Konten dari Pengguna

Alasan Resign saat Interview yang Tepat, Ini Tips dan Contohnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alasan Resign saat Interview yang Tepat, Ini Tips dan Contohnya. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Alasan Resign saat Interview yang Tepat, Ini Tips dan Contohnya. Foto: Pexels

Daftar isi

Interview atau wawancara kerja adalah proses umum yang harus dilalui para pencari kerja sebelum diterima di perusahaan. Saat interview, pewawancara akan menanyakan banyak hal, termasuk alasan resign (pengunduran diri) dari perusahaan sebelumnya.

Alasan resign adalah poin penting bahkan bisa jadi penentu apakah kamu diterima perusahaan tersebut atau tidak. Oleh karena itu, menjawab alasan resign saat interview tidak boleh asal-asalan.

Kamu bisa simak tips dan contoh alasan resign saat interview kerja di bawah ini.

Tips Menjawab Alasan Resign saat Interview

Tips Menjawab Alasan Resign saat Interview. Foto: Pexels

Berikut beberapa tips yang mesti kamu catat untuk menyiapkan jawaban saat ditanya alasan resign.

1. Jawab secara Jujur

Jujur adalah hal yang terpenting saat melakukan interview kerja. Oleh karena itu, alasan resign yang kamu berikan haruslah apa adanya. Jangan membuat-buat alasan yang tidak masuk akal.

Perlu dicatat bahwa jujur bukan berarti menyampaikan semua alasan tanpa disaring terlebih dahulu. Cukup sampaikan poin penting tentang alasan kamu resign. Sampaikan dengan bahasa yang terstruktur, sopan, dan tetap tenang.

2. Hindari Membahas Gaji Secara Gamblang

Biasanya, alasan resign seseorang adalah karena gaji. Meskipun hal ini umum diketahui, tapi ada baiknya untuk tidak menyinggung persoalan gaji secara langsung.

Perusahaan umumnya menyukai karyawan yang berorientasi pada hasil dan pengembangan diri, bukan uang. Jikalau alasan kamu resign memang karena gaji, kamu bisa sampaikan secara implisit. Misalnya, sampaikan bahwa kamu menginginkan tanggung jawab yang lebih besar.

3. Jangan Menjelek-jelekkan Perusahaan Terdahulu

Ini adalah poin penting. Meskipun kamu resign karena merasa diperlakukan tidak adil di perusahaan sebelumnya, jangan sampai kamu menjelek-jelekkan perusahaan terdahulu.

Kamu bisa menceritakan sedikit kekurangan atau ketidakcocokan kamu dengan perusahaan terdahulu. Tapi sampaikan dengan bahasa yang sopan dan profesional.

Perusahaan menyukai karyawan yang profesional. Meskipun tidak menyukai perusahaan terdahulu, tetap tunjukkan integritas dan kebijaksanaan.

Baca Juga: Cara Membuat Surat Pengunduran Diri dari Perusahaan dan Contohnya

Contoh Alasan Resign saat Interview

Contoh Alasan Resign Saat Interview. Foto: Pexels

Berikut beberapa contoh alasan resign yang bisa kamu gunakan sebagai jawaban saat interview.

1. Pindah Jalur Karier/Career Switch

Salah satu alasan resign saat interview yang paling sering digunakan adalah ingin pindah jalur karier atau switch carreer. Ini merupakan hal yang sangat wajar di dunia kerja.

Jadi, alasan ini akan terdengar profesional dan membuatmu terlihat seperti orang yang senantiasa yakin dengan diri sendiri, dan berani membuat keputusan-keputusan besar dan matang.

Berikut contoh kalimatnya:

Beberapa waktu ke belakang, saya mulai memikirkan kembali tentang rencana karier saya. Saat itu, saya merasa bahwa sudah saatnya untuk mengubah rencana ke depan dan melakukan hal-hal yang benar saya sukai.

2. Mencari Lingkungan Kerja Baru

Jika di perusahaan sebelumnya kamu terjebak dalam lingkungan kerja yang toxic, kemudian memutuskan resign, kamu bisa gunakan alasan "ingin mencari lingkungan kerja baru".

Tidak perlu menceritakan betapa toxic-nya tempat kerja kamu sebelumnya, cukup sampaikan keinginanmu dengan kalimat lebih positif, seperti "ingin mencari lingkungan kerja yang lebih dinamis", "tim yang lebih besar agar bisa berkembang", dan sebagainya.

Berikut contoh kalimatnya:

Pada perusahaan tempat saya bekerja sebelumnya, persaingan antar pekerja cukup intens, sehingga tak jarang menimbulkan friksi di antara karyawan. Saya sendiri ingin mencari lingkungan kerja di mana saya bisa saling mendukung dengan rekan-rekan saya untuk mencapai tujuan bersama. Karena itu saya mencari perusahaan yang menitikberatkan pada kesuksesan kelompok.

3. Mencari Pengalaman Baru

Mencari pengalaman baru berbeda dengan switch career. Kamu tetap berada di jalur karier yang sama, tapi memutuskan untuk mencari pengalaman yang sekiranya lebih menantang di perusahaan lain.

Jika mengemukakan alasan ini, ada baiknya menceritakan sedikit pengalaman di kantor yang lama. Berikut contoh kalimatnya:

Pada perusahaan sebelumnya, saya terlibat dalam proyek-proyek infrastruktur pemerintah seperti pembangunan jembatan dan stadium olahraga. Meski cukup seru, saya tertarik untuk terjun dalam jenis proyek lain seperti pembangunan office tower. Hal ini, yang mendorong saya untuk melamar di PT. Pakuwon Jati yang memang fokus pada pembangunan superblock.

4. Faktor Keluarga

Alasan resign saat interview yang umum lainnya adalah karena kondisi keluarga. Mungkin hal ini akan terkesan tidak profesional, tapi kamu bisa memberi alasan dengan kalimat yang tepat.

Contohnya, jika kamu seorang wanita yang sudah menikah, lalu memilih pekerjaan remote dibandingkan dengan pekerjaan yang harus pergi ke kantor karena harus mengurus keluarga di rumah terutama anak.

Kamu bisa gunakan kalimat berikut:

Bekerja penuh waktu mengharuskan saya sepenuhnya fokus pada pekerjaan. Setelah saya melahirkan, saya memutuskan ingin bekerja remote agar mampu membagi waktu yang ideal antara pekerjaan dan keluarga.

5. Pendidikan

Biasanya orang-orang harus mengorbankan karier yang sudah lama dijalaninya demi pendidikan. Lalu, ketika kamu telah selesai menyelesaikannya dan siap mencari peluang baru, kamu bisa jelaskan kepada rekruter alasan resign yang sebenarnya.

Alasan ini sangat bisa diterima dan bahkan mungkin menambah nilai positif. Berikut contoh kalimatnya:

Tahun lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk belajar selama 1 tahun di Australia. Karena tidak memungkinkan, jadi saya harus resign. Sekarang, pendidikannya telah selesai dan saya siap mengimplementasikan apa yang saya pelajari di lingkungan kerja yang baru.

6. Dipecat

Kembali ke tips pertama yang sudah dijelaskan di atas, kamu mesti memberi jawaban yang jujur ketika ditanya alasan resign. Meski begitu, hindari menjelaskan ke detail yang tidak perlu.

Kalau kamu dipecat dari kantor sebelumnya, jangan menjelek-jelekkan kantor tersebut dan hindari menjawab dengan tone atau emosi negatif.

Jelaskan situasimu apa-adanya, kemudian arahkan rekruter kepada alasan-alasan mengapa kamu cocok untuk mengisi posisi itu. Berikut contoh kalimatnya:

Berkaca pada masa lalu, saya paham bahwa saya dan kantor lama saya memiliki ekspektasi yang berbeda tentang arti kesuksesan dalam peran saya.

Ketika saya merenungkan pengalaman itu, saya menyadari ada beberapa hal yang bisa saya lakukan dengan berbeda. Saya belajar banyak, dan saya akan sangat senang membawa apa yang saya telah pelajari ke pekerjaan baru ini. Peran ini sejalan dengan keterampilan dan kemampuan saya, dan arah yang saya inginkan untuk karier saya.

(DEL)