Konten dari Pengguna

Apa Itu Floating Rate pada Pinjaman KPR Rumah? Ini Penjelasan Lengkapnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bunga KPR. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bunga KPR. Foto: Pexels

Apa itu floating rate? Layanan pinjaman yang ditawarkan oleh bank untuk memiliki rumah impian adalah Kredit Kepemilikan Rumah.

KPR merupakan kredit jangka panjang dengan suku antara suku tetap (fixed rate) dan suku bunga mengambang atau (floating rate). Suku bunga KPR di Indonesia biasanya memakai kombinasi fixed rate selama 1-3 tahun pertama. Setelah itu, suku bunga akan disesuaikan dengan tingkat suku bunga pasar yang berlaku floating rate.

Floating rate sendiri cocok untuk nasabah yang berani mengambil risiko di kemudian hari. Karena bunga bulanan akan berubah sewaktu-waktu, bisa saja di satu waktu untung karena harga sedang turun atau bahkan melambung tinggi mengikuti harga pasar pada saat itu.

Apa Itu Floating Rate

Pengertian apa itu floating rate ialah suku bunga KPR yang tingkatnya disesuaikan dengan tingkat pasar (mengembang). Besaran bunga berubah-ubah setiap saat mengikuti ketentuan bunga pasar yang berlaku di bank atau penyalur KPR tersebut.

Mengutip dari Otoritas Jasa Keuangan dalam laman sikapiuangmu, suku bunga mengambang adalah suku bunga yang selalu berubah mengikuti suku bunga di pasaran. Jika suku bunga di pasaran naik, maka suku bunganya juga ikut naik, begitupun sebaliknya.

Dapat disimpulkan bahwa bunga floating KPR lebih dikenal sebagai bunga mengambang atau bunga berjalan. Perubahan bunga floating dipengaruhi oleh acuan suku bunga Bank Indonesia (BI rate), suku bunga pasar atau kebijakan bank KPR itu sendiri.

Sebagai contoh skema perhitungannya, kamu ingin membeli rumah secara KPR. Cicilan bulanannya dikenakan Rp2 juta dengan suku bunga floating 10%. Akan tetapi pada suatu waktu tertentu, Bank Indonesia menaikkan suku bunga KPR menjadi 12% sehingga cicilan rumah pun ikut naik menjadi Rp2,4 juta.

Ilustrasi bunga KPR. Foto: Pixabay

Kelebihan Bunga Floating Rate

Seperti yang sudah dijelaskan di atas suku bunga tidak tetap floating artinya tingkat suku bunga bisa berubah tergantung gejolak suku bunga di pasar uang.

Dalam buku Property Top Secret oleh Iswi Hariyani, S.H., M.H., dkk.,(2021:384), biasanya besaran suku bunga tidak tetap akan lebih rendah dari suku bunga tetap. Saat lembaga penyalur KPR menawarkan tingkat bunga tidak tetap maka ketika bunga pasar turun umumnya bunga KPR yang ditawarkan kepada masyarakat juga akan turun sehingga lebih murah.

Kekurangan Bunga Floating Rate

Masih menurut buku Property Top Secret oleh Iswi Hariyani, S.H., M.H., dkk.,(2021:384), suku bunga tidak tetap atau mengambang (floating) akan menyulitkan kita membayar cicilan karena jumlah cicilan KPR per bulan bisa bertambah besar dan adanya risiko kredit KPR macet. Maka dari itu, jangan malu untuk bertanya Perihal jenis suku bunga tersebut agar kamu tidak sampai dirugikan di kemudian hari.

Karena besaran bunga yang tidak bisa diprediksi oleh pasar, maka harus siap dengan risiko naik turunnya suku bunga itu sendiri.

Selain itu, harus menyediakan uang muka atau DP yang lebih besar dibandingkan suku bunga KPR lainnya sekitar 20% sampai 40% dari harga rumah.

Tips Cerdas Saat Memilih KPR

Dewasa ini hampir semua bank menawarkan produk kredit kepemilikan rumah. Sebelum memilih KPR, ada baiknya kamu mempertimbangkan beberapa hal berikut seperti yang dikutip dari buku Berutang dengan Cerdas (2011) yang ditulis oleh Johnny Djohari.

  1. Pilih rumah idaman yang tepat seperti lokasi, akses, dan fasilitas yang dapat menunjang aktivitas anggota keluarga.

  2. Perhatikan bank pemberi KPR dengan memilih bank yang cukup besar, permodalan yang kuat, kiprah bank dalam penyaluran KPR, serta jaringan yang luas.

  3. Cermati komponen produk KPR seperti uang muka, suku bunga, jangka waktu kredit, dan bandingkan biaya-biaya lainnya yang akan dikeluarkan selain uang muka.

  4. Pilih skema KPR sesuai kebutuhan seperti KPR dengan fasilitas over draft, kredit konsumsi terdiri dari mobil dan peralatan rumah tangga.

  5. Pahami klausul perjanjian KPR dengan membaca dan memahami kontrak perjanjian kredit agar tidak menimbulkan pertanyaan di kemudian hari.

(SRS)