Konten dari Pengguna

7 Tips Memilih Bisnis Franchise untuk Pebisnis Pemula

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bisnis franchise. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bisnis franchise. Foto: Unsplash.com

Bisnis franchise telah menjadi pilihan populer bagi pengusaha yang ingin memulai usaha dengan risiko lebih rendah. Dengan memanfaatkan franchise, pemegang waralaba (franchisee) bisa mendapatkan model bisnis yang teruji, merek yang dikenal, dan dukungan dari pemilik franchise (franchisor).

Namun, memilih bisnis franchise yang tepat memerlukan pertimbangan matang agar investasi tidak sia-sia. Berikut tips memilih bisnis franchise untuk mengurangi risiko dan meningkatkan peluang sukses.

Tips Memilih Bisnis Franchise

Ilustrasi bisnis franchise. Foto: Unsplash

Dengan mempertimbangkan beberapa tips di bawah in, pebisnis pemula dapat mengurangi risiko dan meningkatkan peluang sukses dalam menjalankan bisnis franchise.

1. Pilih Bidang Usaha yang Anda Minati

Sebelum memutuskan membeli franchise, pilih bidang usaha yang sesuai dengan minat dan keahlian. Ketertarikan pada jenis usaha tertentu akan membuat pengusaha lebih bersemangat dalam menjalankannya.

Apakah menyukai makanan, pendidikan, kecantikan, atau layanan kesehatan? Pilih bidang yang sesuai dengan minat, sehingga pengusaha dapat lebih mudah memahami bisnis tersebut.

2. Lakukan Riset Mendalam tentang Franchise

Riset adalah langkah awal yang sangat penting. Beberapa hal yang perlu pengusaha perhatikan dalam riset:

  • Reputasi Merek: Pastikan franchise memiliki reputasi yang baik di pasar dan dikenal luas oleh masyarakat.

  • Track Record Franchisee: Cari tahu apakah mitra franchise lain berhasil dan puas dengan sistem franchisor.

  • Legalitas: Pastikan franchise memiliki izin resmi dari pemerintah, seperti sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau terdaftar di Kementerian Perdagangan.

  • Informasi ini dapat pengusaha peroleh melalui Internet, forum bisnis, atau langsung menghubungi franchisor dan franchisee yang sudah bergabung.

3. Analisis Biaya dan Potensi Keuntungan

Setiap franchise memiliki biaya investasi yang berbeda, termasuk biaya awal (franchise fee), royalti, dan biaya operasional. Hitung dengan cermat total biaya yang diperlukan dan bandingkan dengan potensi keuntungan yang dapat pengusaha peroleh.

Pastikan juga pengusaha memiliki modal cadangan untuk menutupi biaya operasional hingga bisnis mulai menghasilkan keuntungan. Tanyakan juga ke franchisor mengenai proyeksi pendapatan dan jangka waktu balik modal.

Baca Juga: Franchise Paling Menguntungkan di Indonesia untuk Memulai Bisnis

4. Perhatikan Dukungan dari Franchisor

Franchisor yang baik akan memastikan pengusaha mendapatkan bantuan yang memadai untuk sukses. Namun, tingkat dukungan yang diberikan bisa berbeda-beda. Pastikan franchisor menyediakan:

  • Pelatihan: Apakah franchisor memberikan pelatihan awal dan lanjutan?

  • Panduan Operasional: Adanya standar operasional prosedur (SOP) untuk membantu pengusaha menjalankan bisnis.

  • Pemasaran: Dukungan dalam bentuk promosi atau penjenamaan (branding) untuk menarik pelanggan.

  • Bantuan Teknis: Adanya bantuan jika pengusaha menghadapi masalah di lapangan.

5. Tinjau Perjanjian Franchise dengan Teliti

Sebelum menandatangani kontrak, pastikan pengusaha membaca dan memahami isi perjanjian franchise secara menyeluruh. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Durasi Kontrak: Berapa lama perjanjian berlaku?

  • Kewajiban Royalti: Berapa persentase royalti yang harus dibayarkan?

  • Wilayah Eksklusif: Apakah pengusaha memiliki hak eksklusif untuk wilayah tertentu?

  • Sanksi dan Pemutusan Kerja Sama: Apa yang terjadi jika pengusaha melanggar perjanjian?

Jika perlu, konsultasikan isi perjanjian dengan pengacara untuk memastikan tidak ada klausul yang merugikan pengusaha.

6. Cari Franchise dengan Tren yang Stabil

Hindari memilih franchise yang hanya berdasarkan tren sesaat. Pilih bisnis yang memiliki permintaan stabil dan berpotensi berkembang dalam jangka panjang. Misalnya, bisnis makanan dan minuman biasanya lebih stabil dibanding bisnis berbasis tren.

7. Pertimbangkan Lokasi Usaha

Lokasi juga memengaruhi kesuksesan bisnis franchise yang dijalankan. Pilih lokasi strategis dengan tingkat lalu lintas tinggi yang sesuai dengan target pasar. Diskusikan dengan franchisor untuk mendapatkan saran mengenai lokasi yang ideal.

(NDA)