral Suasion

d. Margin Requirement

Kunci jawaban: a.

24. Persentase tertentu dari dana pihak ketiga (DPK) yang wajib disimpan oleh bank umum dalam bentuk giro di Bank Indonesia disebut:

a. Rasio Kecukupan Modal (CAR)

b. Giro Wajib Minimum (GWM)

c. Loan to Deposit Ratio (LDR)

d. Non-Performing Loan (NPL)

Kunci jawaban: b.

25. Ketika Bank Indonesia menaikkan suku bunga kebijakan untuk menekan laju inflasi, kebijakan tersebut dinamakan kebijakan moneter:

a. Ekspansif

b. Kontraktif

c. Akomodatif

d. Netral

Kunci jawaban: b.

26. Kebijakan moneter ekspansif dilakukan dengan cara:

a. Menjual Surat Berharga Negara (SBN)

b. Menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM)

c. Menurunkan suku bunga acuan

d. Memperketat pemberian kredit

Kunci jawaban: c.

27. Himbauan atau arahan yang disampaikan oleh Bank Indonesia kepada para pelaku perbankan untuk mengarahkan perilaku pasar tanpa ikatan hukum formal dinamakan:

a. Imbauan Moral (Moral Persuasion)

b. Intervensi Langsung

c. Mandat Khusus

d. Regulasi Mengikat

Kunci jawaban: a.

28. Penyediaan dana dari Bank Indonesia kepada bank umum untuk mengatasi kesulitan pendanaan jangka pendek dinamakan:

a. Kredit Usaha Rakyat

b. Fasilitas Diskonto

c. Bantuan Likuiditas

d. Dana Alokasi Khusus

Kunci jawaban: b.

29. Lembaga yang bertugas menerbitkan angka inflasi resmi di Indonesia yang kemudian dijadikan rujukan oleh Bank Indonesia adalah:

a. Kementerian Keuangan

b. Otoritas Jasa Keuangan

c. Badan Pusat Statistik (BPS)

d. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)

Kunci jawaban: c.

30. Fenomena penurunan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam periode waktu tertentu dinamakan:

a. Inflasi

b. Stagflasi

c. Deflasi

d. Devaluasi

Kunci jawaban: c.

4. Topik Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (PUR)

31. Standar nasional untuk pembayaran menggunakan kode QR yang diluncurkan oleh Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) adalah:

a. BI-FAST

b. QRIS

c. GPN

d. SNAP

Kunci jawaban: b.

32. Infrastruktur sistem pembayaran ritel nasional yang memfasilitasi pembayaran secara real-time, aman, efisien, dan tersedia 24/7 dinamakan:

a. BI-RTGS

b. BI-FAST

c. SKNBI

d. GPN

Kunci jawaban: b.

33. Sistem transfer dana elektronik antaranggota yang penyelesaian akhirnya dilakukan secara seketika (real-time) transaksi per transaksi khusus untuk nilai besar adalah:

a. SKNBI

b. BI-RTGS

c. BI-FAST

d. LinkAja

Kunci jawaban: b.

34. Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) oleh Bank Indonesia meliputi tahapan perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan/penarikan, dan:

a. Penggadaian

b. Pemusnahan

c. Pengiklanan

d. Pemalsuan

Kunci jawaban: b.

35. Satu-satunya lembaga yang berwenang melakukan pengeluaran, pengedaran, dan pencabutan uang Rupiah di Indonesia adalah:

a. Kementerian Keuangan

b. Bank Indonesia

c. Perum Peruri

d. Bank Mandiri

Kunci jawaban: b.

36. Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk untuk mencetak uang Rupiah atas perintah Bank Indonesia adalah:

a. PT Telkom Indonesia

b. Perum Peruri

c. PT Pos Indonesia

d. PT Pindad

Kunci jawaban: b.

37. Karakteristik khusus atau tanda tertentu yang ditanamkan pada uang kertas Rupiah guna mempermudah identifikasi keasliannya oleh masyarakat disebut:

a. Nominal uang

b. Unsur pengaman (security features)

c. Cap lembaga

d. Nomor seri

Kunci jawaban: b.

38. Metode dasar yang disosialisasikan Bank Indonesia kepada masyarakat untuk mengenali keaslian uang Rupiah kertas adalah:

a. Dilihat, Diterawang, Difoto

b. Dilihat, Diraba, Diterawang

c. Diraba, Diukur, Diterawang

d. Dilihat, Dicium, Diraba

Kunci jawaban: b.

39. Uang logam atau uang kertas Rupiah yang telah ditarik dari peredaran masih dapat ditukarkan di Bank Indonesia dalam jangka waktu tertentu sejak tanggal pencabutan, yaitu selama:

a. 5 tahun

b. 10 tahun

c. 15 tahun

d. 20 tahun

Kunci jawaban: b.

40. Proyek pengembangan mata uang digital resmi yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai instrumen pembayaran digital yang sah dinamakan:

a. Bitcoin Indonesia

b. Digital Rupiah (Proyek Garuda)

c. E-Rupiah BUMN

d. CryptoRupiah

Kunci jawaban: b.

5. Topik Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) dan Isu Ekonomi Makro

41. Forum koordinasi antarlembaga yang dibentuk untuk menjaga Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) di Indonesia adalah:

a. Bappenas

b. KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan)

c. OJK

d. Dewan Ekonomi Nasional

Kunci jawaban: b.

42. Anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK, dan:

a. Ketua BPK

b. Menteri BUMN

c. Ketua Dewan Komisioner LPS

d. Kepala BPS

Kunci jawaban: c.

43. Kebijakan batas maksimum jumlah pinjaman yang diberikan bank dibandingkan dengan nilai agunan (Loan-to-Value/LTV) merupakan salah satu instrumen kebijakan:

a. Moneter

b. Makroprudensial

c. Mikroprudensial

d. Fiskal

Kunci jawaban: b.

44. Risiko menyebarnya gangguan finansial dari satu lembaga keuangan atau pasar keuangan ke lembaga/pasar keuangan lainnya yang berpotensi melumpuhkan sistem keuangan disebut:

a. Risiko Pasar

b. Risiko Operasional

c. Risiko Sistemik

d. Risiko Kredit

Kunci jawaban: c.

45. Lembaga yang bertugas menjamin simpanan nasabah perbankan dan melakukan penyelesaian bank gagal di Indonesia adalah:

a. Bank Indonesia

b. Otoritas Jasa Keuangan

c. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

d. Kementerian Keuangan

Kunci jawaban: c.

46. Indikator ekonomi makro yang mengukur total nilai pasar dari seluruh barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh suatu negara dalam periode tertentu dinamakan:

a. Pendapatan Nasional Bruto (PNB)

b. Produk Domestik Bruto (PDB)

c. Neraca Pembayaran

d. Indeks Produksi

Kunci jawaban: b.

47. Kondisi ketika nilai total impor suatu negara lebih besar daripada nilai total ekspornya dinamakan:

a. Surplus Perdagangan

b. Defisit Perdagangan

c. Devaluasi

d. Inflasi

Kunci jawaban: b.

48. Ringkasan catatan sistematis atas seluruh transaksi ekonomi antara penduduk suatu negara dan penduduk negara lain dalam jangka waktu tertentu disebut:

a. APBN

b. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)

c. Posisi Devisa

d. Anggaran Kas Negara

Kunci jawaban: b.

49. Penurunan nilai mata uang domestik terhadap mata uang asing yang terjadi secara alami akibat mekanisme pasar bebas dinamakan:

a. Devaluasi

b. Depresiasi

c. Apresiasi

d. Revaluasi

Kunci jawaban: b.

50. Tindakan resmi pemerintah atau bank sentral untuk menurunkan nilai mata uang dalam sistem nilai tukar tetap (fixed exchange rate) dinamakan:

a. Depresiasi

b. Devaluasi

c. Inflasi

d. Deflasi

Kunci jawaban: b.

Contoh soal tes pengetahuan umum PCPM BI di atas hanya sebagai gambaran untuk mendukung proses belajar. Naskah resmi beserta seluruh kisi-kisi ujian yang sesungguhnya sepenuhnya menjadi rahasia Bank Indonesia dan tidak dipublikasikan kepada umum.

Baca Juga: 15 Jawaban Alasan Memilih PCPM Bank Indonesia dan Tipsnya

(MDP)