Konten dari Pengguna

Ancaman Eksternal dalam Bidang Ekonomi Dapat Berbentuk Buruknya Kinerja Ekonomi

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ancaman Eksternal dalam Bidang Ekonomi Indonesia. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ancaman Eksternal dalam Bidang Ekonomi Indonesia. Foto: Pexels

Ancaman di bidang ekonomi merupakan segala jenis usaha dan kegiatan baik itu yang berasal dari dalam maupun luar negeri yang dinilai mengancam dan memburuknya keamanan finansial serta kinerja ekonomi nasional.

Di setiap negara tentu banyak ditemukan ancaman sehingga tidak berjalan secara mulus. Salah satu ancaman yang paling sering muncul dan sulit untuk dibereskan dalam waktu singkat adalah ancaman di bidang ekonomi baik internal ataupun eksternal.

Jenis Ancaman yang Dapat Mengancam Perekonomian Suatu Negara

Beberapa jenis ancaman di bidang ekonomi yang berdampak turunnya kinerja ekonomi di antaranya yaitu:

  1. Proses pengurangan bantuan kepada rakyat berupa subsidi.

  2. Perekonomian dari suatu negara dikuasai oleh pihak asing.

  3. Impor barang secara berlebihan yang membuat stok barang menjadi lebih.

  4. Harga komoditi ekspor pasar dunia yang jatuh.

  5. Kebijakan embargo yang terjadi pada negara-negara tujuan ekspor.

  6. Meningkatnya angka kemiskinan serta pengangguran.

Jika ditinjau dari faktor eksternal, apa saja ancamannya? Berikut penjelasan yang telah penulis rangkum, di bawah ini.

Ancaman Eksternal dalam Bidang Ekonomi

Ilustrasi Ancaman Eksternal dalam Bidang Ekonomi Indonesia. Foto: Pexels

Faktor ancaman di bidang ekonomi secara eksternal adalah faktor yang mengancam perekonomian sebuah negara dari luar (negara lain). Di antaranya dapat berbentuk kinerja ekonomi yang buruk, daya saing sumber daya manusia (SDM) yang rendah, ketidaksiapan menghadapi globalisasi, dan tingkat ketergantungan terhadap pihak asing.

1. Kinerja ekonomi yang buruk

Negara tidak dapat berdiri sendiri, perlu adanya kerja sama antar negara dalam kegiatan perekonomian. Peningkatan pendapatan serta keberlangsungan rumah tangganya negara menjadi alasan terjalinnya kerja sama.

Setiap negara diharuskan memiliki sikap yang baik, mampu melihat pasar, memiliki utang yang rendah serta bersaing secara sehat agar negara lain mau menjalin kerja sama. Indikator kinerja ekonomi yang buruk akan menurunkan kepercayaan negara lain untuk bekerja sama dalam perdagangan maupun ekonomi lainnya.

2. Daya saing SDM rendah

Ancaman di bidang ekonomi eksternal ini menyebabkan banyaknya pengangguran. Kemampuan tenaga kerja dari SDM lokal yang terbatas membuatnya kalah bersaing dengan tenaga kerja luar negeri. Rendahnya daya saing dapat menimbulkan merosotnya perekonomian.

Akibatnya, masyarakat memiliki kontribusi yang kurang dalam bidang ekonomi Negara karena tidak bekerja, atau bekerja dengan level jabatan yang rendah. Solusi dari masalah ini adalah dengan meningkatkan kualitas SDM dengan skill mumpuni, dengan berinovasi dan mengeksplorasi kreativitas sehingga dapat bersaing di kancah internasional.

3. Tidak siap menghadapi globalisasi

Globalisasi merupakan era kemajuan zaman yang melibatkan teknologi dalam kehidupan sosial dan ekonomi dunia. Negara yang tidak siap menghadapinya dipastikan akan jauh tertinggal dalam bidang ekonomi. Sebab teknologi yang maju akan mempermudah dan mempercepat kegiatan ekonomi maupun transaksi ekonomi.

Untuk siap menghadapi globalisasi, dibutuhkan pelatihan penggunaan fasilitas teknologi di masyarakat seperti penggunaan gadget, internet, serta mesin yang canggih dan modern. Selain itu, para investor akan dengan mudah memonopoli perekonomian suatu negara yang berujung pada terancamnya kedaulatan.

4. Tingkat ketergantungan terhadap pihak asing

Saling bekerja sama antar negara merupakan hal yang wajar. Pastikan tidak terlalu bergantung dengan negara lain. Karena ketika ekonomi global merosot, perekonomian juga akan merosot. Ekonomi negara berkembang tentu akan cepat terimbas pada gejolak ekonomi dari negara maju yang berpengaruh. Indonesia sendiri masih bergantung pada Negara Adidaya Amerika Serikat dalam bidang ekonomi.

Misalnya, inflasi yang dialami Amerika Serikat berpengaruh pada nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika. Sedangkan Negara yang mandiri secara ekonomi dengan angka produksi barang dan daya beli yang tinggi seperti Tiongkok tidak akan terpengaruh oleh Negara lain.

(SRS)