Apa Itu Inflasi? Ini Pengertian, Jenis, dan Dampak Terhadap Perekonomian

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu inflasi kerap kali terdengar bila harga sedang mengalami kenaikan sehingga banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Inflasi umumnya kerap dirasakan di hampir semua negara.
Suatu negara yang kami inflasi sudah dapat dipastikan kegiatan ekonomi nya menjadi terhambat. Kegiatan ekonomi yang semula lancar menjadi tersendat. Sehingga harga barang akan naik terus menerus sedangkan jumlah barang menjadi relatif sedikit.
Sebenarnya, apa itu inflasi? Untuk lebih jelasnya, kamu dapat menyimak artikel berikut yang akan mengulas tentang pengertian, jenis, dan dampak inflasi terhadap perekonomian masyarakat.
Pengertian Inflasi
Menurut Bank Indonesia di laman bi.go.id, inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, inflasi adalah kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang.
Sedangkan menurut Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi adalah keadaan perekonomian negara di mana ada kecenderungan kenaikan harga-harga dan jasa dalam waktu panjang. Hal ini disebabkan karena tidak seimbangnya arus uang dan barang.
Perhitungan inflasi dilakukan oleh BPS. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya.
Jenis-jenis Inflasi
Inflasi yang menimpa suatu negara bermacam-macam. Dalam ilmu ekonomi, inflasi dapat dibedakan menjadi beberapa macam pengelompokan tertentu dan akan digunakan tergantung pada tujuan yang ingin dicapainya.
Pengelompokan inflasi berdasarkan tingkat kualitas, penyebab, asal, dan cakupan pengaruh harga. Berikut penjabaran lengkapnya yang dikutip dari buku Mengenal Inflasi oleh Sri Kartika (2019:19-29)
1. Berdasarkan Tingkat Kualitas
Berdasarkan tingkat kualitas, inflasi dapat dibedakan ke dalam 4 jenis, yaitu:
Inflasi ringan: kenaikan harga di bawah 10% dalam setahun.
Inflasi sedang: kenaikan harga di antara 10% - 30% dalam setahun.
Inflasi berat: kenaikan harga di antara 30% - 100% dalam setahun.
Hiperinflasi (inflasi tak terkendali): kenaikan harga di atas 100% dalam setahun.
2. Berdasarkan Penyebab
Berdasarkan penyebabnya, inflasi dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu inflasi karena permintaan meningkat dan inflasi karena kenaikan biaya produksi.
Inflasi permintaan meningkat (demand pull inflation) akibat permintaan total masyarakat yang terus meningkat atau berlebihan sehingga menyebabkan perubahan tingkat harga.
Inflasi kenaikan biaya produksi (cost push inflation) terjadi karena ya kenaikan biaya pada berbagai faktor produksi (input) sehingga mengakibatkan harga barang (output) yang dihasilkan ikut naik.
3. Berdasarkan Asal
Berdasarkan asalnya, inflasi dibagi menjadi 2, yakni dalam dan luar negeri.
Inflasi dari dalam negeri (domestic inflation)
Inflasi dari luar negeri (imported inflation)
4. Berdasarkan Cakupan Pengaruh Terhadap Harga
Berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga, inflasi dibagi menjadi 3, yaitu:
Inflasi tertutup (closed inflation) bila kenaikan harga yang terjadi hanya berhubungan dengan satu atau dua barang tertentu.
Inflasi terbuka (open inflation) apabila kenaikan harga yang terjadi pada semua barang secara umum.
Inflasi tidak terkendali (hiperinflasi) yaitu serangan inflasi yang sangat hebat dan setiap saat harga harga terus berubah serta meningkat. Sehingga menyebabkan masyarakat tidak dapat menahan uang lebih lama karena khawatir nilai uang terus merosot.
Dampak Inflasi
Inflasi memiliki dampak positif dan negatif tergantung tingkat parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi yang terjadi tergolong ringan maka akan memberi pengaruh positif. Sebaliknya, bila inflasi yang terjadi tergolong berat atau parah maka akan memberikan pengaruh yang negatif.
Dampak Positif Inflasi
Dapat dikatakan berdampak positif karena mendorong perekonomian ke arah yang lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional serta membuat orang lebih rajin untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi.
Pengusaha atau orang yang mengandalkan pendapatan berdasarkan.
Pegawai yang bekerja di perusahaan atau instansi dengan gaji mengikuti tingkat inflasi.
Bagi orang yang meminjam uang (debitur) kepada bank merasa diuntungkan karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam.
Bagi produsen dapat menguntungkan bila pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi.
Dampak Negatif Inflasi
Dampak negatif inflasi antara lain menyebabkan keadaan perekonomian menjadi kacau.
Masyarakat enggan untuk menabung karena mengetahui nilai mana uang pada saat inflasi semakin menurun.
Para penerima dengan penghasilan yang masih tetap (tidak mengikuti perubahan inflasi) seperti pegawai negeri, karyawan swasta, dan kaum buruh menjadi kewalahan menanggung dan menyeimbangkan untuk memenuhi kebutuhannya.
Kreditur atau pihak meminjam uang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian dari debitur menjadi lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman.
Inflasi menyebabkan naiknya biaya produksi.
(SRS)
