50 Soal Tes Petugas Haji Bagian Konsumsi dan Kisi-kisinya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 20 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mempelajari soal tes petugas haji bagian konsumsi dapat menjadi bekal sebelum mengikuti ujian yang sesungguhnya. Tes yang dimaksud adalah Computer Assisted Test (CAT) yang digelar Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Mengutip akun Instagram @kemenhaj.ri, Rabu, 23 Agustus 2026, CAT akan dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026. Ujian ini berlaku baik bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter maupun calon PPIH Arab Saudi 1448 Hijriah/2027 Masehi.
Kisi-Kisi Soal Tes Petugas Haji Bagian Konsumsi
Apabila melihat Keputusan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Nomor 78 Tahun 2026 tentang Pedoman Seleksi dan/atau Penunjukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji, Pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji, dan Petugas Haji Daerah (PHD), maka CAT terdiri dari Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB).
Berikut rinciannya:
1. TKD
TKD diselenggarakan guna mengukur pemahaman terkait perhajian, penguasaan dasar bahasa Arab, dan wawasan kebangsaan para calon PPIH. Di samping itu, evaluasi tersebut berfungsi untuk meninjau tingkat kesehatan mental maupun kondisi psikologis setiap pendaftar.
2. TKB
TKB dilaksanakan untuk menguji pengetahuan dan kecakapan teknis peserta agar sejalan dengan bidang keahlian dan kebutuhan tugas khusus. Melalui pengujian ini, calon petugas benar-benar siap menjalankan tata kelola pelayanan di bidang masing-masing.
Contoh Soal Tes Petugas Haji Bagian Konsumsi
Sebagai bahan pembelajaran, berikut beberapa contoh soal tes petugas haji bagian konsumsi dan kunci jawabannya:
1. Wawasan Perhajian
1. Salah satu prinsip utama dalam penyediaan katering bagi jemaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi adalah prinsip citra rasa nusantara. Tujuan utama dari penerapan prinsip tersebut adalah...
a. Menghemat biaya operasional pengadaan bahan makanan di Arab Saudi.
b. Menjaga kondisi kesehatan dan selera makan jemaah selama beribadah.
c. Mempromosikan produk-produk UMKM lokal ke pasar internasional.
d. Memenuhi syarat formal regulasi pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
e. Mempercepat proses pendistribusian makanan di setiap pemukiman.
Kunci jawaban: b.
2. Pada saat puncak ibadah haji di Armuzna, jadwal pendistribusian katering sangat krusial. Batas waktu maksimal konsumsi MRE (Meal Ready to Eat) atau makanan siap saji yang dibagikan kepada jemaah harus diperhatikan untuk...
a. Mencegah terjadinya pembusukan makanan dan keracunan pada jemaah.
b. Memastikan tempat penampungan sampah tidak cepat penuh.
c. Memenuhi target efisiensi waktu kerja dari pihak dapur katering.
d. Memudahkan petugas dalam melakukan pindaian kode batang paket makanan.
e. Memastikan jemaah tidak meminta porsi tambahan kepada petugas.
Kunci jawaban: a.
3. Dalam struktur pelayanan katering haji, petugas konsumsi wajib memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar halal dan higienis. Lembaga di Arab Saudi yang berwenang mengawasi standar keamanan pangan perusahaan katering adalah...
a. Muassasah / Rasyid.
b. Baladiah (Pemerintah Kota Setempat).
c. Kementerian Agama Republik Indonesia.
d. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh.
e. Maktab Haji Wilayah.
Kunci jawaban: b.
4. Ketika distribusi makanan di hotel jemaah mengalami keterlambatan dari jadwal yang ditentukan, langkah pertama yang harus dilakukan oleh PPIH konsumsi adalah...
a. Membeli makanan pengganti di restoran terdekat menggunakan dana pribadi.
b. Melaporkan keterlambatan kepada Penanggung Jawab Konsumsi Sektor untuk ditindaklanjuti.
c. Menyuruh jemaah menunggu tanpa memberikan kepastian waktu tiba.
d. Mengurangi porsi makanan untuk jadwal berikutnya sebagai bentuk sanksi.
e. Menyalahkan pihak pengelola hotel di depan para jemaah haji.
Kunci jawaban: b.
5. Menu katering untuk jemaah haji Indonesia dirancang khusus dengan memperhatikan kecukupan gizi selama menjalankan rangkaian ibadah. Komponen standar dalam satu porsi lengkap katering jemaah umumnya terdiri dari...
a. Makanan pokok, lauk pauk, sayuran, buah, air mineral.
b. Makanan pokok, suplemen vitamin, mi instan, minuman bersoda.
c. Roti gandum, daging olahan, camilan manis, air mineral.
d. Makanan pokok, lauk pauk, susu formula, makanan ringan.
e. Makanan pokok, lauk pauk, buah, kopi atau teh instan.
Kunci jawaban: a.
6. Pengawasan suhu makanan sebelum dibagikan kepada jemaah merupakan hal mendasar dalam menjaga kualitas katering. Makanan hangat yang dikirim oleh dapur penyedia katering harus dipertahankan pada suhu aman untuk...
a. Mempertahankan berat bersih paket makanan sesuai kontrak kerja.
b. Menghindari pertumbuhan bakteri berbahaya pada makanan.
c. Mempercepat proses pembagian makanan di tiap lantai hotel.
d. Menjaga kemasan makanan agar tidak mengalami kerusakan fisik.
e. Mengurangi aroma rempah yang terlalu tajam di dalam ruangan.
Kunci jawaban: b.
7. Jika menemukan kemasan katering jemaah yang rusak, basi, atau tidak layak konsumsi saat pemeriksaan sampel, tindakan tegas petugas haji bagian konsumsi adalah...
a. Tetap membagikan makanan tersebut kepada jemaah yang sangat lapar.
b. Mengganti kemasan yang rusak dan menyajikannya kembali.
c. Menghentikan distribusi paket rusak dan meminta penggantian mutlak kepada perusahaan katering.
d. Mengurangi jumlah porsi jemaah lain untuk menutupi porsi yang rusak.
e. Membiarkan jemaah memilih sendiri paket makanan yang masih tersisa.
Kunci jawaban: c.
8. Layanan katering bagi jemaah haji Indonesia di Makkah diberikan dalam rentang waktu tertentu sebelum dan sesudah periode puncak haji. Layanan konsumsi di Makkah akan dihentikan sementara pada saat...
a. Jemaah sedang melakukan ziarah di luar kota Makkah.
b. Kedatangan rombongan jemaah haji dari Madinah.
c. Puncak prosesi ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).
d. Pelaksanaan ibadah Umrah Wajib oleh seluruh jemaah.
e. Acara penyambutan resmi oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji.
Kunci jawaban: c.
9. Penggunaan bahan baku masakan yang diimpor langsung dari Indonesia oleh perusahaan katering di Arab Saudi bertujuan untuk...
a. Memenuhi ambisi komersial para produsen bahan pangan nasional.
b. Menyesuaikan citra rasa makanan dengan lidah jemaah Indonesia.
c. Menekan biaya pengiriman bahan baku dari negara-negara tetangga.
d. Memenuhi aturan wajib impor dari Kementerian Pertanian Arab Saudi.
e. Memperpanjang masa simpan bahan makanan di gudang penyedia.
Kunci jawaban: b.
10. Jemaah haji lansia dan jemaah berisiko tinggi (risti) membutuhkan perhatian khusus dalam hal konsumsi. Peran aktif petugas haji bagian konsumsi dalam mendampingi jemaah kategori tersebut adalah...
a. Memaksa jemaah mengonsumsi seluruh porsi makanan yang disediakan tanpa sisa.
b. Memastikan jemaah menerima makanan tepat waktu dan mengkoordinasikan menu khusus jika ada rekomendasi medis.
c. Mengganti seluruh menu katering jemaah lansia dengan makanan suplemen bubuk.
d. Mengimbau keluarga jemaah untuk memasak sendiri makanan harian di kamar hotel.
e. Menyerahkan seluruh urusan konsumsi jemaah lansia kepada pihak pengelola hotel.
Kunci jawaban: b.
2. Bahasa Arab Dasar
1. Kata "makanan" dalam bahasa Arab yang sering digunakan untuk menyebut sajian hidangan bagi para jamaah adalah...
a. Mat'am (مَطْعَم)
b. Ta'am (طَعَام)
c. Syarab (شَرَاب)
d. Matbakh (مَطْبَخ)
e. Wajbah (وَجْبَة)
Kunci jawaban: b.
2. Apabila petugas haji bagian konsumsi ingin meminta jamaah untuk segera makan malam, ungkapan perintah yang tepat dalam bahasa Arab adalah...
a. Kul al-'asya'! (كُلِ الْعَشَاءَ)
b. Isyrab al-ma'! (إِشْرَبِ الْمَاءَ)
c. Kul al-fatur! (كُلِ الْفَطُورَ)
d. Kul al-ghada'! (كُلِ الْغَدَاءَ)
e. Iftah al-bab! (إِفْتَحِ الْبَابَ)
Kunci jawaban: a.
3. Dapur tempat pengolahan dan pembuat masakan dalam bahasa Arab disebut dengan istilah...
a. Maktab (مَكْتَب)
b. Matbakh (مَطْبَخ)
c. Gurfah (غُرْفَة)
d. Suk (سُوق)
e. Mustasfa (مُسْتَشْفَى)
Kunci jawaban: b.
4. Kata "air minum" yang paling umum dan tepat digunakan dalam konteks pelayanan kebutuhan harian jamaah haji adalah...
a. Halib (حَلِيب)
b. 'Asir (عَصِير)
c. Ma' asy-syurb (مَاءُ الشُّرْب)
d. Qahwah (قَهْوَة)
e. Syai (شَاي)
Kunci jawaban: c.
5. Ketika membagikan paket makanan kepada jamaah dan mengucapkannya dalam bahasa Arab, kata yang berarti "kotak makanan / nasi kotak" adalah...
a. Wajbah (وَجْبَة)
b. Lahm (لَحْم)
c. Ruz (أَرُزّ)
d. Dajaj (دَجَاج)
e. Samak (سَمَك)
Kunci jawaban: a.
6. Kalimat "Apakah Anda sudah menerima makanan?" jika ditanyakan kepada seorang jamaah laki-laki dalam bahasa Arab adalah...
a. Hal syaribta al-ma'? (هَلْ شَرِبْتَ الْمَاءَ؟)
b. Hal istalamta al-wajbah? (هَلْ اِسْتَلَمْتَ الْوَجْبَةَ؟)
c. Aina al-matbakh? (أَيْنَمَ الْمَطْبَخُ؟)
d. Kam si'ru hadza? (كَمْ سِعْرُ هَذَا؟)
e. Kaifa haluka? (كَيْفَ حَالُكَ؟)
Kunci jawaban: b.
7. Bahan makanan pokok berupa "nasi" dan "daging ayam" dalam bahasa Arab secara berurutan adalah...
a. Ruz dan Dajaj (أَرُزّ - دَجَاج)
b. Khubz dan Lahm (خُبْز - لَحْم)
c. Ruz dan Samak (أَرُزّ - سَمَك)
d. Khubz dan Dajaj (خُبْز - دَجَاج)
e. Ruz dan Baqar (أَرُزّ - بَقَر)
Kunci jawaban: a.
8. Jika petugas perlu mengarahkan jamaah menuju "ruang makan" di hotel, istilah bahasa Arab yang harus disampaikan adalah...
a. Gurfat an-naum (غُرْفَةُ النَّوْم)
b. Salat al-ijtimā' (صَالَةُ الإِجْتِمَاع)
c. Gurfat al-at'imah / Galat at-ta'am (غُرْفَةُ الطَّعَام)
d. Al-hammam (الْحَمَّام)
e. Al-masjid (الْمَسْجِد)
Kunci jawaban: c.
9. Kata yang digunakan untuk menggambarkan sajian "makanan siap saji / makanan masak" dalam bahasa Arab adalah...
a. Ta'am matbukh (طَعَام مَطْبُوَخ)
b. Ta'am haarr (طَعَام حَارّ)
c. Ta'am barid (طَعَام بَارِد)
d. Ta'am fasid (طَعَام فَاسِد)
e. Ta'am hulw (طَعَام حُلْو)
Kunci jawaban: a.
10. Ungkapan "Selamat makan" yang santun dan umum diucapkan masyarakat Arab ketika menyajikan hidangan kepada tamu atau jamaah adalah...
a. Syukran jazilan (شُكْرًا جَزِيْلًا)
b. Afwan (عَفْوًا)
c. Bis-sihhah wal-'afiyah (بِالصِّحَّةِ وَالْعَافِيَة)
d. Na'am (نَعَمْ)
e. Ahlan wa sahlan (أَهْلًا وَسَهْلًا)
Kunci jawaban: c.
3. Wawasan Kebangsaan
1. Pelaksanaan tugas pelayanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi harus mencerminkan nilai Pancasila, khususnya keadilan sosial. Tindakan petugas haji bagian konsumsi yang paling sesuai dengan prinsip tersebut adalah...
a. Mengutamakan distribusi makanan kepada jemaah dari daerah asal petugas.
b. Memastikan seluruh jemaah mendapatkan porsi dan kualitas makanan yang sama tanpa diskriminasi.
c. Memberikan porsi makanan lebih banyak kepada jemaah yang memberikan imbalan.
d. Membiarkan jemaah lansia mengantre makanan paling belakang tanpa pendampingan.
e. Menyediakan menu khusus hanya untuk kelompok jemaah tertentu yang dikenal.
Kunci jawaban: b.
2. Sikap nasionalisme seorang Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bagian Konsumsi di tanah suci ditunjukkan melalui pengawasan mutu katering. Bentuk perwujudan sikap tersebut dalam menjaga nama baik bangsa adalah...
a. Membiarkan makanan berbau asam tetap dibagikan demi menghemat anggaran.
b. Memastikan penyedia katering menyajikan menu cita rasa nusantara yang higienis dan layak.
c. Mengabaikan keluhan jemaah terkait keterlambatan distribusi Makanan.
d. Menyerahkan seluruh pengawasan kualitas pangan sepenuhnya kepada pihak asing.
e. Menyetujui pengurangan porsi gizi jemaah tanpa melapor kepada pimpinan.
Kunci jawaban: b.
3. Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya yang menyatu dalam wadah NKRI. Saat membagikan makanan di pemondokan, petugas haji bagian konsumsi menemui jemaah dari bermacam latar belakang budaya. Sikap yang harus ditunjukkan sesuai prinsip Bhinneka Tunggal Ika adalah...
a. Bersikap ramah dan melayani seluruh jemaah dengan kesetaraan tanpa membeda-bedakan.
b. Hanya mau melayani jemaah yang memahami bahasa daerah petugas.
c. Memprioritaskan jemaah yang memiliki latar belakang sosial setara dengan petugas.
d. Meminta jemaah untuk menyesuaikan diri sendiri tanpa dibantu oleh petugas.
e. Mengelompokkan antrean distribusi makanan berdasarkan strata ekonomi jemaah.
Kunci jawaban: a.
4. Integritas dan kejujuran merupakan cerminan dari wawasan kebangsaan yang kuat. Ketika melakukan pemeriksaan jumlah porsi makanan dari pihak katering, langkah yang paling benar dilakukan oleh petugas adalah...
a. Mengurangi laporan jumlah jemaah agar tersisa porsi makanan untuk dijual kembali.
b. Memverifikasi kesesuaian jumlah porsi secara faktual dan melaporkan ketidaksesuaian secara objektif.
c. Menerima imbalan dari pihak katering untuk memaklumi porsi makanan yang kurang.
d. Membiarkan keterlambatan pengiriman makanan tanpa mencatatnya dalam laporan harian.
e. Memalsukan data penerimaan makanan demi mempercepat penyelesaian tugas.
Kunci jawaban: b.
5. Sesuai dengan UUD 1945, negara bertanggung jawab atas perlindungan warga negaranya di mana pun berada. Tugas petugas konsumsi haji dalam mendukung amanat konstitusi tersebut adalah...
a. Menjamin kecukupan asupan gizi dan kebersihan makanan jemaah selama bertugas.
b. Membiarkan jemaah membeli makanan sendiri di luar tanpa memberikan arahan.
c. Membatasi jadwal makan jemaah hanya satu kali dalam sehari demi efisiensi.
d. Menyalahkan jemaah jika terjadi kasus keracunan makanan akibat kelalaian pengawasan.
e. Mengurangi pengawasan katering saat memasuki fase puncak haji di Arafah.
Kunci jawaban: a.
6. Pengamalan sila ketiga Pancasila, "Persatuan Indonesia", sangat penting dalam kerja tim PPIH Arab Saudi. Jika terjadi perbedaan pendapat antarpetugas haji bagian konsumsi dalam mengatur jadwal distribusi, solusi terbaik adalah...
a. Meninggalkan lokasi tugas dan membiarkan distribusi makanan terhenti.
b. Bermusyawarah untuk mufakat guna mencari jalan keluar demi kelancaran pelayanan jemaah.
c. Mengedepankan ego pribadi agar pendapat sendiri yang digunakan dalam tim.
d. Meminta bantuan jemaah untuk menyelesaikan perselisihan internal petugas.
e. Melaporkan rekan kerja ke pihak luar tanpa mengklarifikasi masalah terlebih dahulu.
Kunci jawaban: b.
7. Bela negara bagi seorang petugas haji tidak dilakukan dengan angkat senjata, melainkan melalui dedikasi pelayanan. Contoh bentuk bela negara petugas haji bagian konsumsi di Arab Saudi adalah...
a. Bekerja penuh tanggung jawab dan sigap memastikan makanan jemaah terdistribusi tepat waktu.
b. Menggunakan waktu tugas untuk kepentingan berbelanja pribadi di pasar lokal.
c. Mengabaikan standar kebersihan makanan demi menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.
d. Menjual kembali porsi makanan jemaah yang tersisa untuk keuntungan pribadi.
e. Menolak bertugas ketika jadwal piket malam hari tiba.
Kunci jawaban: a.
8. Konsep Wawasan Nusantara menekankan bahwa jemaah haji Indonesia adalah satu kesatuan keluarga besar bangsa. Ketika terjadi keterlambatan bus katering ke wilayah Makkah, tindakan petugas yang mencerminkan semangat tersebut adalah...
a. Menyalahkan pihak panitia lain dan tidak mau ikut mencari solusi penanganan.
b. Menenangkan jemaah dengan santun dan berkoordinasi cepat agar makanan segera sampai.
c. Membiarkan jemaah kelaparan tanpa memberikan informasi yang jelas.
d. Mengutamakan makanan untuk petugas terlebih dahulu daripada jemaah.
e. Menutup komunikasi dengan koordinator kelompok jemaah.
Kunci jawaban: b.
9. Kebijakan penggunaan bahan baku masakan lokal Indonesia dalam katering haji merupakan upaya pemberdayaan ekonomi nasional. Dukungan petugas haji bagian konsumsi terhadap wawasan kebangsaan dalam hal ini adalah...
a. Memprotes penggunaan bahan baku dari Indonesia karena dianggap menyulitkan.
b. Memeriksa dan memastikan bumbu serta bahan baku asal Indonesia digunakan sesuai standar menu.
c. Mengganti seluruh menu masakan Indonesia dengan makanan cepat saji asing.
d. Membiarkan pihak katering mengganti bumbu khas nusantara tanpa konfirmasi.
e. Menolak menyajikan menu cita rasa nusantara kepada jemaah haji.
Kunci jawaban: b.
10. Komitmen organisasi dalam melayani jemaah haji adalah bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara. Apabila petugas menemukan makanan yang basi sebelum dibagikan, tindakan berlandaskan etika pelayanan publik adalah...
a. Tetap membagikan makanan tersebut agar tidak kekurangan porsi.
b. Menarik makanan tersebut dan segera berkoordinasi untuk meminta penggantian makanan layak.
c. Menyembunyikan temuan makanan basi dari jemaah dan ketua kloter.
d. Membuang makanan tanpa menyediakan makanan pengganti bagi jemaah.
e. Menyuruh jemaah untuk memaklumi kondisi makanan yang sudah tidak segar.
Kunci jawaban: b.
4. Psikologi
1. Saat jadwal pembagian makanan mengalami penundaan karena kemacetan parah di Makkah, jamaah haji mulai panik dan marah kepada petugas. Sikap psikologis yang paling tepat ditunjukkan oleh Petugas Bagian Konsumsi adalah...
a. Memilih menghindar dari lokasi agar tidak menjadi sasaran kemarahan jamaah.
b. Menjawab keluhan jamaah dengan nada tegas agar situasi dapat terkendali.
c. Tetap tenang, mendengarkan keluhan jamaah, dan memberikan penjelasan secara jujur.
d. Menyalahkan pihak penyedia katering yang terlambat mengantar makanan.
e. Meminta panitia lain untuk mengambil alih tugas pembagian makanan.
Kunci jawaban: c.
2. Seorang petugas haji bagian konsumsi telah bekerja selama 18 jam nonstop dalam kondisi cuaca ekstrem hingga merasa sangat lelah fisik dan mental. Tindakan paling tepat dalam mengelola kondisi psikologis tersebut adalah...
a. Menghentikan tugas secara sepihak untuk beristirahat tanpa melapor.
b. Mengenali batas kemampuan diri, lalu melakukan koordinasi regu untuk berbagi waktu istirahat secara bergantian.
c. Mengeluhkan beban kerja yang tidak seimbang di media sosial milik pribadi.
d. Memaksa diri terus bekerja hingga pingsan sebagai bentuk pengabdian.
e. Meminta jamaah untuk mengambil sendiri jatah makanan mereka di dapur umum.
Kunci jawaban: b.
3. Di tengah kesibukan mendistribusikan katering, seorang jamaah lansia terus mengeluh karena menu makanan yang disajikan dianggap tidak sesuai dengan selera daerah asalnya. Respon psikologis yang mencerminkan empati petugas adalah...
a. Meminta jamaah tersebut untuk bersyukur atas makanan yang sudah disediakan.
b. Mendengarkan dengan sabar, memberikan pengertian ramah, dan membantu menyesuaikan pilihan makanan yang ada.
c. Mengabaikan keluhan tersebut karena fokus mengejar target pembagian makanan.
d. Meminta keluarga jamaah untuk membeli makanan sendiri di luar hotel.
e. Mengganti menu makanan jamaah tersebut menggunakan porsi milik petugas lain secara diam-diam.
Kunci jawaban: b.
4. Ketika terjadi kesalahpahaman antara petugas haji bagian konsumsi dan tim medis mengenai waktu pemberian makanan bagi jamaah yang sakit, kondisi emosional antarpetugas mulai memanas. Langkah pengendalian diri yang harus diambil adalah...
a. Mengajak tim medis berdebat hingga menemukan siapa yang benar.
b. Mengalah tanpa memberikan klarifikasi meskipun data yang dimiliki sudah benar.
c. Mendinginkan suasana, mengesampingkan ego pribadi, dan mendiskusikan solusi terbaik demi keselamatan jamaah.
d. Melaporkan tindakan tim medis ke ketua kloter agar mendapatkan sanksi.
e. Menghentikan sementara pasokan makanan ke ruang perawatan sampai masalah selesai.
Kunci jawaban: c.
5. Saat menghadapi situasi darurat di mana puluhan kotak makanan rusak akibat distribusi yang tertahan, reaksi pertama yang mencerminkan kematangan mental seorang petugas adalah...
a. Merasa panik dan menyalahkan kondisi transportasi yang buruk.
b. Tetap fokus pada pemecahan masalah dengan segera mencari pasokan makanan cadangan.
c. Menghentikan proses pembagian makanan sampai instruksi baru diberikan.
d. Membagikan makanan yang ada tanpa mempedulikan kondisi kelayakan.
e. Menyuruh jamaah untuk menunggu tanpa kepastian batas waktu.
Kunci jawaban: b.
6. Seorang petugas haji bagian konsumsi sering menerima kritik pedas dari jamaah terkait citra rasa makanan yang kurang sesuai. Aspek psikologis yang perlu ditingkatkan oleh petugas tersebut dalam menerima kritik adalah...
a. Mempertahankan argumen bahwa standar gizi makanan sudah terpenuhi.
b. Bersikap terbuka, tidak memasukkan kritik ke dalam hati, dan menjadikannya bahan evaluasi layanan.
c. Mengabaikan masukkan tersebut karena masalah rasa adalah hal yang subjektif.
d. Menunjukkan rasa kecewa secara terang-terangan di depan jamaah.
e. Menyerahkan tugas pelayanan makanan kepada rekan kerja lainnya.
Kunci jawaban: b.
7. Integrasi tim konsumsi terdiri dari anggota dengan latar belakang budaya, usia, dan karakter yang berbeda. Untuk menjaga stabilitas emosi dan kekompakan tim, sikap yang paling utama adalah...
a. Membentuk kelompok kecil dengan anggota yang memiliki kesamaan latar belakang.
b. Menghargai perbedaan pendapat, menumbuhkan rasa saling percaya, dan aktif berkomunikasi.
c. Membiarkan anggota tim bekerja sendiri-sendiri sesuai keinginan masing-masing.
d. Mengikuti seluruh keinginan anggota tim yang paling senior.
e. Menghindari interaksi di luar jam kerja dinas.
Kunci jawaban: b.
8. Ketika seorang petugas mengalami kejenuhan tingkat tinggi (burnout) akibat rutinitas pekerjaan yang sangat padat di Armuzna, langkah regulasi emosi terbaik adalah...
a. Meluapkan kekesalan kepada rekan kerja agar beban emosional berkurang.
b. Melakukan teknik relaksasi singkat, berpikir positif, dan saling memberikan dukungan moral sesama petugas.
c. Mengurung diri di dalam tenda sampai perasaan menjadi lebih baik.
d. Meminta izin pulang lebih awal ke Indonesia karena tidak sanggup melanjutkan tugas.
e. Menurunkan standar kebersihan dan kecepatan dalam membagikan makanan.
Kunci jawaban: b.
9. Banyak jamaah haji lansia mengalami penurunan kondisi fisik dan menjadi sangat sensitif secara emosional. Keterampilan psikologis yang paling dibutuhkan petugas haji bagian konsumsi dalam melayani mereka adalah...
a. Ketegasan dalam menerapkan aturan pembagian makanan.
b. Kesabaran tinggi, kehangatan sikap, dan kemampuan berkomunikasi persuasif.
c. Kepatuhan mutlak terhadap perintah atasan tanpa fleksibilitas.
d. Kecepatan kerja tanpa perlu banyak berinteraksi dengan jamaah.
e. Pengetahuan mendalam tentang regulasi pengadaan barang.
Kunci jawaban: b.
10. Saat menemukan ada rekan kerja di bagian konsumsi yang menunjukkan gejala depresi dan kehilangan motivasi bertugas, tindakan yang mencerminkan kepedulian psikologis adalah...
a. Melaporkan keberadaan rekan tersebut kepada pimpinan agar segera diganti.
b. Mengambil alih seluruh tugasnya tanpa perlu mengajak berdiskusi.
c. Membiarkannya sampai ia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.
d. Mengajaknya berbicara secara pribadi, memberikan empati, dan menawarkan bantuan yang memungkinkan.
e. Menyindirnya agar ia kembali semangat dalam bekerja.
Kunci jawaban: d.
5. Wawasan sesuai Peminatan Tugas
1. Dalam penyediaan makanan bagi jamaah haji Indonesia di Makkah dan Madinah, pihak katering wajib memperhatikan standar cita rasa nusantara. Alasan utama penerapan kebijakan ini adalah...
a. Mencegah gangguan pencernaan dan menjaga selera makan jamaah selama beribadah.
b. Memastikan bahan baku masakan seluruhnya diimpor langsung dari Indonesia.
c. Menekan biaya produksi penyediaan makanan di Arab Saudi.
d. Memenuhi formalitas kerja sama perdagangan antarnegara.
e. Membatasi variasi menu harian yang disajikan kepada jamaah.
Kunci jawaban: a.
2. Batas waktu konsumsi (expired time) pada kemasan makanan jamaah haji sangat krusial untuk dipatuhi. Risiko utama jika jamaah mengonsumsi makanan yang melewati batas waktu tersebut adalah...
a. Penurunan kadar nutrisi tanpa menimbulkan dampak kesehatan.
b. Keracunan makanan akibat pertumbuhan bakteri patogen.
c. Perubahan warna kemasan makanan menjadi pudar.
d. Kenaikan suhu makanan secara mendadak.
e. Pembekuan tekstur nasi dan lauk.
Kunci jawaban: b.
3. Petugas haji bagian konsumsi menemukan makanan distribusi pagi hari yang belum dimakan oleh jamaah hingga sore hari. Tindakan paling tepat yang harus dilakukan oleh petugas adalah...
a. Meminta jamaah memanaskan kembali makanan tersebut sebelum dikonsumsi.
b. Menyimpan makanan ke dalam lemari pendingin untuk dimakan esok hari.
c. Melarang jamaah memakannya dan segera membuang makanan basi tersebut.
d. Membiarkan makanan tersebut selama aromanya belum berubah.
e. Mengembalikan makanan ke pihak perusahaan katering.
Kunci jawaban: c.
4. Selama periode puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), pola pendistribusian konsumsi mengalami penyesuaian khusus. Kendala utama yang paling sering dihadapi dalam proses distribusi di kawasan ini adalah...
a. Kurangnya ketersediaan bahan baku makanan di pasar lokal.
b. Kemacetan lalu lintas dan kepadatan jalur distribusi.
c. Ketiadaan tenaga juru masak dari Indonesia.
d. Penolakan jenis menu makanan oleh jamaah.
e. Aturan larangan memasak dari pemerintah Arab Saudi.
Kunci jawaban: b.
5. Pengawasan sanitasi dan higienitas di dapur katering penyedia jasa makanan haji dilakukan secara berkala. Fokus utama dari proses pengawasan ini adalah...
a. Memastikan harga bahan pangan sesuai dengan anggaran operasional.
b. Menjamin kebersihan area pengolahan dan keamanan bahan pangan.
c. Menghitung jumlah pekerja asing yang terlibat di dapur.
d. Mengukur luas area parkir armada pengangkut makanan.
e. Mengatur jadwal libur juru masak katering.
Kunci jawaban: b.
6. Khusus bagi jamaah haji lansia atau yang memiliki riwayat penyakit tertentu, layanan konsumsi dapat memberikan penyesuaian berupa...
a. Makanan dalam porsi ganda setiap jadwal makan.
b. Makanan dengan tekstur khusus seperti bubur atau lunak.
c. Bahan makanan mentah untuk dimasak sendiri.
d. Suplemen pengganti makanan utama harian.
e. Voucher makanan segar di luar maktab.
Kunci jawaban: b.
7. Sebelum makanan dibagikan secara masal kepada jamaah haji, tim pengawas konsumsi melakukan prosedur uji sampel (meal test). Tujuan utama dari prosedur ini adalah...
a. Menentukan jumlah porsi cadangan yang harus dibuat.
b. Memastikan kelayakan kualitas, rasa, dan porsi makanan.
c. Mempercepat proses pengemasan makanan ke dalam boks.
d. Mengurangi stok makanan yang menumpuk di dapur.
e. Menilai tingkat kecepatan kerja juru masak.
Kunci jawaban: b.
8. Prinsip kemasan makanan bertutup rapat (meal box) berbahan food grade digunakan untuk menyajikan hidangan jamaah haji. Keunggulan utama dari penggunaan kemasan ini adalah...
a. Memudahkan proses daur ulang sampah di pemondokan.
b. Menjaga kebersihan dan mencegah kontaminasi silang dari luar.
c. Mempercantik penampilan visual hidangan jamaah.
d. Menekan bobot beban armada pengangkut katering.
e. Mengurangi porsi nasi yang disajikan.
Kunci jawaban: b.
9. Apabila terjadi keterlambatan pengiriman konsumsi dari pihak katering ke pemondokan jamaah, langkah awal yang wajib diambil oleh petugas haji bagian konsumsi sektor adalah...
a. Mengimbau jamaah untuk membeli makanan sendiri di luar.
b. Mengontak penyedia katering dan melaporkan kondisi ke penanggung jawab sektor.
c. Menghentikan sementara seluruh aktivitas pelayanan di pemondokan.
d. Membeli bahan makanan mentah untuk dimasak bersama jamaah.
e. Menyuruh jamaah menunggu tanpa memberikan kepastian waktu.
Kunci jawaban: b.
10. Komposisi gizi seimbang pada setiap porsi makanan jamaah haji terdiri dari karbohidrat, protein, sayuran, dan buah. Kehadiran menu buah segar pada setiap porsi bertujuan untuk...
a. Mengganti kebutuhan air minum harian jamaah secara penuh.
b. Membantu menjaga daya tahan tubuh dan kecukupan vitamin jamaah.
c. Memperlama masa simpan makanan di dalam boks.
d. Menghilangkan rasa pedas pada masakan utama.
e. Mengurangi penggunaan tempat pada wadah makanan.
Kunci jawaban: b.
Perlu diingat bahwa kumpulan soal tes petugas haji bagian konsumsi di atas murni disusun untuk kebutuhan pembelajaran dan simulasi mandiri. Naskah resmi ujian bersifat rahasia dan sepenuhnya menjadi hak cipta milik Kemenhaj dan BKN.
Baca Juga: 50 Soal Tes Petugas Haji Layanan Transportasi dan Kisi-kisinya
(MDP)
