Konten dari Pengguna

6 Cara Membuat Buku Keuangan Pribadi untuk Raih Kesuksesan Finansial

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara membuat buku keuangan pribadi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara membuat buku keuangan pribadi. Foto: Pixabay

Mempelajari cara membuat buku keuangan pribadi bisa menjadi langkah awal dalam meraih kesuksesan finansial. Pasalnya, kegiatan mencatat keuangan pribadi secara berkala dapat memungkinkan seseorang mengelola keuangannya dengan baik.

Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, tujuan dari pencatatan keuangan adalah untuk menyediakan sejumlah informasi yang berkaitan dengan posisi keuangan.

Hal tersebut termasuk kinerja dan perubahan posisi keuangan, sehingga bisa digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Lantas, bagaimana cara membuat buku keuangan pribadi? Simak informasinya dalam uraian di bawah ini.

Tipe Buku Keuangan Pribadi

Ilustrasi tipe buku keuangan pribadi. Foto: Pixabay

Sebelum membahas cara membuat buku keuangan pribadi, pahami terlebih dahulu tipe-tipe pembukuan keuangan. Merujuk laman resmi OCBC NISP, berikut tipe buku keuangan pribadi yang bisa kamu pilih:

1. Laporan Neraca Keuangan Individu

Laporan neraca keuangan individu atau individual balance sheet merupakan catatan yang memberikan informasi terkait seluruh kekayaan seseorang dalam masa waktu tertentu. Kekayaan yang dimaksud di antaranya meliputi kumpulan aset, kekayaan bersih, hingga liabilitas.

2. Laporan Arus Kas (Cash Flow) Individu

Laporan arus kas atau cash flow individu adalah catatan yang memberikan informasi mengenai pemasukan dan pengeluaran dalam jangka waktu tertentu. Laporan arus kas terbagi menjadi dua bagian, berikut penjelasannya:

  • Laporan arus kas masuk: Terdiri dari apa pun yang menghasilkan uang di antaranya gaji bulanan, upah, deposito, bunga rekening tabungan, dividen investasi, pendapatan tambahan dan hasil pemasaran aset personal berupa kendaraan, kios maupun rumah.

  • Laporan arus kas keluar: Terdiri dari sejumlah pengeluaran yang dibelanjakan di antaranya sewa rumah, makan, belanja bulanan, tagihan listrik, ongkos dan lainnya. Dengan adanya catatan ini, Anda jadi tahu ke mana saja uang digunakan.

Cara Membuat Buku Keuangan Pribadi

Ilustrasi membuat buku keuangan pribadi. Foto: Pixabay

Jika sudah paham tipe-tipe pembukuan keuangan pribadi, maka kamu bisa langsung membuat rencana dan buku keuangan milikmu sendiri. Adapun cara membuat buku keuangan pribadi bisa dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini.

1. Tentukan tujuan dan rencana pengelolaan keuangan

Sebelum membuat pembukuan, pastikan kamu sudah menentukan tujuan keuangan terlebih dahulu. Misalnya, kamu ingin menabung sebanyak 15% dan investasi 10% dari total gaji.

Jika sudah menentukan tujuan keuangan, buatlah rencana pengelolaan keuangan dengan menentukan besaran alokasi dari pemasukan untuk berbagai pengeluaran.

2. Membuat spreadsheet

Untuk mulai mencatat keuangan, kamu bisa menggunakan aplikasi Google Spreadsheet. Kamu bisa langsung buat laporan keuangan yang di dalamnya berisi cash flow, aset, dan liabilitas. Kamu juga bisa menambahkan bagian lain, misalnya seperti net worth.

3. Memanfaatkan fitur Notes di HP

Apabila spreadsheet terlalu rumit, kamu bisa membuat buku keuangan pribadi dengan menggunakan fitur Notes di HP. Silakan catat seluruh pemasukan dan pengeluaran kamu di aplikasi Notes.

Ilustrasi membuat buku keuangan pribadi. Foto: Pixabay

4. Buat daftar aset dan liabilitas

Cara membuat buku keuangan pribadi berikutnya adalah menuliskan daftar aset hingga liabilitas yang kamu miliki beserta besaran nilainya. Hal ini meliputi nilai aset rumah, kendaraan, tabungan di bank, saham, reksa dana, dan berbagai aset lainnya yang dimiliki.

Tuliskan juga daftar liabilitas atau kewajiban yang harus kamu bayarkan dalam waktu tertentu. Misalnya seperti tagihan listrik, air, cicilan kendaraan, KPR, kartu kredit, atau paylater.

5. Hitung seluruh kekayaan bersih

Setelah membuat daftar aset dan liabilitas yang dimiliki, selanjutnya hitung total net worth atau kekayaan bersihnya. Kalkulasikan seluruh nilai aset dan liabilitas tersebut, lalu cari selisih antara keduanya.

Sebagai contoh, kamu mempunyai total aset senilai Rp200 juta dan total liabilitas sebesar Rp25 juta. Maka, hasil total kekayaan bersih atau net worth yang kamu miliki adalah Rp175 juta.

6. Buat catatan arus kas harian

Cara membuat buku keuangan pribadi harian yang terakhir adalah melakukan pencatatan arus kas secara rutin dan berkala. Dalam hal ini, kamu perlu menuliskan seluruh sumber penghasilan yang dimiliki, entah itu gaji bulanan, pendapatan tambahan, investasi, maupun hasil wirausaha.

Di sisi lain, tuliskan juga seluruh pengeluaran yang terjadi, seperti tagihan bulanan, cicilan atau kredit, jajan, servis mobil, dan semacamnya. Kemudian, jumlahkan semua pemasukan dan pengeluaran tersebut, lalu hitung selisih antara keduanya.

Apabila total pemasukan memiliki nilai lebih besar dibanding pengeluaran, maka hal tersebut menunjukkan arus kas bersih yang bersifat positif. Namun, apabila pengeluaran yang lebih tinggi dibanding pemasukan, maka kamu harus mengevaluasi kembali arus kas harianmu.

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa tujuan dari pencatatan keuangan?
chevron-down

Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, tujuan dari pencatatan keuangan adalah untuk menyediakan sejumlah informasi yang berkaitan dengan posisi keuangan.

Apa itu laporan neraca pribadi?
chevron-down

Laporan neraca keuangan individu atau individual balance sheet merupakan catatan yang memberikan informasi terkait seluruh kekayaan seseorang dalam masa waktu tertentu.

Apa saja yang dicatat dalam laporan arus kas masuk?
chevron-down

Laporan arus kas masuk terdiri dari apa pun yang menghasilkan uang, seperti gaji bulanan, upah, deposito, bunga rekening tabungan, dividen investasi, pendapatan tambahan dan hasil pemasaran aset personal berupa kendaraan, kios maupun rumah.