Apa Saja Dua Dimensi Model 9-Box Grid pada Box Talenta ASN? Ini Penjelasannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pengelolaan manajemen sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pemerintahan, pemetaan potensi pegawai menjadi langkah krusial.
Oleh karena itu, penting bagi setiap instansi untuk memahami apa saja dua dimensi model 9-box grid pada box talenta ASN (Aparatur Sipil Negara) guna mengidentifikasi talenta yang siap dipromosikan sebagai pemimpin masa depan.
Penerapan metode evaluasi ini tidak hanya berguna untuk memetakan kompetensi secara objektif, tetapi juga mendukung sistem merit. Melalui mekanisme yang tepat, pemerintah dapat menyusun strategi pengembangan karier pegawai yang lebih transparan.
Apa itu Manajemen Talenta ASN?
Dalam sistem kepegawaian di pemerintahan, dikenal istilah manajemen talenta ASN. Tujuan dari manajemen talenta ASN ini, di antaranya meningkatkan pencapaian tujuan strategis pembangunan nasional dan peningkatan kualitas pelayanan publik serta menyeimbangkan antara pengembangan karier ASN dan kebutuhan instansi.
Selain itu, manajemen talenta ASN bertujuan untuk menemukan dan mempersiapkan talenta terbaik untuk mengisi posisi kunci sebagai pemimpin masa depan.
Kemudian, pengelolaan SDM aparatur ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan profesionalisme, mewujudkan rencana suksesi, hingga memastikan tersedianya pasokan talenta.
Ruang Lingkup Manajemen Talenta ASN
Manajemen talenta ASN terbagi menjadi dua ruang lingkup, meliputi:
Manajemen talenta ASN nasional, yaitu sistem manajemen karier ASN yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan instansi pemerintah secara nasional dalam rangka akselerasi pembangunan nasional.
Manajemen talenta ASN instansi, yaitu sistem manajemen karier ASN yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan instansi pusat dan instansi daerah.
Apa Saja Dua Dimensi Model 9-Box Grid pada Box Talenta ASN?
Mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) Nomor 20 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Permenpan-RB Nomor 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara, pemetaan talenta ASN dilakukan berdasarkan kotak (box) manajemen talenta.
Kotak manajemen talenta sendiri merupakan bagan yang terdiri dari sembilan kategori, yang menunjukkan sekumpulan pegawai ASN berdasarkan tingkatan potensial dan kinerja. Artinya, dua dimensi dari model 9-box grid pada box talenta ASN adalah tingkatan potensial dan kinerja.
9 Kategori dalam Kotak Manajemen Talenta ASN
Dalam sistem manajemen talenta ASN, model 9-box grid memetakan pegawai ke dalam sembilan kuadran atau kategori berdasarkan kombinasi tingkat kinerja dan potensinya. Berikut penjelasannya:
1. Kategori 1: Rendah - Rendah (Pegawai Berkinerja Kurang dengan Potensi Rendah)
Pegawai dalam kategori ini menunjukkan pencapaian kinerja di bawah standar dan kapasitas pengembangan diri yang sangat terbatas. Instansi perlu memberikan konseling intensif atau mempertimbangkan penempatan ulang pada fungsi kerja yang lebih sederhana.
2. Kategori 2: Rendah - Sedang (Pegawai Berkinerja Kurang dengan Potensi Sedang)
Pegawai pada posisi ini belum mampu memenuhi target kerja, tetapi masih memiliki kapasitas dasar untuk berkembang. Penanganan fokus pada pelatihan keterampilan teknis spesifik guna mendongkrak produktivitas harian mereka.
3. Kategori 3: Rendah - Tinggi (Pegawai Berkinerja Kurang dengan Potensi Tinggi)
Kategori ini diisi oleh pegawai yang memiliki bakat dan kecerdasan tinggi, tetapi gagal memberikan hasil kerja yang memuaskan. Pada umumnya, ASN dari kategori ini mengalami salah penempatan posisi atau kurangnya motivasi kerja, sehingga memerlukan bimbingan yang tepat.
4. Kategori 4: Sedang - Rendah (Pegawai Berkinerja Baik dengan Potensi Rendah)
ASN ini mampu menyelesaikan tugas-tugas rutin dengan hasil yang cukup memuaskan sesuai dengan target instansi. Namun, pegawai cenderung mengalami kesulitan jika diberikan tanggung jawab baru atau tantangan yang lebih kompleks.
5. Kategori 5: Sedang - Sedang (Pegawai Berkinerja Baik dengan Potensi Sedang)
Kelompok ini merupakan tulang punggung instansi, karena menunjukkan stabilitas yang baik dalam aspek kinerja maupun adaptasi kerja. Pegawai dapat dipertahankan pada posisi saat ini sambil terus diberikan pengayaan tugas secara bertahap.
6. Kategori 6: Sedang - Tinggi (Pegawai Berkinerja Baik dengan Potensi Tinggi)
ASN di kuadran ini bekerja dengan efektif dan memiliki modal kapasitas yang besar untuk naik ke jenjang karier berikutnya. Mereka menjadi kandidat kuat untuk dipersiapkan masuk ke dalam jalur suksesi kepemimpinan melalui penugasan strategis.
7. Kategori 7: Tinggi - Rendah (Pegawai Berkinerja Sangat Baik dengan Potensi Rendah)
Pegawai dari kategori ini adalah pekerja keras yang selalu melampaui target kinerja harian dan sangat ahli di bidangnya saat ini. Meskipun sangat andal sebagai spesialis, tetapi kurang memiliki minat atau kemampuan untuk memimpin organisasi yang lebih besar.
8. Kategori 8: Tinggi - Sedang (Pegawai Berkinerja Sangat Baik dengan Potensi Sedang)
Kelompok ini secara konsisten memberikan kontribusi hasil kerja yang tinggi bagi organisasi di atas rata-rata pegawai lain. Mereka memiliki peluang untuk dipromosikan, asalkan diberikan pembekalan manajerial terlebih dahulu untuk memperluas wawasan.
9. Kategori 9: Tinggi - Tinggi (Bintang/Top Talent)
Pegawai di kuadran tertinggi ini memiliki kinerja yang luar biasa sekaligus kapasitas kepemimpinan yang sangat menonjol. Mereka merupakan aset utama atau sucessor utama yang siap ditempatkan dalam posisi-posisi pimpinan strategis.
Demikian penjelasan mengenai apa saja dua dimensi model 9-box grid pada box talenta ASN. Dengan memahami hal ini, aparatur diharapkan dapat termotivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan potensi diri demi mendukung percepatan karier di lingkungan birokrasi.
Baca Juga: Data Kompetensi ASN Memiliki Peran Strategis dalam Manajemen Talenta
(MDP)
