Konten dari Pengguna

Alat Pembayaran Tunai di Indonesia Apa Saja? Ini Jawabannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Alat Pembayaran Tunai di Indonesia. Foto: Unsplash.com/Katie Harp
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Alat Pembayaran Tunai di Indonesia. Foto: Unsplash.com/Katie Harp

Secara umum, alat pembayaran di Indonesia terbagi atas alat pembayaran tunai dan non-tunai yang memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri.

Salah satu kelebihan dari alat pembayaran tunai adalah dapat digunakan untuk transaksi di mana pun dan kapan pun, baik di pasar tradisional maupun pasar modern.

Agar lebih jelas, berikut Berita Bisnis jabarkan informasi seputar alat pembayaran tunai di Indonesia.

Alat Pembayaran Tunai di Indonesia

Ilustrasi Alat Pembayaran Tunai di Indonesia. Foto: Unsplash.com/Omid Armin

Alat pembayaran tunai merupakan instrumen yang digunakan dalam kegiatan bertransaksi secara tunai. Di Indonesia, alat pembayaran tunai berupa uang kertas dan uang logam.

Mengutip skripsi Analisis Efisiensi Penggunaan Kartu ATM/Debit Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) oleh Aprilia, uang tunai yang beredar di masyarakat tersedia dalam berbagai jenis pecahan yang berfungsi untuk memudahkan dalam kegiatan bertransaksi.

1. Uang Kertas

Mengutip skripsi Pengaruh Uang Elektronik dan Uang Kartal terhadap Keceptan Perputaran Uang (Velocity of Money) di Indonesia Sebelum dan Selama Masa Pandemi Covid-19 oleh Dewanto, uang kertas adalah uang berbahan baku kertas yang sudah melalui pengesahan dan ditandai gambar, cap, serta tanda tertentu.

Merujuk jurnal Perkembangan dan Pemikiran Uang dari Masa ke Masa oleh Sari, ada beberapa keuntungan penggunaan uang kertas, di antaranya:

  • Biaya pembuatan rendah

  • Penyebaran atau pengirimannya mudah

  • Penambahan dan pengurangan lebih mudah dan cepat

  • Dapat dipecahkan dalam jumlah berapa pun.

Namun, kekurangan dari uang kertas, salah satunya adalah tidak bisa dibawa dalam jumlah besar karena sangat mudah rusak.

2. Uang Logam

Ilustrasi Alat Pembayaran Tunai di Indonesia. Foto: Unsplash.com/Kevin Dunlap

Merujuk skripsi Analisis Citra untuk Identifiasi Nilai Mata Uang Logam Rupiah oleh Sumarni, mata uang logam atau koin Rupiah Indonesia pertama kali beredar pada 1951 dan 1952.

Sebagai alat pembayaran yang sah, uang logam Indonesia terbuat dari beberapa bahan, seperti cupro nikel dan aluminium bronze. Mengutip laman www.ocbcnisp.com, uang logam memiliki beberapa kelebihan dibandingkan uang kertas, yakni:

  • Kuat dan tahan lama

  • Sukar untuk dipalsukan

  • Memudahkan transaksi dengan nominal kecil

  • Kulitas bahan dasar dapat terkontrol

Adapun kekurangan dari uang logam, yakni bobotnya lebih berat, tak praktis, dan biaya produksinya mahal.

Demikian informasi seputar alat pembayaran tunai di Indonesia yang dibagi dalam bentuk uang kertas dan koin. Semoga bermanfaat.

(MQ)

Frequently Asked Question Section

Uang logam Indonesia terbuat dari bahan apa?
chevron-down

Uang logam Indonesia terbuat dari beberapa bahan, seperti cupro nikel dan aluminium bronze.

Apa yang dimaksud dengan uang kertas?
chevron-down

Uang kertas adalah uang berbahan baku kertas yang sudah melalui pengesahan dan ditandai gambar, cap, serta tanda tertentu.

Apa kelebihan dari uang logam dibanding uang kertas?
chevron-down

Salah satu kelebihan uang logam adalah kuat dan tahan lama, tidak seperti uang kertas yang mudah rusak.