Apa Nama Pelabuhan di Jakarta? Ini Daftarnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

DKI Jakarta yang bersisian langsung dengan Laut Jawa memiliki jumlah pelabuhan cukup banyak. Pelabuhan di Jakarta saat ini totalnya mencapai 23. Lantas, apa nama pelabuhan di Jakarta?
Sebagai informasi, pelabuhan di Jakarta menjadi pintu masuk lalu lintas kapal, baik kapal pengangkut barang atau logistik maupun kapal untuk angkutan penumpang.
Adapun wilayah pelabuhan di Jakarta pun terpisah menjadi dua, yaitu di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. Simak uraian artikel di bawah ini untuk mengetahui daftar nama pelabuhan di Jakarta.
Daftar Nama Pelabuhan di Jakarta
Berdasarkan informasi yang dikutip dari situs resmi Pejabat Pengelola dan Informasi Daerah DKI Jakarta, pelabuhan di Jakarta ada 13, sementara sisanya berada di Kepulauan Seribu. Berikut daftar nama pelabuhannya:
Pelabuhan di Jakarta
Pelabuhan Tanjung Priok
Pelabuhan Kalibaru
Pelabuhan Muara Baru
Pelabuhan Sunda kelapa
Pelabuhan Marunda
Pelabuhan Muara Angke Kaliadem
Pantai Mutiara
Pelabuhan Marina Ancol
Pelabuhan Pangkalan Pasir Kalibiru
Pelabuhan Cakung Drain Cilincing
Pelabuhan Kamal Muara
Pelabuhan Muara Angke Perikanan
Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman
Pelabuhan di Kepulauan Seribu
Pelabuhan Pulau Kelapa
Pelabuhan Pulau Harapan
Pelabuhan Pulau Sebira
Pelabuhan Pulau Untung Jawa
Pelabuhan Pulau Pari
Pelabuhan Pulau Lancang
Pelabuhan Pulau Pramuka
Pelabuhan Pulau Panggang
Pelabuhan Pulau Tidung
Pelabuhan Pulau Payung
Baca juga: Mengenal Ragam Jenis Kapal Berdasarkan Fungsinya
Mengenal Pelabuhan Tersibuk di Jakarta
Di antara 23 pelabuhan di Jakarta, Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelabuhan yang paling sibuk. Pemerintah bahkan menetapkan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama di Indonesia.
Berdasarkan peraturan nomor 61 Tahun 2009 tentang Pelabuhan, pelabuhan utama adalah pelabuhan yang melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri hingga internasional.
Mengutip situs Pelindo, Pelabuhan Tanjung Priok menangani lebih dari 30% komoditi non migas Indonesia. Selain itu, 50% dari seluruh arus barang yang keluar atau masuk Indonesia pun melewati pelabuhan ini.
Oleh karena itu, Pelabuhan Tanjung Priok pun dianggap menjadi barometer perekonomian Indonesia. Fasilitas intermoda yang lengkap di pelabuhan ini mampu menghubungkan Tanjung Priok dengan seluruh kota di Indonesia.
Dengan teknologi dan fasilitas modern, Pelabuhan Tanjung Priok juga mampu melayani kapal-kapal generasi mutakhir yang secara langsung menuju ke berbagai pusat perdagangan internasional (direct call).
Pengembangan pelabuhan ini diarahkan untuk mampu mengantisipasi percepatan bongkar muat barang melalui penyediaan dan kelengkapan fasilitas pelayanan spesialisasi.
Adapun pembangunan inner road, pelebaran pintu gerbang masuk kapal (menjadi lalu lintas dua arah), dan pendalaman alur hingga mencapai-14 mLWS menjadi prioritas program yang dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok.
(NDA)
