Alasan Resign saat Interview yang Tepat, Ini Tips dan Contohnya

Berita Bisnis
Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
Konten dari Pengguna
8 November 2023 16:26 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Alasan Resign saat Interview yang Tepat, Ini Tips dan Contohnya. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Alasan Resign saat Interview yang Tepat, Ini Tips dan Contohnya. Foto: Pexels
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Interview atau wawancara kerja adalah proses umum yang harus dilalui para pencari kerja sebelum diterima di perusahaan. Saat interview, pewawancara akan menanyakan banyak hal, termasuk alasan resign (pengunduran diri) dari perusahaan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Alasan resign adalah poin penting bahkan bisa jadi penentu apakah kamu diterima perusahaan tersebut atau tidak. Oleh karena itu, menjawab alasan resign saat interview tidak boleh asal-asalan.
Kamu bisa simak tips dan contoh alasan resign saat interview kerja di bawah ini.

Tips Menjawab Alasan Resign saat Interview

Tips Menjawab Alasan Resign saat Interview. Foto: Pexels
Berikut beberapa tips yang mesti kamu catat untuk menyiapkan jawaban saat ditanya alasan resign.

1. Jawab secara Jujur

Jujur adalah hal yang terpenting saat melakukan interview kerja. Oleh karena itu, alasan resign yang kamu berikan haruslah apa adanya. Jangan membuat-buat alasan yang tidak masuk akal.
Perlu dicatat bahwa jujur bukan berarti menyampaikan semua alasan tanpa disaring terlebih dahulu. Cukup sampaikan poin penting tentang alasan kamu resign. Sampaikan dengan bahasa yang terstruktur, sopan, dan tetap tenang.
ADVERTISEMENT

2. Hindari Membahas Gaji Secara Gamblang

Biasanya, alasan resign seseorang adalah karena gaji. Meskipun hal ini umum diketahui, tapi ada baiknya untuk tidak menyinggung persoalan gaji secara langsung.
Perusahaan umumnya menyukai karyawan yang berorientasi pada hasil dan pengembangan diri, bukan uang. Jikalau alasan kamu resign memang karena gaji, kamu bisa sampaikan secara implisit. Misalnya, sampaikan bahwa kamu menginginkan tanggung jawab yang lebih besar.

3. Jangan Menjelek-jelekkan Perusahaan Terdahulu

Ini adalah poin penting. Meskipun kamu resign karena merasa diperlakukan tidak adil di perusahaan sebelumnya, jangan sampai kamu menjelek-jelekkan perusahaan terdahulu.
Kamu bisa menceritakan sedikit kekurangan atau ketidakcocokan kamu dengan perusahaan terdahulu. Tapi sampaikan dengan bahasa yang sopan dan profesional.
Perusahaan menyukai karyawan yang profesional. Meskipun tidak menyukai perusahaan terdahulu, tetap tunjukkan integritas dan kebijaksanaan.
ADVERTISEMENT

Contoh Alasan Resign saat Interview

Contoh Alasan Resign Saat Interview. Foto: Pexels
Berikut beberapa contoh alasan resign yang bisa kamu gunakan sebagai jawaban saat interview.

1. Pindah Jalur Karier/Career Switch

Salah satu alasan resign saat interview yang paling sering digunakan adalah ingin pindah jalur karier atau switch carreer. Ini merupakan hal yang sangat wajar di dunia kerja.
Jadi, alasan ini akan terdengar profesional dan membuatmu terlihat seperti orang yang senantiasa yakin dengan diri sendiri, dan berani membuat keputusan-keputusan besar dan matang.
Berikut contoh kalimatnya:
ADVERTISEMENT

2. Mencari Lingkungan Kerja Baru

Jika di perusahaan sebelumnya kamu terjebak dalam lingkungan kerja yang toxic, kemudian memutuskan resign, kamu bisa gunakan alasan "ingin mencari lingkungan kerja baru".
Tidak perlu menceritakan betapa toxic-nya tempat kerja kamu sebelumnya, cukup sampaikan keinginanmu dengan kalimat lebih positif, seperti "ingin mencari lingkungan kerja yang lebih dinamis", "tim yang lebih besar agar bisa berkembang", dan sebagainya.
Berikut contoh kalimatnya:

3. Mencari Pengalaman Baru

Mencari pengalaman baru berbeda dengan switch career. Kamu tetap berada di jalur karier yang sama, tapi memutuskan untuk mencari pengalaman yang sekiranya lebih menantang di perusahaan lain.
ADVERTISEMENT
Jika mengemukakan alasan ini, ada baiknya menceritakan sedikit pengalaman di kantor yang lama. Berikut contoh kalimatnya:

4. Faktor Keluarga

Alasan resign saat interview yang umum lainnya adalah karena kondisi keluarga. Mungkin hal ini akan terkesan tidak profesional, tapi kamu bisa memberi alasan dengan kalimat yang tepat.
Contohnya, jika kamu seorang wanita yang sudah menikah, lalu memilih pekerjaan remote dibandingkan dengan pekerjaan yang harus pergi ke kantor karena harus mengurus keluarga di rumah terutama anak.
ADVERTISEMENT
Kamu bisa gunakan kalimat berikut:

5. Pendidikan

Biasanya orang-orang harus mengorbankan karier yang sudah lama dijalaninya demi pendidikan. Lalu, ketika kamu telah selesai menyelesaikannya dan siap mencari peluang baru, kamu bisa jelaskan kepada rekruter alasan resign yang sebenarnya.
Alasan ini sangat bisa diterima dan bahkan mungkin menambah nilai positif. Berikut contoh kalimatnya:
ADVERTISEMENT

6. Dipecat

Kembali ke tips pertama yang sudah dijelaskan di atas, kamu mesti memberi jawaban yang jujur ketika ditanya alasan resign. Meski begitu, hindari menjelaskan ke detail yang tidak perlu.
Kalau kamu dipecat dari kantor sebelumnya, jangan menjelek-jelekkan kantor tersebut dan hindari menjawab dengan tone atau emosi negatif.
Jelaskan situasimu apa-adanya, kemudian arahkan rekruter kepada alasan-alasan mengapa kamu cocok untuk mengisi posisi itu. Berikut contoh kalimatnya:
ADVERTISEMENT
(DEL)