Konten dari Pengguna

Apa yang Dimaksud dengan e-Budgeting? Ini Penjelasannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menggunakan e-budgeting. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menggunakan e-budgeting. Foto: Pixabay

E-budgeting adalah singkatan dari elektronik budgeting. Jika dalam bahasa Indonesia, berarti anggaran elektronik. Untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan e-budgeting, simak penjelasan lengkapnya dalam uraian berikut ini.

Merujuk laman Jurnal Enterpreneur, e-budgeting merupakan sistem penyusunan anggaran yang dibuat untuk memfasilitasi proses penyusunan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) dan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Sistem ini hadir dalam bentuk website atau aplikasi.

Mulanya, sistem e-budgeting hanya diterapkan di wilayah DKI Jakarta saja. Seiring berjalannya waktu, pemerintah mulai melebarkan cakupannya hingga ke beberapa daerah di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Penerapan sistem e-budgeting tidak hanya menguntungkan pihak pemerintah, tapi juga pengusaha multinasional dan korporasi asing. Dengan adanya sistem ini, pemodal asing tidak perlu lagi meminta persetujuan dari DPRD atau legislatif untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Manfaat e-Budgeting

Ilustrasi e-budgeting. Foto: Pixabay

E-Budgeting merupakan salah satu perwujudan implementasi e-Government dalam mengelola keuangan pemerintah. Penggunaan sistem ini sudah menjadi suatu hal yang lumrah di zaman modern.

Dijelaskan dalam jurnal berjudul Analisis Implementasi e-Budgeting dengan Menggunakan Model CIPP pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta susunan Rama Andika, dkk, sistem e-budgeting dikembangkan untuk mempercepat proses perencanaan dan anggaran yang telah dibuat.

Selain itu, e-Budgeting juga bisa jadi salah satu cara untuk menghadapi permasalahan internal organisasi pemerintah dalam menyusun anggaran. Penggunaan e-Budgeting sangat penting dalam rangka mewujudkan transparansi dan akuntabilitas dana anggaran untuk memberantas penyimpangan anggaran di daerah.

Prinsip e-Budgeting

Prinsip utama e-budgeting terdiri dari dua hal, yakni perencanaan dan kegiatan perusahaan. Dirangkum dari jurnal berjudul E-Budgeting dalam Keuangan Daerah karya Farhan Permaqi, dkk., berikut penjelasannya:

1. Perencanaan

Sistem e-budgeting harus direncanakan dengan matang. Anda harus menentukan berbagai aktivitas yang hendak Anda lakukan di waktu yang akan datang. Rencana tersebut memiliki spesifikasi tertentu, seperti disusun secara sistematis, mencakup seluruh kegiatan perusahaan, dan dinyatakan dalam satuan moneter/uang.

2. Kegiatan perusahaan

Kegiatan perusahaan yang termasuk dalam prinsip e-budgeting meliputi beberapa fungsi, yaitu:

  • Fungsi produksi

  • Fungsi pembelanjaan/keuangan

  • Fungsi administrasi

  • Fungsi pemasaran

  • Fungsi personalia

Faktor-faktor e-Budgeting

Ilustrasi menggunakan e-budgeting. Foto: Pixabay

Ada dua faktor utama yang memengaruhi penerapan sistem e-budgeting, yakni faktor internal dan eksternal. Berikut penjelasannya yang bisa kamu simak:

a. Faktor internal

  • Kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan

  • Tenaga kerja yang dimiliki perusahaan

  • Modal kerja perusahaan

  • Fasilitas-fasilitas perusahaan

  • Penjualan tahun-tahun lalu

b. Faktor eksternal

  • Keadaan persaingan

  • Tingkat pertumbuhan penduduk

  • Tingkat penghasilan masyarakat

  • Tingkat pendidikan masyarakat

  • Tingkat penyebaran penduduk

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa itu e-budgeting?
chevron-down

E-budgeting adalah sistem penyusunan anggaran yang dibuat untuk memfasilitasi proses penyusunan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) dan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

Apa manfaat e-budgeting bagi pemodal asing?
chevron-down

Dengan e-budgeting, pemodal asing tidak perlu lagi meminta persetujuan dari DPRD tau legislatif untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Fungsi apa saja yang memengaruhi e-budgeting?
chevron-down

Fungsi produksi, fungsi pembelanjaan/keuangan, fungsi administrasi, fungsi pemasaran, fungsi personalia.