Konten dari Pengguna

Apa Perbedaan UMK dan UMR? Begini Penjelasannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perbedaan UMK dan UMR. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perbedaan UMK dan UMR. Foto: Pexels.com

Sebagai pencari kerja, apakah kamu sudah tahu perbedaan UMK dan UMR? Sepintas UMK dan UMR memang mirip, bahkan banyak orang mengira keduanya adalah hal yang sama.

Pada dasarnya kedua istilah tersebut berkaitan dengan besaran upah minimum pekerja. Namun jika ditelusuri lebih lanjut, ada beberapa perbedaan dari UMK dan UMR. Apa saja perbedaan tersebut? Untuk mengetahuinya simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu UMR?

Dikutip dari buku Kamus Istilah Ekonomi Populer karya Henricus W. Ismanthono, UMR adalah kepanjangan dari Upah Minimum Regional. UMR ini berlaku setelah mendapat persetujuan Gubernur.

UMR diatur oleh Kementerian Tenaga Kerja, melalui Permenaker Nomor 226 Tahun 2000. Namun perlu diketahui, penyebutan UMR sudah dihapus sejak 2000 dan diganti menjadi UMP atau UMK.

Apa Itu UMK?

Kepanjangan dari UMK adalah Upah Minimum Kabupaten/Kota. UMK berarti upah minimal pekerja yang dijadikan acuan dalam suatu kabupaten atau kota.

UMK ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2015 dengan penerapan yang memperhatikan inflasi atau pertumbuhan ekonomi di sebuah kabupaten atau kota.

Perbedaan UMK dan UMR

Ilustrasi Perbedaan UMK dan UMR. Foto: Pexels

Dari pengertian di atas, mungkin sekilas kamu sudah menangkap perbedaan UMK dan UMR. Agar lebih mengetahui perbedaannya secara detail, silakan pahami penjelasan berikut ini.

1. Wilayah cakupan

UMK mengatur upah minimal yang berlaku di daerah kabupaten/kota. Sedangkan UMR yang sudah digantikan dengan UMP berlaku untuk seluruh kabupaten/kota yang berada di lingkup provinsi.

2. Waktu penetapan

Perbedaan UMR dan UMK juga terletak pada waktu penetapannya. Menurut situs www.setkab.go.id, UMR/UMP ditetapkan paling lambat pada 21 November tiap tahunnya. Sedangkan, UMK ditetapkan setiap tanggal 30 November tiap tahunnya.

3. Pihak yang memiliki wewenang

Perbedaan UMK dan UMR selanjutnya juga dapat dilihat berdasarkan orang yang mengesahkan. UMK ditetapkan oleh bupati atau wali kota kemudian akan diajukan ke gubernur. Sementara itu UMR ditetapkan langsung oleh gubernur berdasarkan beberapa pertimbangan keadaan ekonomi di suatu kabupaten atau kota.

Manfaat Penetapan UMK dan UMP

Penetapan UMK maupun UMP juga mempunyai tujuan tertentu, baik itu untuk pekerja maupun perusahaan yang memberi gaji. Adapun manfaat penetapan UMK dan UMP ialah sebagai berikut:

Manfaat bagi pekerja

  1. Meningkatkan taraf hidup pekerja

  2. Mendapatkan upah sesuai standar gaji yang ada sehingga bisa disesuaikan dengan beban kerjanya.

  3. Untuk meningkatkan produktivitas para pekerja.

  4. Agar bisa memenuhi kehidupan sehari-hari sesuai standar kelayakan hidup dan daya beli konsumen di suatu wilayah.

Manfaat bagi perusahaan

  1. Memudahkan perusahaan untuk mengatur keuangan atau finansialnya setiap tahun.

  2. Memudahkan perusahaan dalam memprediksi upah pegawai jangka panjang guna membuat strategi perusahaan di masa mendatang.

  3. Perusahaan bisa menarik investor untuk menanamkan modal karena adanya kepastian finansial perusahaan.

Itu dia informasi mengenai perbedaan UMK dan UMR. Semoga kamu bisa lebih memahaminya, sehingga ketika mendapat tawaran kerja atau masuk ke dunia kerja tak bingung dengan istilah-istilah tersebut.

(ZHR)