Adelin Lis, Raja Kayu yang Hari Ini Ditangkap Usai Buron Belasan Tahun

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kejaksaan Negeri Medan hingga saat ini masih dibuat pusing oleh ulah Adelin Lis, konglomerat sekaligus buronan kelas kakap kasus pembalakan liar. Ia telah diburu oleh pihak kejaksaan bahkan hingga ke Singapura.
Ia telah diburu sejak 2008 dan melarikan diri ke Singapura. Namun, otoritas Singapura juga tak tinggal diam. Jejak kejahatannya mulai tercium oleh negeri jiran ada 2018.
Ia diketahui masuk ke Singapura dengan paspor palsu. Adelin Lis kemudian dideportasi dari negeri tetangga dan dikenai denda sebesar 14 ribu dolar Singapura atau senilai Rp 150 juta (kurs: Rp 14.214).
Namun, karena memang Adelin punya latar belakang keluarga konglomerat, besarnya denda itu hanya dibayar dalam satu minggu saja dengan dua kali angsuran.
Usai dideportasi, Adelin kemudian dipulangkan ke Jakarta dan buru-buru dijemput oleh petugas untuk diadili. Website resmi Kejaksaan Negeri Medan bahkan sudah memuat biodatanya sebagai seorang buronan.
Jauh sebelum berurusan dengan otoritas Singapura, Adelin sempat dikenakan vonis 10 tahun penjara dan denda Rp 110 miliar oleh Mahkamah Agung. Usai divonis, ia kemudian hilang dari pandangan polisi dalam negeri.
Pada 2006, Adelin diketahui berada di China. KBRI negeri tirai bambu bersama polisi lokal kemudian menangkapnya. Namun, Adelin berhasil memberikan perlawanan. Polisi China bahkan ia pukuli hingga terpaksa mundur.
Profil Adelin Lis
Adelin Lis merupakan putra dari Acak Lis, pemilik PT Mujur Timber, perusahaan pengolahan kayu yang diubah menjadi daun triplek yang berbasis di Sibolga.
Ia merupakan putra asli Medan kelahiran 15 Agustus 1967. Sepeninggalan Acak, Adelin mewarisi beberapa aset ayahnya yang besarannya menyentuh triliunan rupiah.
Adelin aktif sebagai Direktur Keuangan PT KNDI dan Direktur Utama di PT Rimba Mujur Mahkota, suatu perusahaan perkebunan yang berada di Sumatera Utara. Ia terjerat kasus pembalakan liar yang dituduhkan ke perusahaannya.
Sejak saat itulah, petualangan pidananya dimulai. Adelin kemudian dikenal publik sebagai buronan kelas kakap yang levelnya sudah menyentuh penyelidikan internasional.
