Apa Itu Compensating Differential? Ini Penjelasannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Besarnya upah yang diperoleh menjadi daya tarik pekerja dalam memilih pekerjaan. Namun, tingkat gaji dalam setiap pekerjaan dapat berbeda disesuaikan dengan karakteristik pekerjaan dan faktor lain yang mempengaruhi.
Perbedaan inilah yang dikenal dengan compensating differential. Adapun istilah compensating differential adalah perbedaan upah yang ditawarkan berdasarkan ketidaknyamanan atau risiko dari suatu pekerjaan.
Untuk dapat memahami lebih lanjut pengertian dan contohnya, simak penjelasannya dalam ulasan berikut ini.
Apa Itu Compensating Differential?
Compensating differential merupakan model penentuan upah dalam ekonomi tenaga kerja. Adanya perbedaan tingkat upah membuat dua pekerjaan yang berbeda sama-sama menarik bagi pekerja.
Sebagai contoh, jika suatu pekerjaan dianggap tidak diinginkan bagi banyak pekerja karena adanya unsur risiko atau ketidaknyamanan, maka gaji yang ditawarkan umumnya lebih tinggi.
Seperti yang dikutip dari laman Oxford Reference, upah yang lebih tinggi biasanya dibayarkan kepada pekerja yang melakukan pekerjaan dengan bahaya tertentu atau tidak menyenangkan lainnya yang terkait dengannya.
Sebaliknya, jika pekerjaan tersebut dianggap banyak diinginkan oleh pekerja, maka gaji yang diberikan lebih rendah.
Perbedaan upah dari kedua pekerjaan inilah yang disebut dengan compensating differential. Adanya perbedaan upah yang cukup besar tersebut bertujuan untuk mencegah pekerja berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.
Sementara itu, dalam jurnal yang berjudul Compensating Wage Differentials in Labor Markets: Empirical Challenges and Applications oleh Kurt Lavetti, mengukur pendapatan dengan karakteristik pekerjaan merupakan hal yang penting untuk memahami keseimbangan pasar tenaga kerja dan penyebaran upah.
Baca Juga: 6 Pekerjaan yang Menghasilkan Barang di Indonesia
Fakor yang Mempengaruhi Compensating Differential
Mengutip dari laman Hayden Economic, berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi compensating differential.
1. Karakteristik Pekerjaan
Upah yang lebih tinggi yang dibayarkan kepada pekerja dalam pekerjaan berbahaya, yang dimana terdapat risiko kecelakaan dan cedera. Hal ini akan membantu mempertahankan pekerja untuk tetap berada di pekerjaan tersebut dan mencegah mereka berpindah ke pekerjaan lainnya.
2. Perbedaan Biaya Hidup
Perbedaan biaya hidup di kedua kota yang berbeda dapat memberikan tingkat upah yang berbeda pula. Daerah yang biaya hidupnya lebih tinggi dari rata-rata akan cenderung mempunyai upah yang lebih tinggi dari rata-rata.
3. Perbedaan Sumber Daya Manusia
Pekerjaan yang memerlukan pelatihan yang lama dan biaya yang besar akan cenderung memberikan upah yang lebih tinggi.
Beberapa profesi seperti dokter, pengacara, ilmuan riset merupakan contoh pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan biaya yang besar. Supaya menarik pekerja, profesi-profesi ini harus memberikan memberikan upah yang lebih besar dibandingkan profesi lain yang memerlukan pelatihan yang lebih sedikit.
Dalam hal ini juga termasuk adanya perbedaan upah antara pekerjaan yang memerlukan gelar sarjana dan pekerjaan yang hanya memerlukan ijazah sekolah menengah atas.
(SA)
