Alasan Mengapa Konsep Equilibrium Penting dalam Teori Ekonomi Mikro

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konsep equilibrium berperan penting dalam teori ekonomi mikro. Teori ekonomi mikro sendiri berisi tentang kegiatan ekonomi mulai dari produsen hingga konsumen. Teori Ekonomi Mikro juga dikenal dengan Teori Harga.
Lantas, mengapa konsep equilibrium penting dalam teori ekonomi mikro? simak pembahasan dan informasi lainnya di artikel Berita Bisnis berikut ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Mengapa Konsep Equilibrium Penting dalam Teori Ekonomi Mikro? Ini Alasannya
Dalam ilmu ekonomi, mengutip articles.outlier.org, equilibrium (keseimbangan) adalah keadaan seimbang dari suatu model. Sederhananya, equilibrium menggambarkan keseimbangan antara harga dan kuantitas.
Sebuah model hanya menyimpang dari ekuilibrium jika ada perubahan yang mengganggu kondisi setimbangnya, seperti monopoli, oligopoli, monopsoni, dan oligopsoni.
Dalam teori ekonomi mikro yang mempelajari kegiatan ekonomi dalam menentukan kualitas, kuantitas, dan harga barang atau jasa di pasar, ekuilibrium penting dalam hal ini karena tak ada pelaku ekonomi (produsen hingga konsumen) yang merugi.
Berdasarkan courses.lumenlearning.com, ekuilibrium penting dalam teori ekonomi mikro karena berperan menciptakan pasar yang seimbang dan pasar yang efisien.
Jika sebuah pasar berada pada harga dan kuantitas keseimbangan, pasar tak memiliki alasan untuk menjauh dari titik tersebut. Sebab, pasar menyeimbangkan jumlah yang ditawarkan dan jumlah yang diminta.
Selanjutnya, menurut unri.ac.id, equilibrium yang ada pada ekonomi mikro berarti tak ada satupun dari pelaku ekonomi merugi atau terjadi keseimbang pasar (market equilibrium).
Melalui market equilibrium, harga keseimbangan (price equilibrium) dan kuantitas keseimbangan (quantity equilibrium) antara pelaku ekonomi konsumen dan produsen akan tercipta.
Tanpa adanya keseimbangan pasar maka harga keseimbangan (permintaan/demand) tak dapat diwujudkan. Pun demikian dengan kuantitas keseimbangan (penawaran/supply).
Jenis-jenis Equilibrium Ekonomi
Selain equilibrium pada teori ekonomi mikro, terdapat beberapa ekuilibrium lainnya pada teori ekonomi yang berbeda. Berikut jenis-jenis ekuilibrium yang dikutip dari wallstreetmojo.com:
1. Equilibrium pada Ekonomi Makro
Ekonomi makro melihat ekonomi dari sudut pandang yang lebih luas dan mempelajari faktor-faktor ekonomi seperti produk domestik bruto (PDB), suku bunga, dan pengeluaran fiskal.
Ekuilibrium ekonomi dicapai dalam ekonomi makro dengan menyeimbangkan input dan output.
2. Statis dan Dinamis
Ekuilibrium ekonomi dalam ekonomi mikro dan makro dapat dibagi lagi menjadi kategori statis dan dinamis.
Dalam equilibrium statis, faktor atau input tak akan berubah. Misalnya, permintaan dan penawaran akan tetap konstan, sehingga semua pihak yang terlibat mencapai kepuasan maksimum.
Dalam equilibrium dinamis, faktor-faktor atau input terus bervariasi. Contohnya, harga, tarif, dan tingkat pendapatan yang terus berubah.
(MQ)
Frequently Asked Question Section
Apa yang terjadi jika tak ada keseimbangan pasar?

Apa yang terjadi jika tak ada keseimbangan pasar?
Harga keseimbangan (permintaan/demand) tak dapat diwujudkan. Pun demikian dengan kuantitas keseimbangan (penawaran/supply).
Ekonomi makro mempelajari apa saja?

Ekonomi makro mempelajari apa saja?
Ekonomi makro mempelajari faktor-faktor ekonomi seperti produk domestik bruto (PDB), suku bunga, dan pengeluaran fiskal.
Apa itu equilibrium dinamis?

Apa itu equilibrium dinamis?
Dalam equilibrium dinamis, faktor-faktor atau input terus bervariasi.
