Apa Itu Kartel dan Dampaknya pada Perekonomian

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu kartel sedang banyak dicari oleh masyarakat terutama dengan adanya kasus dugaan kartel minyak goreng yang sedang diusut Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).
Dilansir dari Pedoman Pasal 11 KPPU, kartel merupakan kelompok kerja sama antar pedagang untuk melakukan koordinasi dagang. Hal yang dilakukan mulai dari mengatur produksi, pembagian wilayah, dan kolusi tender sehingga pedagang mendapatkan keuntungan lebih dengan harga yang dinaikkan.
Biasanya kartel terdiri dari perusahaan dengan jumlah kecil dengan produk yang homogen. Selain itu, kerja sama terjadi pada perusahaan yang memiliki ukuran perusahaan setara.
Melihat dari tujuan kartel yaitu optimalisasi keuntungan dari penjualan produk, hal ini dilatarbelakangi oleh adanya keterkaitan kepemilikan. Melansir dari Pedoman Pasal 11 KPU, adanya keterkaitan kepemilikan, seperti pemegang saham yang memiliki kepemilikan lebih dari dua perusahaan, mendorong perusahaan yang mereka kendalikan untuk mengoptimalkan keuntungan.
Perusahaan yang umumnya bersaing pun memanfaatkan kepemilikan ini untuk kerja sama demi keuntungan yang lebih.
KPPU sendiri memiliki pedoman analisis untuk membuktikan adanya kartel. Contohnya dokumen atau rekaman yang berisi kesepakatan harga, kuota produksi, maupun pembagian wilayah. Selain itu, adanya analisis pengolahan data yang menunjukkan keuntungan berlebih dapat menunjukkan kemungkinan adanya kartel.
Lalu apa yang membuat kartel perlu untuk dibasmi oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha? Kartel sendiri hadir untuk memonopoli harga serta produksi di pasar. Hal ini dapat merugikan pelaku ekonomi yang ada di suatu negara. Apa saja dampak yang ditimbulkan kartel? Simak penjelasannya berikut ini.
Dampak Adanya Kartel
Adanya kartel dapat menyebabkan kerugian bagi ekonomi, terutama bagi konsumen. Apa saja dampak kerugian yang disebabkan kartel?
Kerugian bagi Perekonomian Suatu Negara
Dapat mengakibatkan terjadinya inefisiensi alokasi.
Dapat mengakibatkan terjadinya inefisiensi produksi.
Dapat menghambat inovasi dan penemuan teknologi baru.
Menghambat masuknya investor baru.
Menyebabkan kondisi perekonomian negara yang tidak kondusif dan kurang kompetitif. Sistem persaingan usaha pun menjadi tidak sehat.
Kerugian bagi konsumen
Konsumen membeli produk barang maupun jasa dengan harga yang lebih mahal daripada harga pasar yang kompetitif.
Produksi barang maupun jasa menjadi terbatas, baik itu kuantitas maupun kualitas.
Terbatasnya pilihan pelaku usaha.
Itulah beberapa informasi mengenai kartel dan dampaknya bagi perekonomian. Adanya monopoli produksi dan harga dapat menyulitkan masyarakat dalam membeli suatu produk sehingga adanya kartel perlu diantisipasi untuk perekonomian pasar yang sehat. Bagaimana menurut pendapatmu?
