6 Cara Mengatasi Konflik Karyawan di Lingkungan Kerja

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara mengatasi konflik karyawan dan pegawai lainnya di lingkungan kerja merupakan hal yang harus diketahui untuk menghadapi suatu permasalahan yang kemungkinan akan terjadi.
Sebab, di berbagai bidang pekerjaan akan selalu ada potensi terjadinya perselisihan, baik antar individu ataupun kelompok, yang dapat menimbulkan konflik.
Konflik di lingkungan kerja terkadang dapat mempengaruhi profesionalitas individu tersebut. Perselisihan yang terjadi dapat menimbulkan lingkungan kerja yang tidak sehat dan menurunnya produktivitas kerja, serta memburuknya kinerja perusahaan.
Ismail Nawawi (2010) menjelaskan, definisi konflik kerja adalah ketidaksesuaian dua orang atau lebih anggota atau kelompok-kelompok organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber daya-sumber daya yang terbatas atau kegiatan kerja atau karena kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan nilai dan persepsi.
Cara Mengatasi Konflik Karyawan
Cara Mengatasi Konflik Karyawan
Menurut Maria Magdalena Minarsih dalam Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Pandanaran Semarang, berikut enam cara yang dapat ditempuh untuk mengatasi konflik karyawan di tempat kerja agar tak menurunkan produktivitas kerja.
1. Hadapi Konflik
Saat terjadi perselisihan di dalam lingkungan kerja, jangan berpura-pura seperti tidak mengetahui apa yang terjadi atau menghindarinya. Segeralah menyelesaikan dan menghadapi konflik agar permasalahan tidak berlarut-larut dan membuat situasi semakin buruk.
2. Pemecahan Masalah
Saat menghadapi suatu konflik di lingkungan kerja, kamu perlu berusaha untuk mencari solusi untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Semakin cepat permasalahan teratasi akan semakin baik sehingga tidak berlarut-larut.
3. Menghindari Perselisihan
Demi meminimalisasi adanya konflik, agar permasalahan yang terjadi tidak semakin parah kamu perlu menghindari perselisihan. Kamu bisa mencoba untuk menghindari perbedaan antar masing-masing individu dengan cara apa pun. Tidak salah juga jika kamu mengalah untuk menghindari konflik.
4. Berkompromi
Berkompromi merupakan solusi yang baik dalam menyelesaikan konflik, karena masing-masing individu bisa menerima keputusan yang telah disepakati. Namun, tidak semua konflik bisa diselesaikan dengan kompromi.
5. Meminta Perintah dari yang Berwenang
Cara penyelesaian konflik ini berdasarkan perintah dari pimpinan yang mau tidak mau perlu dituruti. Sehingga, cara ini bisa dikatakan langkah penyelesaian konflik karena paksaan dari orang yang berwenang.
6. Mengubah Variabel Struktural
Jika konflik yang terjadi melibatkan individu-individu yang terlibat dalam suatu kepemimpinan, maka langkah lain yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan konflik adalah dengan mengubah struktur organisasi.
Bentuk-Bentuk Konflik dalam Pekerjaan
Konflik yang terjadi antar karyawan di dunia kerja ada berbagai macam bentuk-bentuknya, seperti misalnya konflik antar sesama staf, antar atasan, hingga konflik yang bersinggungan antar divisi departemen kerja yang berbeda-beda.
1. Konflik Hierarki (Hierarchical Conflict)
Konflik ini biasa terjadi pada tingkatan hierarki organisasi, contohnya konflik antara pimpinan dengan kepala bagian. Konflik hierarki terjadi karena perbedaan kepentingan masing-masing individu, perbedaan persepsi dan mungkin juga perbedaan tujuan.
2. Konflik Fungsional (Functional Conflict)
Konflik fungsional terjadi karena adanya berbagai fungsi departemen tertentu dalam organisasi. Seperti konflik yang terjadi antara bagian produksi dengan bagian keuangan. Konflik ini terjadi karena perbedaan tujuan masing-masing bagian dalam organisasi.
3. Konflik Staf dengan Kepala Unit (Line Staff Unit)
Konflik ini terjadi antara pemimpin unit dengan stafnya terutama staf yang berhubungan dengan wewenang dan otoritas kerja. Misalnya karyawan staf secara tidak formal mengambil wewenang berlebihan.
4. Konflik Formal-Informal (Formal-Informal Conflict)
Konflik ini terjadi karena berbagai faktor-faktor lainnya, baik pribadi ataupun profesional misalnya norma di organisasi formal dilakukan di organisasi nonformal.
Konflik yang terjadi bisa dijadikan pembelajaran untuk dapat terus berkembang dan produktif, seperti dalam buku Model Pengembangan Karya Ilmiah Bidang Pendidikan Islam, perusahaan yang pernah mengalami konflik justru akan maju dan terus berkembang.
Artinya sebuah perusahaan yang sering mengalami konflik dan memiliki manajemen konflik yang baik mampu menyelesaikan konflik perusahaan tersebut sehingga sudah terbiasa menyelesaikan konflik dengan cara yang tepat dan profesional.
Maka dari itu, untuk menyelesaikan konflik di lingkungan kerja perlunya manajemen konflik. Karena di dalam suatu perusahaan, setiap konflik tentunya akan terus terjadi.
(SRS)
